Informasi Artikel

Penulis Artikel

Linda Budiyarti

Di Indonesia, seringkali terjadi peningkatan konsumsi menjelang Lebaran. Bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) kondisi Lebaran seperti ini sering kali membawa peluang besar, sekaligus risiko besar bila cash flow (arus kas) tidak dikelola dengan tepat.

Secara umum, tingkat harga dan permintaan terhadap barang kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat sekitar bulan Ramadhan hingga Lebaran, yang dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok, THR (Tunjangan Hari Raya), dan konsumsi keluarga besar menjelang hari raya. Ini berdampak pada harga dan tekanan biaya produksi serta pembelian. 

Bagi Anda yang saat ini sedang memulai usaha, periode ini adalah kesempatan untuk meningkatkan penjualan dan pertumbuhan usaha Anda. Pada periode ini banyak ditemui kasus UMKM terjebak pada krisis arus kas, yang pada akhirnya menyebabkan usaha stagnan atau bahkan gagal beroperasi.

Nah, agar Anda tidak terjebak pada kasus yang banyak dialami UMKM lainnya, ada baiknya Anda memahami secara mendalam mengenai cash flow dan dampaknya bagi usaha Anda berikut ini.

 

Apa Itu Cash Flow dan Mengapa Ini Sangat Penting?


Cash flow adalah catatan arus keluar dan masuknya uang usaha Anda dalam periode tertentu. Cash flow berbeda dari profit-loss atau laba-rugi, karena cash flow fokus pada ketersediaan uang tunai yang bisa digunakan untuk biaya usaha Anda setiap hari.

Tanpa cash flow yang sehat, usaha Anda bisa terlihat untung secara teori, namun tidak mempunyai cukup kas untuk membiayai usaha Anda seperti:

  • Biaya untuk membayar gaji karyawan tepat waktu.
  • Biaya untuk membeli bahan baku saat permintaan meningkat.
  • Biaya untuk membayar tagihan listrik/sewa tempat.
  • Biaya untuk menutup biaya tak terduga seperti kenaikan harga bahan baku atau biaya logistik.

Untuk mengetahui cash flow usaha sehat, Anda perlu menyusun laporan keuangan yang rapi dan teratur. Ada beberapa hal yang bisa terjadi jika Anda tidak membuat laporan keuangan yang baik, misalnya saja:

  • Anda tidak tahu berapa uang yang benar-benar tersedia.
  • Anda tidak bisa memprediksi kebutuhan kas di masa mendatang.
  • Anda tidak siap menghadapi periode dengan biaya tinggi seperti menjelang Lebaran.


 

4 Kesalahan Pelaku UMKM dalam Mengatur Cash Flow Menjelang Lebaran

Sebelum Anda mengetahui cara  mengatur cash flow menjelang Lebaran, penting bagi Anda memahami kesalahan yang biasanya dilakukan para UMKM saat mengatur cash flow. Hal ini akan menjadi pembelajaran bagi Anda, agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

Di bawah ini adalah beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemilik usaha, terutama UMKM, yang justru berakibat positif di awal namun menimbulkan masalah serius di kemudian hari:

 

1. Tidak Membuat Perencanaan Cash Flow Menjelang Lebaran

Tak sedikit pemilik usaha hanya fokus pada prospek peningkatan penjualan menjelang Lebaran, tanpa merencanakan arus kas yang realistis. Akibatnya omzet meningkat, namun biaya operasional dan kebutuhan stok juga membengkak.

 

2. Mengandalkan Penjualan Tanpa Memperhatikan Kewajiban Waktu Pembayaran

Dalam banyak kasus UMKM, pelanggan kadang membayar di kemudian hari (piutang). Bila Piutang Usaha menumpuk menjelang Lebaran, sementara hutang usaha harus dibayar sekarang juga, maka arus kas bisa negatif.

 

3. Tidak Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha

Ini adalah kesalahan klasik yang banyak dilakukan UMKM, yaitu menggunakan uang usaha untuk kebutuhan pribadi menjelang Lebaran (misalnya THR keluarga, belanja keluarga). Hal ini tentu akan mengurangi modal kerja yang seharusnya dipakai untuk operasional.

 

4. Tidak Menyediakan Dana Cadangan 

Seringkali pemilik usaha langsung memakai semua keuntungan tanpa menyisakan dana cadangan. Padahal, bisnis selalu punya ketidakpastian, misalnya harga bahan baku tiba-tiba naik, atau justru terjadi penurunan daya beli menjelang Lebaran.

 

4 Cara Mengatur Cash Flow Menjelang Lebaran


Lalu, bagaimana agar Anda tidak melakukan kesahana yang banyak dilakukan para UMKM? Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan:

 

1. Buat Perencanaan Arus Kas untuk 3–6 Bulan Ke Depan

Langklah pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat rencana pengeluaran tetap, seperti biaya sewa, gaji, pembelian stok, dan promosi. Dua hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat perencanaan arus kas adalah sebagai berikut:

  • Perkiraan kas masuk dari penjualan Anda.
  • Perkiraan kas keluar dari semua biaya usaha Anda.


 

2. Pisahkan Rekening Pribadi dan Rekening Usaha

Anda sebaiknya menggunakan rekening terpisah untuk kebutuhan pribadi dan usaha, agar arus kas usaha mudah dibaca dan tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi Anda. Ini akan membantu Anda mengetahui uang yang tersedia secara langsung.

 

3. Siapkan Dana Cadangan

Untuk dana cadangan, Anda bisa sisihkan minimal 10%–20% keuntungan sebagai dana cadangan (buffer cash), sehingga Anda mempunyai ruang gerak saat biaya tak terduga muncul. 

 

4. Gunakan Pencatatan Keuangan Sederhana

Walaupun Anda baru mulai, Anda bisa menggunakan catatan keuangan sederhana atau aplikasi pencatatan bisnis (misalnya Google Sheets, Excel, atau aplikasi kas sederhana) agar setiap penerimaan dan pengeluaran tercatat rapi setiap hari.

Saat menjelang Lebaran, peluang omzet besar bagi usaha Anda sangat besar karena meningkatnya permintaan. Tetapi, tanpa cash flow yang sehat, peluang ini bisa berubah menjadi masalah finansial yang serius. Dengan perencanaan yang matang, pemisahan uang usaha dan pribadi, penyediaan dana cadangan, serta pencatatan arus kas yang sistematis, Anda dapat memanfaatkan momentum Lebaran secara optimal, tanpa mengorbankan kelangsungan usaha.

Bagaimana, cara mengatur cash flow ternyata cukup mudah bukan? Anda juga bisa mendapatkan tips usaha lainnya di website ini lho. Tidak hanya itu, Anda juga bisa konsultasi dengan business coach di fitur Tanya Ahli. Caranya sangat mudah, yaitu Anda hanya daftar dan masuk ke website saja, lalu Anda bisa menikmati semua manfaat website ini.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Memulai Usaha

Tantangan Keuangan Saat Mendirikan Startup

26 Maret 2018

5.0
Memulai Usaha

Pembeli Sepi, Bagaimana Cara Menjaga Cash Flow saat Pandemi COVID-19?

28 Mei 2020

5.0
Memulai Usaha

7 Cara Aman Belanja Online

22 Maret 2018

5.0
Memulai Usaha

Investasi Mudah melalui Peer to Peer (P2P) Lending

23 Desember 2019

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS