Dirilis

07 April 2020

Penulis

Alin Kristiasti Fohan

Pak Ibra adalah pemilik toko grosir Alat Tulis Kantor (ATK). Setiap hari tokonya ramai pembeli. Ia juga menyuplai ATK ke beberapa agen dan perkantoran di sekitar tokonya. Meski transaksinya cukup besar, Pak Ibra belum memiliki laporan keuangan yang lengkap.

Ketika ditanya berapa jumlah piutangnya, ia hanya bisa mengira-ngira. Namun, ketika Pak Ibra mulai membuat laporan keuangan, ia baru sadar bahwa jumlah piutang yang sebenarnya 2 kali lebih besar dari perkiraannya, bahkan hampir 20% di antaranya sudah berumur lebih dari 6 bulan. Selain itu, persediaan barang dagangannya di gudang juga berumur lebih dari 1 tahun.


Cerita di atas hanya ilustrasi. Tapi, waduh… apa jadinya kalau Pak Ibra terlambat membuat laporan keuangan? Berapa kerugian yang akan ditanggung?

Menaikkan laba, tidak hanya bisa dilakukan dengan menaikkan penjualan lho! Menambal “kebocoran” seperti yang dialami Pak Ibra, penting dilakukan untuk menghindari kerugian, dan itu dapat dilakukan jika Anda memiliki laporan keuangan.

Kasus Pak Ibra menunjukkan pentingnya laporan keuangan bagi pengusaha. Laporan keuangan ibarat hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan sehat atau tidaknya tubuh Anda. Secara tampilan luar, orang bisa nampak sehat. Namun belum tentu kondisi di dalam tubuhnya juga demikian. Orang dapat meninggal secara tiba-tiba karena serangan jantung atau mendadak tidak bisa berjalan karena stroke. Makanya hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui problem yang sudah dan mungkin terjadi di dalam tubuh, agar jika terjadi sesuatu, pencegahan bisa dilakukan lebih awal.

Apakah Anda pernah melihat orang lain atau Anda sendiri merasa capek menjalankan usaha namun tidak kelihatan hasilnya? Tidak tahu strategi apa yang harus diperbaiki? Tiba-tiba usaha defisit dan terancam bangkrut? Atau bahkan merasa semuanya? Bila ya, segeralah membuat laporan keuangan ya!




Laporan keuangan apa sajakah yang minimal dimiliki pengusaha?
  1. Laporan arus kas
  2. Laba rugi
  3. Neraca

Simak pengertian laporan keuangan dan contoh-contohnya berikut ini:

1. Laporan arus kas

Laporan arus kas menunjukkan berapa jumlah uang yang masuk dan keluar baik tunai maupun kredit, misalnya hasil penjualan yang dibayar secara tunai maupun pembayaran dengan cicilan (utang). Dengan laporan ini, Anda bisa mengetahui sumber-sumber perolehan dan penggunaan dana pada usaha Anda.

Contoh laporan arus kas:



2. Laba rugi

Laporan laba rugi terdiri atas total penjualan, harga pokok penjualan dan biaya-biaya. Melalui laporan ini Anda bisa mengetahui apakah usaha yang Anda jalankan menguntungkan atau tidak dengan melihat hal-hal berikut:
  • Mengetahui jika laba kotor lebih besar dari biaya, maka Anda memiliki laba bersih yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha
  • Mengetahui jika laba kotor lebih kecil dari biaya, maka Anda rugi dan perlu mengevaluasi kembali harga pokok penjualan dan biaya-biaya yang dikeluarkan
  • Mengukur apakah harga pokok penjualan terlalu besar atau tidak
  • Mengukur apakah biaya-biaya yang dikeluarkan terlalu besar atau masih dapat ditekan
  • Mengukur apakah umur piutang Anda terlalu besar dan terlalu lama
  • Mengukur apakah keuntungan bersih yang didapat sudah maksimal

Contoh laba rugi :


3. Neraca

Neraca adalah laporan yang menunjukkan kesehatan usaha Anda. Melalui neraca inilah Anda dapat mengetahui komposisi uang kas dan aset yang dimiliki, besarnya utang, dan modal. Sehingga Anda bisa menghitung apakah utang Anda lebih besar daripada kas dan aset, serta berapa jumlah aset yang mudah dicairkan bila kondisi perusahaan sedang tidak bagus, dan sebagainya. Tanda-tanda bahwa usaha Anda tidak sehat diantaranya adalah komposisi hutang lebih besar uang kas dan aset. Selain itu, masih banyak tanda lain mengenai sehat tidaknya usaha Anda yang bisa diketahui dari neraca.

Contoh neraca:




Nah, semakin jelas kan, jenis-jenis, manfaat, pengertian dan pentingnya laporan keuangan? Semoga penjelasan di atas bisa membuat Anda semakin yakin untuk segera memiliki laporan keuangan usaha Anda.

Laporan keuangan mungkin saja memiliki format yang berbeda-beda, namun mulailah dengan format yang paling sederhana dahulu untuk memudahkan Anda dalam memahami kondisi usaha. Saat ini bahkan sudah ada software yang dijual dengan harga yang terjangkau untuk memudahkan Anda dalam menyusun laporan keuangan.

Segera buat laporan keuangan milik Anda sendiri & dapatkan manfaatnya bagi perkembangan usaha Anda. Selamat mencoba!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS