Bermula dari Usaha Sampingan, Pria Ini Sukses Kembangkan Waralaba Barbershop dengan Omzet Puluhan Juta

Dirilis

10 November 2021

Penulis

Majalah Franchise Indonesia, Mitra Strategis Program Daya Sejak 2014

Pengusaha

Irenaeus Pramantya Kusuma

Jenis Usaha

Pemilik Franchise Wani Klimis Barbershop

Awalnya hanya bisnis sampingan, pria bernama Irenaeus Pramantya Kusuma ini sukses meraih omzet bisnis yang menggiurkan. Seperti apa kisah suksesnya? 

Pramantya awalnya menekuni usaha distro yang menjual pomade Wani Klimis dan pomade impor. Usahanya pun laku keras di Semarang. Meskipun usaha pomade-nya sudah laku keras, Ia tidak menutup mata untuk membuka peluang usaha lainnya. 

Ia melihat peluang usaha pangkas rambut yang tengah naik daun di Semarang. Karena usaha sebelumnya berurusan dengan rambut, Ia berpikir untuk membuka jasa pangkas rambut. Ia pun membuka usaha pangkas rambut sebagai usaha sampingan di distronya dengan bermodalkan Rp 30 juta pada Desember 2014. 

Tidak disangka, usaha yang awalnya hanya iseng-iseng sebagai sampingan tersebut malah lebih berkembang dari usaha sebelumnya. Usaha pangkas rambut yang dia beri nama Wani Klimis Barbershop ini berkembang pesat dan berekspansi ke berbagai daerah.  

 

Bisnisnya Tetap Sukses Meskipun Tidak Memiliki Perencanaan Khusus


Ketika mengawali usaha ini, Pramantya mengaku tidak memiliki perencanaan khusus. Saat itu, Ia hanya berpikir untuk memasarkan produk pomade, kaos, dan topi Wani Klimis ke masyarakat luas. Meskipun tidak memperdulikan perencanaan usahanya, Ia tetap membuat analisa usaha ketika mengawali usaha barbershop

Pramantya melakukan riset harga, konsep, dan fasilitas barbershop yang sesuai dengan lingkungan di mana lokasi usahanya berada. Pramantya juga belajar dari temannya yang sudah buka barbershop. Ia juga memanfaatkan sumber belajar lain dari situs web, YouTube, workshop, dan lain-lain.

Sampai akhirnya ketika ketika usaha barbershop-nya sudah dibuka, Ia menawarkan promo opening dan balik modal 4 bulan setelahnya. Pramantya tidak menyangka bahwa bisnisnya akan mendapatkan untung banyak, Ia mendapatkan omzet 8-10 juta sebulan pada saat itu.

Alasan kuat dirinya memulai berbisnis barbershop adalah karena bisnis tersebut hanya memerlukan modal besar sekali di awal dan sifatnya abadi. Ia berpikir selama manusia masih memiliki rambut yang tumbuh di kepala maka akan bisnis ini akan selalu dibutuhkan.

 

Tetap Untung Mesti Terdampak Pandemi

Saat  ini, Wani Klimis memiliki 16 gerai. Namun karena terdampak pandemi, tiga buah gerainya harus tutup. Pengalaman kehilangan gerainya itu Ia jadikan pelajaran agar lebih giat berusaha dan tetap semangat. Untuk penjualan pomade, dalam sebulan Wani Klimis terjual 10-15 item saja, masih jauh dari target normal. Harganya dipatok mulai 20 ribu hingga ratusan ribu.

Meskipun sudah kehilangan gerai dan kondisi pandemi ini masih berlangsung dan penjualannya menurun, Wani Klimis masih membukukan omzet yang cukup menggiurkan. Meskipun belum mendapatkan omzet normal seperti yang didapatkan sebelum adanya pandemi, Wani Klimis tetap mendapatkan rata-rata omzet 20 jutaan sebulan.

 

Bertahan di Pasar dengan Berinovasi 

Ia melakukan beberapa inovasi dan modifikasi untuk pomade Wani Klimis, antara lain meluncurkan varian oil based ditambah water based. Lalu Wani Klimis membuat ukuran yang besar dan kecil dengan harga yang berbeda agar dapat menjangkau target pasar yang luas. Ia juga melakukan pembaruan kemasan pomade-nya. Untuk memasok bahan baku, Ia memlih bahan dan alat yang bisa dibeli di toko-toko yang kompeten dan murah di Semarang. 

Di masa pandemi yang penjualannya menurun drastis. Ia menghadapinya dengan melakukan beberapa inovasi yang mampu mendongkrak omzet bisnisnya. Yang jelas tetap berinovasi, munculkan hal baru yang orang butuh saat ini. Terus mencari dan belajar di sekitar. Pasti adaptasi perlu, untuk mengembangkan usaha barbershop ini.

 

Suka Duka dalam Menjalani Bisnis

Pramantya mengaku tidak banyak hambatan dari bisnis ini. Hanya kendala modal saja. Pada awal mula Ia mendirikan bisnis barbershop, Ia masih bekerja sebagai karyawan. Pramantya nekat meminjam mobil sang Ibu untuk diserahkan ke bank dan mendapatkan modal Rp 30 juta.

Adapun soal produksi pomade Wani Klimis relatif aman. Kendalanya hanya pada saat perizinan BPOM. Begitupun dengan tenaga kerja. Dari awal, Pramantya sangat mudah mendapatkan langsung 3 orang. Ia selalu membuka kesempatan kerja untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman. Kemudian para pekerjanya diberikan pelatihan sambil bekerja.

 

Membuka Kesempatan Berbisnis 


Bagi yang berminat dengan peluang usahanya, Wani Klimis mengajak belajar usaha bersama.  Wani Klimis menawarkan investasi mulai 75 juta dengan target maksimal BEP-nya satu tahun. Saat ini, kinerja bisnisnya relatif baik. Beberapa gerai dia kembangkan menjadi usaha franchise dan tim support usaha seperti partnership, suplai SDM, konsultan, barber managerial, dan private course. Kini sudah 16 gerai di Semarang, Solo dan Jogja.

Pramantya tidak memiliki resep sukses khusus dalam mengelola bisnisnya. Menurutnya, kuncinya adalah membangun relasi. Perbanyak main kesana kemari, masuki lingkungan baru, miliki rasa ingin tahu yang tinggi dan terus belajar. Ia juga menyarankan untuk memperbanyak pemasaran di media sosial untuk meningkatkan penjualan.


Pramantya adalah salah satu pebisnis yang sukses membangun bisnis waralaba. Anda tertarik mengikuti jejak suksesnya? Yuk konsultasi dengan pakar bisnis waralaba di Daya.id agar bisnis yang Anda jalankan semakin matang dan sukses.

Untuk kisah sukses pengusaha inspiratif lainnya, Anda bisa membacanya di Daya.id. Yuk daftar dan kunjungi Daya.id sekarang juga!
 

Penilaian :

4.7

7 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS