Dirilis

29 Juni 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Produk baru bisa mendatangkan profit yang sangat besar atau kerugian yang tak kalah tingginya kepada perusahaan Anda. Karena itu, Anda sebaiknya memiliki strategi yang benar-benar mantap sebelum melakukannya. Selain melakukan riset terhadap target pasar Anda pun bisa melakukan beberapa kiat di bawah ini sebelum meluncurkan produk baru. Apa saja?

1. Harus Dites Secara Menyeluruh Sebelum Diluncurkan
Meski sudah melakukan pengujian terhadap produk ini beberapa kali, jangan pernah merasa puas sebelum Anda benar-benar merasa yakin. Perusahaan-perusahaan dengan produk yang populer di pasaran, tak hanya melakukan pengujian terhadap produk baru mereka sebulan sampai dua bulan sebelum diluncurkan. Biasanya mencapai hitungan enam atau tujuh bulan lamanya. Untuk beberapa kasus bahkan membutuhkan beberapa tahun.

Hal ini dilakukan agar produk tak mengalami malfungsi sedikitpun ketika dipasarkan nantinya. Apalagi ketika barang yang Anda jual adalah makanan. Meski sifatnya tak mahal, namun ketika ada rasa yang kurang cocok di lidah para pelanggan, mereka bisa langsung membuatnya menjadi ramai di sekitar mereka. Contohnya, seperti memberitahukan orang. Soal teknologi, mereka bisa meminta ganti rugi tetapi bila makanan, mereka tak akan bisa melakukannya.

2. Jangan Lupakan Tim Anda
Tim Anda yang baru saja selesai dengan produk baru ini tentunya juga harus paham dengan prosedur baru yang harus mereka lakukan. Pasalnya, kini pekerjaan mereka otomatis akan bertambah. Bukan soal waktu kerja, melainkan soal variasi pekerjaan. Mungkin hal ini mudah bagi beberapa orang, namun tidak bagi lainnya.

Misal dulunya mereka hanya akan membenahi dua produk ketika ada kesalahan, sekarang mungkin mereka akan membenahi tiga produk ketika terjadi sesuatu. Meski mereka paham produk tersebut, tak semua orang bisa beradaptasi cepat, bersamaan dengan naiknya jumlah pekerjaan.
Bila perlu, Anda bisa mengajak orang baru untuk masuk dan membantu orang-orang lama dalam menghadapi lonjakan pekerjaan baru. Namun untuk sekarang, Anda sebaiknya hanya memberikan pekerjaan untuk produk baru saja bagi orang tersebut. Bila ia sudah bisa beradaptasi, barulah ajak dia untuk bekerja dengan lebih luas seperti orang-orang yang lain.

3. Tak Membuat Promosi yang Melenceng dari Inti Usaha
Ketika pelanggan sudah memahami produk Anda, mereka pun akan memiliki ekspektasi dari produk baru. Ekspektasi ini dapat dipenuhi melalui promosi yang akan Anda berikan. Namun, meskipun barang baru Anda ini inovatif, tak sebaiknya Anda memberikan promosi yang melenceng dari inti usaha.

Contohnya, perusahaan Anda umumnya meluncurkan produk air kemasan dengan iklan yang elegan. Kini Anda ingin meluncurkan air kemasan dengan rasa yang juga cocok untuk pelanggan lama.  Sebaiknya, Anda tak mendadak membuat promosi yang sifatnya melupakan sisi elegan dari produk sebelumnya. Kecuali memang Anda ingin mengubah wajah perusahaan di mata para pelanggan. Agar makin sukses, Anda bisa menggunakan teaser promo (promosi uji coba) lewat media online. Lihat seperti apa respon pasar. Bila baik, Anda bisa meneruskan apa yang sekarang dilakukan.

Belajarlah dari perusahaan-perusahaan yang telah melakukannya agar tak terjadi kesalahan yang terlalu mendasar. Produk baru umumnya akan lebih mudah diterima oleh pasar baru, bukan pelanggan lama. Karena itu, sebelum pelanggan baru benar-benar datang pada Anda jangan sampai melepaskan pelanggan yang lama. Gunakan pemasaran yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Banyak perusahaan yang berhasil melakukannya, Anda pun juga bisa.


 

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS