Dirilis

21 Desember 2021

Penulis

Muhammad Rafi Ramadhan, Lala Dinda Safitri, Madinda Putri Khaliza

Artikel ini adalah hasil kolaborasi Bank BTPN dengan Sekolah Bisnis IPB

Anda punya bisnis hampers? Ini cara melatih skill kreativitas biar hampers Anda beda dari yang lain! 

Bisnis hampers diperkirakan memiliki peluang yang cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan menjelang akhir tahun banyak orang yang memutuskan untuk berbagi hampers ke orang-orang terdekatnya. Namun, dengan banyaknya bisnis hampers yang bermunculan menjadi sebuah hambatan jika ingin mengembangkan bisnis hampers yang Anda miliki. 

Agar mudah diingat serta menarik pelanggan, Anda harus menawarkan hampers yang unik serta berbeda dari yang lain. Kreativitas, value, serta produk yang menarik diperlukan agar produk Anda diminati oleh pelanggan.

 

Cara Mengasah Skill Kreativitas

Sebelum Anda memulai bisnis hampers, Anda harus memiliki pola pikir atau mindset bahwa hampers adalah sebuah karya seni. Dan sebuah karya seni membutuhkan sense of creativity dari kreatornya. Cepat atau lambat, nilai-nilai kreativitas lah yang akan menentukan tingkat kesuksesan bisnis hampers Anda, karena kreativitas mampu membuat sebuah produk/bisnis memiliki value dan nilai uniqueness.  

Lalu, bagaimana dengan Anda yang merasa bahwa Anda bukanlah individu yang kreatif? Sehingga, membuat Anda merasa tidak pede atau insecure untuk memulai bisnis hampers atau mengembangkan bisnis hampers yang sudah ada. Jangan khawatir, sebab sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada berhasil menjawab teka-teki tersebut. Dalam jurnal tersebut, mereka mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa kreativitas bisa dilatih dan bukan bakat yang dibawa individu sejak lahir. Meski tidak semua orang bisa menjadi inovator, namun melahirkan manusia kreatif dan inovatif bisa dilatih dengan menggali ide dan mengeksekusi ide tersebut ke masyarakat.

Lalu, bagaimana cara mengasah skill kreativitas tersebut? Berikut adalah caranya: 

1. Open Minded

Open minded adalah kunci dari semua pekerjaan yang terlaksana dengan baik. Anda harus membuka pikiran Anda seluas-luasnya dengan tujuan mendapatkan insight yang beragam. Mungkin, sedikit noise cukup mengganggu Anda, tapi percayalah bahwa apa yang akan Anda dapatkan jauh melebihi ekspektasi Anda. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar Anda memiliki pemikiran yang terbuka, salah satunya membaca buku. Buku tentang bisnis dan pengembangan diri biasanya yang paling signifikan dalam merubah mindset seseorang. Berikut kami berikan beberapa rekomendasi buku untuk Anda baca; Rich Dad Poor Dad (Robert Kiyosaki), Think And Grow Rich (Napoleon Hill), If You Want To Be Rich & Happy Don’t Go To School (Robert Kiyosaki). Untuk buku yang mengarah kepada seni, kami menyarankan Anda untuk membaca Steal Like an Artist (Austin Kleon).

 

 

2. Menggunakan Social Media Sebagai Tempat Belajar

Youtube, Instagram, Twitter, dan beberapa platform media sosial lainnya adalah tempat yang cocok untuk Anda gunakan sebagai tempat belajar. Anda akan mendapatkan manfaat luar biasa apabila Anda dapat memanfaatkannya secara benar. Lalu, apa hubungannya dengan kreatifitas? Untuk platform Instagram, Anda bisa mencari dan mengikuti beragam akun bisnis yang bergerak di bidang yang sama dengan yang Anda kerjakan. Semakin sering Anda melihat hal apapun yang bernilai seni, semakin terlatih sense of creativity yang Anda miliki. Contohnya, Anda bisa follow up akun instagram @museummacan, mereka sering mengadakan event yang menarik untuk Anda dan para pegiat seni ikuti.

 

3. Bergabung ke dalam Komunitas Seni

Anda membutuhkan teman sharing untuk hal-hal yang kurang Anda kuasai. Termasuk, ketika Anda ingin belajar hal-hal baru. Komunitas seni akan sangat membantu Anda mencapai tujuan itu. Contohnya, Anda bisa bergabung bersama Graha Cipta Kriya di Bogor, Jejaring Craft (instagram: @jejaringcraft), dan lain-lain.

 

4. Memiliki Mentor

Poin ini memiliki hubungan dengan poin ketiga. Ketika Anda bergabung ke dalam suatu komunitas, biasanya di sana juga terdapat mentor-mentor yang membimbing komunitas tersebut. Yang harus Anda lakukan adalah membuat sebuah hubungan yang lebih personal yang terkesan akrab dengan mentor Anda, sebab dialah orang yang akan membimbing Anda untuk menjadi individu yang kreatif.



Keempat langkah tersebut harus Anda lakukan secara konsisten step by step dan day by day. Perlu diingat, bahwa dalam mencapai sebuah tujuan yang baik harus dilakukan dengan cara-cara yang baik dan prosesnya tidak instant. Mungkin, cara ini bisa bekerja untuk Anda dan bisa juga tidak. Semua tergantung kepada diri Anda ingin menjadi sisi yang mana.

Selain keempat langkah itu, Anda juga harus mengembangkan ide hampers Anda agar selalu up to date dan mengikuti tren yang sedang berkembang, berikut ini kami berikan beberapa ide hampers yang unik edisi Natal dan Tahun Baru yang bisa Anda kembangkan untuk bisnis hampers Anda, yaitu: Coffee Hampers Filled with Breakfast Goodies, Hampers Baking Kit, dan Hampers Pohon Natal Mini.

Baca Juga: Strategi Merebut Peluang E-Commerce Selama Musim Liburan Natal dan Tahun Baru

 


Nah, setelah mengetahui beberapa cara melatih kreativitas di atas, Anda dapat langsung mempraktekkannya ke dalam bisnis hampers Anda! Perlu diingat bahwa dalam menjual hampers tidak selalu hanya berhubungan dengan kue-kue kering saja, lho

Dalam menentukan hampers seperti apa yang akan Anda buat jangan lupa untuk melakukan riset serta trial terlebih dahulu agar ide Anda dapat dieksekusi dengan matang.

Anda juga harus mengutamakan orisinalitas ide serta kebermanfaatan yang ditawarkan oleh produk jualan Anda. Anda dapat berkonsultasi dengan praktisi dan trainer usaha dari Daya.id mengenai cara untuk memulai usaha yang baik dan benar.  

Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi pengembangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS