Dirilis

29 Agustus 2022

Penulis

Thomas Aquino Herly Marwanto

Apa definisi aset digital? Jangan-jangan sebenarnya Anda sudah punya aset digital hanya saja belum  menyadarinya. Pernah dengar kata aset crypto?

Nah, digital asset (aset digital) merupakan segala macam tulisan atau media yang diformat dalam bentuk file biner. File biner sederhananya adalah file yang berisi informasi yang disimpan dalam bentuk bit dan byte, seperti bentuk pada memori RAM (komputer). 

Aset ini dikategorikan sebagai barang nyata yang bisa kita klaim kepemilikan dan kontrol atas nilainya. Jadi kita bisa investasi pada aset digital ini. Menariknya, aset ini cakupannya tidak melulu uang, tetapi juga bernilai emosional, rahasia, dan juga bersifat pribadi.   

Contohnya apa? Ya, tentu saja akun media sosial, domain blog atau ID untuk mengakses online games. Dimana lagi kita dapat melalukan investasi digital asset (aset digital)? Yuk, cermati hal-hal di bawah ini.

 

Peluang-peluang  Investasi Aset Digital

Jelasnya, inilah aset digital yang dapat Anda jadikan pilihan investasi dan membuat pendapatan Anda bertambah.

 

1. Mata Uang Crypto


Mata uang crypto adalah salah satu bentuk aset digital yang masih menjadi kontroversi di Indonesia, paling tidak hingga tulisan ini dibuat. Kenapa? Karena sampai saat ini di Indonesia belum ada aturan jelas mengenai investasi aset digital dalam bentuk mata uang crypto.

Sebagai informasi, tahukah Anda, mata uang crypto atau cryptocurrency merupakan sebuah mata uang digital yang pertama kali diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto. Ia merupakan penemu salah satu produk mata uang crypto yang dikenal sebagai Bitcoin.

Bitcoin sampai tulisan ini dibuat, tidak dilindungi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia karena investasi dengan bitcoin terlalu berisiko dan dikendalikan oleh miliarder. Di kala transaksi sedang tinggi, nilai bitcoin turut naik. Namun suatu saat nilainya dapat  anjlok di kala terjadi penjualan besar-besaran. Dibandingkan dengan mata uang seperti Dollar Amerika dan Euro, nilai tukar bitcoin masih jauh di atas langit dan masih kurang aman apabila dijadikan sarana investasi jangka panjang.  Hanya saja, peminatnya sejauh ini masih tetap tinggi.

 

2. Caviar 

Merupakan kombinasi antara aset crypto dengan penghasil pendapatan yang relatif stabil. Dengan demikian risiko investasi caviar akan lebih kecil dibandingkan bitcoin. Caviar juga relatif lebih stabil, transparan dan dikelola oleh orang yang berpengalaman. Caviar yang dibeli,  akan dijual ke Amerika Serikat untuk  mendapat keuntungan besar yang jumlahnya dapat mencapai ribuan bahkan jutaan dolar. Kalau Anda mau bergabung, pelajari mekanisme investasi terlebih dahulu sebelum menelan kerugian besar di masa mendatang.

 

3.  Reksa Dana dan Saham


Kini investasi reksa dana dan saham termasuk ke dalam investasi aset digital. Kenapa? Sebab transaksinya sudah dapat dilakukan secara online. Misalnya melalui marketplace, aplikasi jasa keuangan, atau aplikasi-aplikasi yang saat ini banyak beredar.

Harga saham secara online tidak beda dengan  offline. Dengan demikian investor tidak dirugikan oleh karena adanya perbedaan metode pembelian. Bagi Anda yang belum memiliki reksa dana dan saham, bisa cari di aplikasi-aplikasi jasa keuangan, ke bank, atau bisa juga mendatangi kantor sekuritas terdekat. Untuk membuat akun, biasanya minimai menyerahkan identitas diri dan kartu keluarga. 

Baca Juga:  Cara Mudah Mendaftar Investasi Sekuritas untuk Pemula

 

4. Media Sosial

Aset digital selanjutnya sudah dijamin tidak asing bagi Anda. Hayo, siapa yang follow banyak influencer atau selebgram di akun media sosialnya. Akun media sosial para influencer atau selebgram  ini merupakan salah satu perwujudan dari aset digital lho.

 

5. Afiliasi E-Commerce Link 

Afiliasi ini biasanya disematkan pada sebuah platform online, seperti media sosial, blog dan akun YouTube. Komisi akan diperoleh apabila pengunjung mengklik link afiliasi dan berbelanja lewat link yang diberikan. Jadi hal ini merupakan salah satu trik influencer dunia untuk mendapat penghasilan tambahan. Jadi link afiliasi ini termasuk aset digital karena secara tidak langsung dapat menghasilkan pundi-pundi uang. 

 

6. Banner Iklan

Menaruh iklan berupa AdSense di blog atau akun YouTube tentu berpotensi menghasilkan uang. Besar kecilnya uang yang dihasilkan tentunya juga tergantung kepada popularitas pemilik akun, dihitung dari jumlah pembaca, serta penonton yang subscribe. Pendapatan iklan terhitung jikalau pembaca tidak sengaja mengklik iklan tersebut atau bahkan menonton iklan sampai habis. Apabila iklan tersebut dilewatkan, tentu pemilik akun belum bisa mendapatkan uang dari AdSense

 

Manfaat Investasi Aset Digital

Sekarang saatnya Anda harus tahu manfaat penting investasi aset digital. Apa saja ya?

 

1. Membentuk Citra Diri Anda

Tadi sudah disampaikan kalau salah satu aset digital paling umum dimiliki adalah media sosial. mulai dari Facebook, LinkedIn, Instragram, atau Twitter. Dengan memiliki aset digital tersebut, Anda dapat membentuk citra diri agar bisa lebih dikenal oleh banyak orang.

 

2. Alternatif Menambah Pemasukan

Dengan memiliki aset digital berupa banyak followers di media sosial, akan ada peluang banyak brand yang mau mengiklankan produk mereka di laman media sosial Anda. Dengan demikian terjadilah peluang pundi-pundi uang bakal masuk ke kantong Anda sebagai passive income. Kadang pemasukannya tidak selalu berbentuk fresh money, tetapi berbentuk barang yang ingin dipromosikan. Tetap saja untung bukan? Karena Anda tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli produk tertentu. 

Baca Juga:  Panduan Jitu dan Cara Menjadi Investor yang Sukses dan Kaya Raya

 

3. Dapat Dipindah Tangankan kepada Istri, Anak atau Sanak Saudara

Mirip dengan investasi saham atau reksa dana, di investasi aset digital informasi tentang ahli waris akan dituliskan secara jelas saat pembuatan akun. Jika hal-hal yang tidak terduga dan tidak diinginkan menimpa pemilik akun, maka ahli waris berhak mengelola atau mencairkan aset yang sudah diinvestasikan. 

 

4. Sebagai Dana Darurat 

Akun media sosial, link afiliasi, dan database tertentu dapat dijual kapan ketika  Anda membutuhkan uang, itulah yang dimaksud sebagai dana darurat. Penjualan aset digital memang butuh proses, tetapi hasilnya akan cukup memuaskan karena Anda dapat memperoleh keuntungan sangat besar. 

Jadi investasi aset digital itu tidak hanya aset crypto saja ya. Banyak jenisnya dan ada manfaatnya buat menambah penghasilan. Jika benar mau investasi, pilihlah digital asset yang paling aman, di balik keuntungan yang didapat.  

Ingat, selalu ada  risiko yang harus ditanggung saat berinvestasi termasuk pada aset digital. Pahami betul kelebihan dan kelemahan setiap aset digital sehingga  aset yang diinvestasikan akan benar-benar membuahkan hasil dalam jangka panjang.  

Apabila Anda masih butuh informasi lebih lanjut tentang investasi aset digital, silakan manfaatkan fitur Tanya Ahli ya, dengan lebih dulu mendaftarkan diri di Daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

M yusuf hutasuhut

30 Agustus 2022

Keren

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Alviko Ibnugroho

Perencana Keuangan

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS