Dirilis

31 Januari 2021

Untuk kebutuhan usaha, perjanjian kerjasama dagang antar 2 pihak bisa dibuat dan memiliki kekuatan hukum. Dengan memiliki perjanjian kerja sama, Anda dapat meminimlkan kerugian bisnis atas kejadian-kejadian tak terduga dan tidak diharapkan, misalnya karena penipuan, bencana alam, penyalahgunaan aset dan sebagainya,

Ada banyak sekali contoh perjanjian kerjasama dagang yang bisa dilihat sebagai referensi pembuatan surat perjanjian kerjasama dagang yang baik.  Dalam sebuah surat perjanjian kerjasama ada beberapa hal pokok yang harus ditulis.
Beberapa hal pokok yang harus ada adalah tanggal dibuatnya surat perjanjian, perkenalan atas perjanjian kerjasama, tujuan dibuatnya surat perjanjian kerjasama, cakupan kerjasama antara 2 belah pihak, persyaratan kerjasama, disclaimer, hal yang membuat kerjasama berakhir, dan tanda tangan pihak yang terlibat kerjasama. Dengan pembuatan surat kerjasama yang tepat, maka kerjasama antara 2 pihak bisa berjalan lancar dan di masa yang akan datang tidak muncul konflik hukum.
 

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Usaha/Dagang





Surat Perjanjian Kerjasama Dagang

Saya, yang bertandatangan di bawah ini  :
Nama   : Endang Rejeki
Alamat    Jl. Wijaya no. 7 Nusukan, Surakarta, Jawa Tengah
Selanjutnya saya akan disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
Nama   : Taslimah
Alamat   : Jl. Semeru no. 11 Sumber, Surakarta, Jawa Tengah

Selanjutnya akan disebut sebagai PIHAK KEDUA

Melalui surat perjanjian ini antara pihak pertama dan pihak kedua telah terjadi kesepakatan kerjasama dagang dengan ketentuan sebagai berikut :

Pihak pertama akan menitipkan produk miliknya kepada pihak kedua dengan sistem konsinyasi. Selanjutnya dari kerjasama tersebut pihak pertama berhak untuk mendapatkan keuntungan sebesar 15% dari nilai omzet produk yang dijual tersebut.

Jumlah maksimal untuk produk yang dititipkan kepada pihak kedua oleh pihak pertama adalah sebanyak 100 item per periode penitipan. Sedangkan untuk distribusi barang di wilayah Surakarta akan diatur oleh kedua belah pihak. Setiap bulannya pihak kedua akan membuat laporan hasil penjualan kepada pihak pertama yang disertai dengan penyerahan keuntungan sebesar 85% dari omzet barang.

Demikian surat perjanjian kerjasama ini kami buat dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab. Selanjutnya surat perjanjian ini akan bersifat mengikat kami selama masa berlakunya.
Jika terjadi perselisihan selama masa perjanjian ini maka kami akan menyelesaikannya dengan jalan musyawarah mufakat. Namun jika sampai pada batas waktu yang ditentukan perselisihan tersebut belum bisa terselesaikan maka kami sepakat menyelesaikannya sesuai hukum yang berlaku.

Surakarta, 4 Desember 2020

Pihak Pertama                                                                       Pihak Kedua

 
(Endang Rejeki)                                                                     (Taslimah)

 

Surat Perjanjian Kerjasama Penyewaan Mobil


   


Surat Perjanjian Penyewaan Mobil

Surat perjanjian penyewaan mobil ini dibuat di Yogyakarta, pada Jumat, 4 Desember 2020, antara :
Nama    : Ahmad Junaedi
Alamat   : Jl. Pakis Utara no. 45 Sunter, Jakarta Utara
Selanjutnya akan disebut sebagai PIHAK PERTAMA (PEMILIK)
Nama   : Kiki Saputra
Alamat   : Jl. Randu Barat no. 3 Ancol, Jakarta Utara

Selanjutnya akan disebut sebagai PIHAK KEDUA (PENYEWA)

Pihak pertama selaku pemilik mobil dan pihak kedua sebagai penyewa telah membuat perjanjian dan kesepakatan dengan ketentuan dan syarat sebagai berikut :
1. Pihak pertama selaku pemilik sepakat untuk meminjamkan kendaraannya berupa 1 unit Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi B 6677 BCG dan pihak kedua sudah menyetujuinya.
2. Penyewa memiliki hak untuk menggunakan kendaraan pada butir 1 tersebut selama 3 (tiga)hari mulai dari tanggal 7 Desember 2020 hingga 9 Desember 2020. Periode penggunaan tersebut selanjutnya disebut dengan masa sewa.
3. Pihak kedua atau penyewa wajib membayar biaya sewa sebesar Rp. 300 ribu per hari atau Rp. 900 ribu dalam selama masa sewa tersebut.
4. Apabila terjadi keterlambatan pengembalian kendaraan sehingga melampuai masa sewa maka pihak kedua sebagai penyewa harus membayar biaya keterlambatan. Biaya tersebut akan diperhitungkan sesuai dengan jumlah hari keterlambatan pengembalian kendaraan.

Demikian surat perjanjian sewa mobil ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya dan bersifat mengikat kedua belah pihak. Surat perjanjian ini dibuat rangkap dua dimana masing-masing pihak akan memegang 1 salinannya.

Jakarta, 4 Desember 2020
Pihak Pertama                                                                           Pihak Kedua

 
(Ahmad Junaedi)                                                                       (Kiki Saputra)

Itulah beberapa contoh perjanjian kerjasama yang bisa Anda gunakan sebagai referensi. Diharapkan dengan mengetahui contoh format surat perjanjian kerjasama yang benar, kerjasama yang terjalin antara Anda dan pihak kedua dalam usaha bisa berjalan lancar dan tanpa masalah. Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan pakar hukum & perizinan dari Daya.id seputar surat perjanjian kerjasama untuk kebutuhan usaha Anda.


Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

M yusuf hutasuhut

31 December 2021

???

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Windi Berlianti

Pakar Hukum dan Perizinan

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS