Sukses Menggarap Pasar Menengah Roti Kopi

Dirilis

09 April 2021

Penulis

Majalah Franchise Indonesia, Mitra Strategis Program Daya Sejak 2014

Pengusaha

Ahmad Reza Kurnia Rahman

Jenis Usaha

Pemilik Franchise ROPI (Roti Kopi)

Melihat pangsa pasar roti kopi di segmen menengah yang belum digarap secara serius, membuat naluri bisnis Ahmad Reza Kurnia Rahman menguat. Ia berpikir untuk menggarap pasar tersebut, dengan lebih dulu melakukan persiapan. 

 

Rancang Business Plan dan Kolaborasi


Maka itu, langkah awal yang dilakukan pria yang akrab disapa Reza ini adalah menganalisis terlebih dahulu potensi pasar camilan roti yang sedang berkembang, yang dilanjutkan membuat perhitungan biaya produksi dengan dibantu oleh tim ahli. 

Setelah merampungkan analisis bisnisnya dan sudah menyiapkan business plannya, dengan keyakinan tinggi ia merogoh kocek berkisar Rp50-70 juta untuk merintis usaha yang kemudian dia beri nama Ropi pada tahun 2017. Ia menarget kalangan menengah dengan harga produk yang sangat terjangkau. 

Sistem marketing dirancang juga dengan baik, kualitas produk yang selalu dijaga, hingga tampilan desain outlet yang dibuat semenarik mungkin. Bahkan untuk menunjang kualitas juga kuantitas produksi, Reza membangun pabrik di Klaten, selalu mengikuti perkembangan trend, serta bertemu dengan orang-orang baru yang sudah memiliki pengalaman di berbagai bidang usaha. Produk yang dibuat pun praktis, karena sudah dalam bentuk frozen (beku), sehingga sangat mudah untuk selanjutnya diproses di outlet.

Untuk perlengkapan, seiring dengan kemajuan teknologi pangan saat ini, peralatan dan perlengkapan yang menunjang proses produksi untuk usahanya sudah sangat mudah untuk didapatkan.

Pemasaran di awal dilakukan secara online dengan beriklan di beberapa social media, juga secara offline yaitu dengan aroma kopi yang bisa tercium di outlet-outlet.  Beriklan di social media, dan memperbanyak outlet membuat Ropi semakin mudah untuk dijangkau semua kalangan. 

Dalam berbisnis, ia menerapkan kolaborasi, pemberdayaan, dan nasionalisme. Kolaborasi bisnis ini adalah urunan modal dari investor. Jadi diperlukan transparansi pengelolaan bisnisnya, sehingga mereka membuat web system, agar investor bisa tahu laporan penjualan harian, laporan laba rugi bulanan. Dan pembagian hasil usaha dalam periode per 3 bulan.

 

Punya Target dan Berinovasi

Reza berhasil membuat Ropi menjadi salah satu peluang usaha dengan pertumbuhan yang cukup moncer di industri franchise. Kini Ropi memiliki 57 outlet yang tersebar di Jabotabek, Serang, Cilegon, Karawang, Purwakarta, dan Jogjakarta. “Saat ini fokus ekspansi di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Bagian Selatan,” kata Reza. Penjualan produk di outlet Ropi rata-rata di atas 300 roti per hari dengan harga produk Rp6.000. Para mitra bisnisnya mayoritas mampu mencapai balik modal (BEP) di antara 3 sampai 12 bulan. Harapannya di tahun 2025 nanti, Ropi mentargetkan buka 1.000 gerai.

Bagi CEO di Ropi ini, karyawan di outlet kurang menjaga kualitas produk dan pelayanan adalah kendala yang umum terjadi saat ini. Faktor penghambat bisnisnya ini menurutnya karena roti belum menjadi makanan pokok di Indonesia. Ia menjadikan hal ini sebagai tugasnya untuk mengedukasi masyarakat, serta membuat Reza berinovasi dengan memunculkan beberapa varian topping yang berbeda. Harapannya untuk mengantisipasi rasa jenuh pelanggan.

Nah, tidak salah deh kalau Ropi punya slogan “roti bikin hepi”. Tidak hanya pelanggan yang hepi mencicip camilan roti dengan aroma dan rasa khas kopi, pemilik franchise juga hepi kecipratan untung. 

Bagaimana, Anda tertarik menjadi pelaku usaha seperti Reza dan ingin membuka bisnis franchise? Konsultasikan dengan pakar franchise di Daya.id agar usaha yang Anda jalankan semakin matang dan sukses.

Untuk kisah sukses pengusaha inspiratif lainnya, bisa Anda baca di Daya.id. Yuk daftar dan kunjungi Daya.id sekarang juga!
 

Penilaian :

4.9

7 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS