Efek Iri ke Pemilik Toko

Dirilis

19 November 2017

Penulis

Daya Tumbuh Usaha

Pengusaha

Jejen Zaenudin

Jenis Usaha

Toko Variasi Mobil “BMV”

Jejen Zaenudin dulunya bekerja di sebuah toko variasi mobil di Palembang sejak tahun 2002. Merasa iri karena pemilik toko tempatnya bekerja mendapat untung besar sementara gaji yang ia terima pas-pasan, Jejen bertekad ingin memiliki usaha sendiri.

Pada tahun 2006, Jejen membawa keluarganya pindah ke Bengkulu. Di kota ini Jejen memulai usaha toko variasi motor berbekal pengalaman dan keterampilan bekerja di Palembang, serta modal Rp2,5 juta. Sayangnya usaha ini ternyata tidak berkembang seperti yang diharapkan, karena keterbatasan stok barang, sedangkan untuk memperbanyak stok butuh tambahan modal.

Jejen memutuskan memanfaatkan fasilitas pinjaman tambahan modal dari bank sebesar Rp10 juta pada tahun 2009. Pinjaman tambahan modal tersebut, ia gunakan untuk membeli stok barang dagangan di Bandung, Jawa Barat. Kenapa pilih yang jauh? Memang jauh, tapi menurut Jejen, harga barang di Bandung jauh lebih murah daripada di Bengkulu. Makanya, ia memilih berangkat ke Bandung untuk membeli barang dalam jumlah yang banyak agar bisa dijual kembali dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran yang ada di Bengkulu.

Beralih ke Mobil
Seiring dengan berkembangnya usaha, Jejen beralih ke variasi mobil karena peluang dan untungnya lebih menjanjikan. Toko variasi mobilnya diberi nama BMV, singkatan dari Bandung Mobil Variasi. Di bidang usaha ini, Jejen mengakui persaingannya sangat ketat. Terlebih di wilayahnya, ia bukan satu-satunya pemilik usaha variasi. Namun hal tersebut tidak membuatnya khawatir, Jejen yakin tetap lebih unggul karena ia rajin mengikuti pelatihan wirausaha. Sehingga ia lebih tahu bagaimana mengelola usaha seperti cara mendapatkan untung yang lebih besar dan memanfatkan peluang usaha di banding para pesaingnya.

Tahun 2011, ia kembali dipercaya mendapat pinjaman tambahan modal lagi dari bank sebesar Rp30 juta. Tambahan pinjaman modal kali ini digunakan untuk renovasi tempat usaha dan menambah jumlah stok barang.

Kini, BMV semakin dikenal di daerah Pasar Pedati hingga Argamakmur. Omzetnya mencapai Rp60 juta per bulan. Dalam mengelola keuangan dan menata persediaan barang dagangan, Jejen dibantu istrinya dan seorang karyawan. Ke depannya, ia ingin memiliki perkebunan sawit untuk menikmati hari tuanya.







 

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS