Membangun Bangsa Melalui Lembaga Konseling dan Pengembangan Diri

Dirilis

09 Mei 2022

Penulis

Aliah Abdullah

Pengusaha

Ratih Ibrahim

Jenis Usaha

Lembaga Konseling dan Pengembangan Diri "Personal Growth"

Ratih Ibrahim dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang memiliki idealisme untuk membangun bangsa. Makanya, selepas SMA, Ratih mendaftar ke jurusan psikologi di Universitas Indonesia, dengan harapan, ia dapat membagi ilmu kepada orang lain, agar dapat memberikan solusi atas hal yang disampaikan orang lain.

Baca Juga: Konsultan Pemula, Ini Cara Susun Proposal Usaha Konsultasi

Ayahnya menginginkan Ratih menjadi akuntan. Sang Ibu mendukung keinginan itu. Tapi Ratih sendiri ingin menjadi seniman, dan nyatanya ia juga mendaftar ke jurusan seni rupa. Psikologi merupakan pilihan berikutnya, hasil negosiasi Ratih dan Ibunya. Dan pada akhirnya, Ratih berkuliah di jurusan psikologi.

 

Dari Guru Hingga Menjadi Psikolog Populer


Setelah lulus dari jurusan psikologi pada 1992, Ratih bekerja sebagai psikolog sekaligus guru di sebuah sekolah ternama di Jakarta. Ratih sangat mencintai pekerjaannya saat itu, karena sesuai dengan idealismenya yang ingin selalu memberikan manfaat kepada orang lain. 

Tapi ketika sudah menikah dan memiliki anak, Ratih memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai guru di sekolah dan tidak bekerja di institusi tertentu. Ratih memutuskan menjadi ibu rumah tangga dan juga mengikuti suami yang sedang dinas keluar kota. 

Namun ia masih mempunyai banyak kegiatan, seperti, tetap menjalankan profesinya sebagai seorang psikolog dengan menerima klien, Ratih juga masih dapat menulis artikel, membuat modul pelatihan, mengelola rubrik di majalah Cosmopolitan, mengelola sebuah acara di stasiun TV O-Channel dan Female radio, hingga Ratih berperan sebagai seorang aktivis perempuan untuk kesetaraan gender dengan menjadi koordinator mitra perempuan. Saat itu, Ratih juga menjalankan peran sebagai seorang dosen, menjalankan hobinya melukis dan berkebun, serta mengelola restoran miliknya.  

Ibu dari dua anak ini bergabung dengan Lembaga Psikologi Terapan (LPT) Universitas Indonesia di tahun 2001. Di tengah jumlah kliennya yang terus bertambah, ada beberapa yang membutuhkan penanganan khusus. Klien yang memiliki hubungan dekat dengan Ratih bisa melakukan konseling di rumahnya. Ratih juga bisa mengadakan konseling di restoran miliknya atau di rumah klien yang perlu dikunjungi, khususnya bagi yang sulit bepergian karena terhalang kondisi kesehatan. 

Dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami untuk menjawab pertanyaan klien terkait kehidupan manusia dari perspektif psikologis, Ratih telah menjadi seorang psikolog yang populer dan sering tampil di media massa. 

Terkait permintaan yang cukup banyak dari para kliennya untuk membuka praktek pribadi, Ratih akhirnya memutuskan untuk membuka praktek pribadi yang ia namai Personal Growth. 

 

Awal Mula Berdirinya Personal Growth


Personal Growth didirikan pada tahun 2003 oleh Ratih. Filosofi dari kata ‘Personal Growth’ adalah pengembangan diri. Ratih ingin menampilkan sikap rendah hati, sehingga semua yang bekerja menjadi bagian dari sebuah keluarga. 

Ratih memahami bahwa nama adalah sebuah doa. Oleh karena itu, harapan Ratih siapapun yang ada di dalam maupun yang berinteraksi dengan Personal Growth, merasakan perkembangan, pertumbuhan, atau perubahan dalam dirinya.

Tapi bagaimana Ratih bisa memulai Personal Growth?

Personal Growth dapat terwujud dari setiap fee yang Ratih peroleh. Hasil tersebut ia tabung dan hargai sebagai modal usaha dalam membangun Personal Growth. 

Awalnya Ratih menginvestasikan uang tersebut dengan membeli komputer rakitan seharga Rp3,5 juta yang ia gunakan untuk menulis hasil wawancara, membuat survei dan riset, serta menulis karya di berbagai majalah dan media massa terkenal. 

Seiring dengan berkembangnya teknologi, bertambahnya klien dan pekerjaan, Ratih menambah laptop, proyektor serta printer untuk memudahkannya bekerja dimanapun, dan kapanpun. Ratih juga merekrut seorang asisten dan membangun tim dari orang-orang yang dikenalnya. 

Pada saat awal berdiri, Personal Growth belum memiliki bangunan sendiri. Oleh karena itu, Ratih memanfaatkan restoran yang dimilikinya sebagai tempat untuk menerima dan bertemu klien. Jumlah klien yang diterima terus bertambah, hingga di tahun 2007, Ratih menerima dukungan dari suaminya yang menyediakan ruang kerja nyaman di atas garasi rumahnya.  

Ketika membuka praktik pribadi, Ratih hanya memiliki satu orang asisten. Mengingat pekerjaannya yang terus meningkat, Ratih mulai merekrut anggota tim Personal Growth lainnya yang merupakan lulusan terbaik dari berbagai jurusan dan universitas. Beberapa dari mereka adalah lulusan sarjana Psikologi, Ekonomi, Akuntansi. Secara selektif, Ratih memilih ‘the best talent’ melalui asesmen inteligensi dan kepribadian. 

Seiring berjalannya waktu, jumlah klien yang datang kerumah semakin bertambah sehingga menimbulkan kekhawatiran. Hal ini karena klien-klien datang dengan berbagai masalah pelik, kadang mengerikan, dan berpotensi membahayakan penghuni rumah. Apalagi saat itu anak-anak Ratih masih kecil. Akhirnya pada tahun 2012, Ratih memutuskan untuk memindahkan tempat praktiknya dari rumah ke rukan Aries Niaga, di daerah Jakarta Barat.  

 

Pemasaran Word-of-Mouth

Metode pemasaran yang Ratih gunakan adalah word-of-mouth. Kualitas layanan yang Ratih berikan  membuat klien makin percaya dan senang merekomendasikan Ratih kepada orang di sekelilingnya. Hal lain yang menjadi keunggulan Ratih adalah jasa konsultasi yang diberikan secara pro-bono. Kedua strategi ini menjadikan Personal Growth semakin terkenal secara luas. Hal ini terbukti dari klien Personal Growth yang tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga wilayah lain di Indonesia, bahkan dari negara-negara lain.  

Angka pertumbuhan Personal Growth terus meningkat secara konsisten, hingga mencapai 3% setiap tahun. Melalui layanan unggulan yang diberikan, klien-klien tetap bertambah dari tahun ke tahun, bahkan ada yang sudah menjadi klien Personal Growth hingga belasan tahun. 

Target pasar Personal Growth adalah klien menengah ke atas, Ratih sangat menjaga kualitas layanan dengan memperhatikan brain, behavior dan body (BBB) pada timnya.  Menurut Ratih, salah satu cara menilai seorang psikolog adalah melalui penampilan, karena itu bisa menggambarkan harga diri dan apresiasi mereka kepada klien. Oleh karena itu, Ratih bersedia untuk memberikan arahan dalam mendandani timnya dan kadang ia akan mengeluarkan modal sendiri agar timnya terlihat lebih menarik dan berkelas. 

 

Mengelola Tim Personal Growth

Dalam mendapatkan karyawan, Ratih menggunakan strategi open recruitment word-of-mouth untuk mempromosikan Personal Growth. Sosok Ratih yang cukup dikenal di masyarakat luas membuat banyak anak muda yang ingin bekerja dengan Ratih. 

Ambisi Ratih merekrut anak muda adalah ingin menjadikan mereka tumbuh menjadi sosok yang berkarakter dan mampu memberikan layanan terbaik kepada kliennya. Sebagai alumni dari fakultas Psikologi UI, Ratih memberikan kesempatan kepada alumni S1 dan S2 Psikologi UI untuk magang di Personal Growth. Ratih melihat adik angkatannya yang bergabung di Personal Growth tumbuh sesuai dengan yang diharapkannya. 

Di samping itu, Ratih juga bekerjasama dengan beberapa universitas untuk merekrut anak muda yang berprestasi dari berbagai latar belakang pendidikan untuk bergabung di Personal Growth. Namun kadangkala anak-anak muda yang telah Ratih rekrut tidak sesuai dengan ekspektasinya, sehingga diantara mereka ada yang pergi meninggalkan Personal Growth. 

Sadar bahwa timnya adalah kalangan muda yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, Ratih menganggap keberagaman kemampuan yang dimiliki timnya merupakan nilai tambah bagi Personal Growth. Untuk menciptakan dan mempertahankan pola pikir yang kreatif, Ratih melakukan investasi yang tidak sedikit dalam mengembangkan kreativitas timnya untuk membuat dan menyajikan konten yang menarik serta berkualitas. Agar timnya berpikir kreatif, Ratih membuka wawasan timnya dengan berlangganan majalah luar negeri, melihat dunia luar dengan mengajak timnya jalan-jalan ke luar negeri, atau mengajak timnya bersama-sama nonton ke bioskop. “Saat jalan-jalan, saya akan membuat tim saya berkesan dengan yang dialaminya dan saya akan bertanya apa yang membuat mereka berkesan, juga insight yang didapat ketika sedang jalan-jalan, apakah ada hal yang perlu ditingkatkan atau ada ide baru untuk Personal Growth”, demikian Ratih memaparkan metode fun learning yang diterapkannya.

Ratih juga memaparkan pola kerja yang diterapkannya dalam menghadapi para milenial, yaitu dengan menyesuaikan atau memposisikan dirinya dengan milenial, sehingga mereka merasa tidak ada perbedaan ketika menghadapi pimpinannya. Ratih juga mengutamakan komunikasi yang terbuka dalam membangun leadership yang efektif di Personal Growth. Misalnya, Ratih melibatkan timnya dalam melakukan proses rekrutmen tim dan memberikan kesempatan kepada timnya untuk mengemukakan pendapat.

 

Layanan Jasa Konsultasi Personal Growth di Masa Pandemi

Pandemi memberikan berkah tersendiri bagi Personal Growth, salah satunya menjadikan tampilan situs Personal Growth lebih lengkap dan menarik. Hal ini ia lakukan karena di masa pandemi terdapat keterbatasan kegiatan tatap muka dan lebih mengedepankan layanan daring, sehingga Ratih perlu melakukan perubahan pada situsnya. Metode konseling yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka diubah menjadi daring. Jika sebelumnya klien mendaftar konseling melalui sekretaris Ratih, maka selama masa pandemi proses pendaftaran dilakukan melalui situs Personal Growth yaitu, www.personalgrowth.co.id.  

Kondisi ini menjadi tantangan bagi tim Ratih untuk beradaptasi dengan metode konseling secara daring. “Saya sampaikan ke tim saya, apabila kamu tidak mau beradaptasi dengan kondisi saat ini, maka kamu tidak akan mendapatkan income. Saya memberikan kesempatan kepada tim psikolog saya untuk membagikan cara melakukan konseling secara daring. Saya memahami proses adaptasi ini tidak mudah. Namun saya merasa beruntung memiliki tim dengan karakter yang pintar, mudah beradaptasi, efisien, profesional, dan berdedikasi tinggi sehingga hikmah dari pandemi adalah keahlian tim saya menjadi lebih meningkat.” Demikian penjelasan Ratih.

Pandemi juga membuat klien Personal Growth bertambah. Jika sebelumnya rata-rata kasus yang ditangani sejumlah 5-6 klien dalam sehari, setelah pandemi jumlah klien bertambah menjadi 8-12 klien per hari. Hal ini karena klien bisa ditangani secara tatap muka dan bisa pula secara daring. 

 

Masa Depan Personal Growth 

Saat ini Personal Growth tidak membuka cabang, karena ingin tetap menjaga kualitas layanan dengan harga yang premium. Dalam mengembangkan Personal Growth ke depannya, Ratih ingin mencari investor lain sebagai upaya meningkatkan produk dan kualitas layanannya. Ratih tidak mau timnya merasa puas dengan keberhasilan saat ini. Ratih ingin timnya selalu meningkatkan kemampuan adaptasi, keinginan belajar terus menerus dan tentunya kualitas layanan yang tetap terjaga setiap saat. 

Sebagai seorang pemimpin, Ratih menganggap timnya sebagai teman. Ratih memberikan kesempatan kepada timnya untuk terus berkembang agar nantinya dapat menggantikan Ratih untuk memimpin Personal Growth. Ratih juga berharap ke depannya makin banyak anak-anak muda yang pintar serta idealis yang bergabung di Personal Growth.

Ratih berpesan agar dalam bekerja, timnya melakukan pekerjaan dengan antusias dan semangat. ”Jika kita mencintai apa yang akan kita lakukan, maka energi positif yang kita miliki akan dapat dirasakan orang lain dari pekerjaan kita. Saya berharap, anak-anak muda sekarang mempunyai jiwa survival dalam kondisi apapun yang mereka hadapi. Pandemi tidak akan berakhir dalam waktu dekat, namun kondisi ini akan membuat kita tumbuh menjadi jiwa yang kuat. Terapkan gaya hidup yang sehat, pola pikir yang sehat secara konsisten, serta tumbuhkan rasa empati kepada orang lain,” Ratih menutup.

Jika Anda terinspirasi dengan kisah Ratih Ibrahim dan ingin membaca kisah menarik lainnya, silakan daftarkan diri Anda di daya.id. Anda juga bisa berkonsultasi dengan bisnis coach di Tanya Ahli.

Penilaian :

5.0

4 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS