Lanang Barbershop, Dari Modal Pinjaman Menjadi Waralaba Pangkas Rambut Ternama

Dirilis

22 April 2020

Penulis

Majalah Franchise Indonesia, Mitra Strategis Program Daya Sejak 2014

Pengusaha

Ir. Jakub Nurtjahjono

Jenis Usaha

Pemilik Franchise Lanang Barbershop

Di industri franchise, nama Lanang Barbershop sudah tidak asing lagi. Gerai pangkas rambut khusus pria ini kini sudah memiliki lebih 100 cabang yang tersebar di Jabodetabek dan Semarang. Dengan tarif sekali potong antara Rp25.000 – Rp60.000, ada lebih dari 50.000 orang yang potong rambut di seluruh gerai Lanang setiap bulannya. Wah, terbayang kan berapa omzet yang didapat per bulannya? Rata-rata mitra bisnis yang bergabung dengan Lanang Barbershop mengaku balik modal dalam kurun waktu 2 tahun lho! Siapa sangka suksesnya usaha pangkas rambut milik Ir. Jakub Nurtjahjono ini dulunya dirintis dengan modal pinjaman.

Dengan modal sebesar Rp25 juta yang dipinjam dari kerabat, Jakub mulai usaha pangkas rambut khusus pria pada Desember 2007 yang diberi nama Lanang Barbershop. Setelah observasi selama 2 minggu, ia memilih lokasi usaha di Jl. Haji Taisir dekat Kampus Bina Nusantara di Kemanggisan. Selain dekat dengan target pasar mahasiswa, lokasi tersebut juga dekat dengan pemukiman warga. Menurutnya, orang-orang membutuhkan pangkas rambut yang dekat dengan rumah dan ber-AC agar lebih nyaman sementara saat itu pangkas rambut dengan fasilitas tersebut masih sangat jarang.

Barbershop baru harus siap berjuang menghadapi masalah 
Masalah pelanggan adalah yang pertama dihadapi, karena meski sudah memilih lokasi yang dinilai strategis, usaha Jakub tidak serta merta didatangi banyak pelanggan. Ia bahkan harus rela tetap melayani pelanggan tanpa libur demi menutup biaya usaha dan modal pinjaman yang harus segera dikembalikan. “Karena setelah 24 bulan, modal yang saya pinjam harus dikembalikan,” katanya. Masalah atau tantangan selanjutnya  yang harus ia hadapi dalam usaha barbershop yaitu mencari stylist. “Sulit mencari stylist, kalaupun ada tidak semuanya bisa cocok dengan cara kerja kami,” ungkap pria berpembawaan kalem ini. Makanya, akhirnya Jakub membuat training untuk meningkatkan keahlian para stylist selain pendekatan khusus kepada mereka. 

Awalnya, Jakub menawarkan banyak pelayanan untuk memenuhi kebutuhan rambut pria, namun nyatanya tidak semua pelayanan tersebut diterima pelanggannya. “Awalnya kami punya banyak jenis service untuk pelanggan, tapi para pelanggan pria ini justru tidak terlalu suka banyak service. Akhirnya malah kita kurangi,” jelasnya. 

Untuk mengenalkan Lanang Barbershop ke masyarakat luas, Jakub tetap mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut karena menurutnya promosi dengan cara ini memiliki kekuatan tersendiri. “Tidak mudah memasarkan usaha yang baru dirintis, karena faktor kepercayaan dari masyarakat belum ada,” jelasnya. Ketika masyarakat sekitar sudah mulai percaya, barulah ia membuat liputan di beberapa media untuk menjangkau lebih banyak orang.

Sampai saat ini, tentu banyak suka duka yang dialami Jakub dalam perjalanan usaha barbershopnya. Yang paling membuatnya bangga adalah ketika usahanya bisa membantu menciptakan lapangan pekerjaan. Meski enggan menceritakan detilnya, Jakub mengaku pernah juga ditipu oleh investor dan stylist-nya, inilah duka yang paling membekas baginya sampai sekarang. Namun pria yang hobi travelling dan kuliner ini tidak ingin berlarut-larut menyikapi hal tersebut. “Dalam berbisnis yang perlu dilakukan adalah doa dan kerja saja,” pungkasnya. 
 
Fokus mengikuti passion bisnis barbershop
Kesuksesannya mengembangkan usaha barbershop, ternyata sempat membuat Jakub tergoda mencoba usaha lain dibidang farmasi dan plastik. Namun, usaha tersebut akhirnya gulung tikar. “Pada akhirnya saya tinggalkan, karena memang passion atau antusiasme bekerjanya di barbershop,” tukasnya. 

Tak puas menjadikan Lanang Barbershop sebagai salah satu waralaba dengan jumlah jaringan bisnis terbesar di Indonesia, kedepannya Jakub masih akan membuka setidaknya 200 cabang Lanang Barbershop dan beberapa master franchise di beberapa daerah Indonesia. 

Wah, semoga semakin sukses yah Pak Jakub!



 

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS