Dirilis

13 Agustus 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Umumnya orang melakukan bisnis agar bisa mendapat penghasilan dan keuntungan. Namun, untuk memulai dan mengelolanya, Anda terlebih dulu harus mengeluarkan biaya yang jumlahnya tidak sedikit. Masalahnya, tidak semua orang memiliki tabungan yang cukup untuk modal bisnis atau mengembangkan bisnis mereka sekarang. Alhasil, kebanyakan dari mereka biasanya akan mengajukan pinjaman atau kredit ke bank.

Jika berbicara tentang skenario terbaiknya, bank akan menyetujui pinjaman dana, pebisnis menggunakan dana tersebut untuk mendirikan atau mengembangkan bisnis, mendapat keuntungan dari bisnis tersebut, lalu secara rutin membayar cicilan kredit kepada bank. Namun, pada kenyataannya, tidak semua berjalan selancar itu. Tidak sedikit pebisnis yang pengajuan kreditnya ditolak oleh bank. Kira-kira apa alasannya?

Persyaratan kurang lengkap

Kurang lengkapnya persyaratan yang Anda berikan bisa menjadi salah satu alasan mengapa pengajuan kredit ditolak. Perlu diingat bahwa setiap bank memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda dalam hal pengajuan pinjaman kredit. Jadi, jika misalnya Anda pernah mengajukan pinjaman ke bank lain, jangan menganggap bahwa persyaratannya sama. Tinjau kembali hal-hal apa yang harus Anda persiapkan untuk memenuhi persyaratan dari bank tersebut.

Biasanya, salah satu persyaratan yang diwajibkan adalah menyerahkan beberapa dokumen penting. Nantinya, bank akan menggunakan dokumen-dokumen ini sebagai data validasi. Jadi, jika dokumen yang Anda berikan kurang lengkap, sudah tentu bank tak dapat melakukan validasi selara menyeluruh dan akhirnya terpaksa menolak pengajuan kredit Anda.

Dokumen susah terbaca

Sudah memenuhi segala persyaratan dokumen dengan lengkap, tetapi pengajuan kredit Anda masih saja ditolak? Bisa jadi penyebabnya adalah karena dokumen-dokumen tersebut susah terbaca oleh pihak bank. Biasanya, hal ini dapat terjadi karena adanya kesalahan dalam proses duplikasi atau fotokopi. Jadi, apabila Anda diminta untuk menyerahkan dokumen dalam bentuk fotokopi, pastikan hasilnya jelas dan dapat terbaca dengan mudah.

Catatan kredit buruk

Ini dia alasan utama yang menjadi penyebab kebanyakan bank terpaksa menolak pengajuan kredit atau pinjaman dana nasabahnya. Anda tentu sudah tahu bahwa saat seorang nasabah mengajukan kredit, pihak bank akan melihat rekam jejak (track record) kredit Anda. Semakin buruk hasil rekam jejaknya, maka semakin besar kemungkinan terjadinya penolakan kredit. Coba cek kembali, mungkin dulu Anda pernah telat membayar cicilan atau bahkan mengalami kredit macet.

Namun, setiap bank memiliki kebijakan dan toleransi yang berbeda terkait catatan kredit nasabah mereka. Ada bank yang hanya akan menyetujui pinjaman apabila nasabahnya masuk kategori collect 1 (lancar). Beberapa bank bersedia meloloskan pengajuan pinjaman jika nasabah masuk kategori collect 2 (dalam perhatian khusus). Bahkan ada pula bank yang tidak keberatan menyetujui pinjaman dari nasabah kategori collect 3 (kurang lancar).

Bagaimana jika Anda memang pernah menunggak cicilan dan sudah melunasinya, tetapi tetap masuk pada kategori yang jeblok? Anda berhak menanyakan hal ni kepada bank terkait untuk melakukan update data. Pasalnya, umumnya bank memperbarui skor nasabah secara kolektif, bukan individu.

Kartu kredit melebihi limit

Bank pasti akan melakukan penilaian terhadap nasabah untuk memutuskan apakah mereka berhak menerima pinjaman dana. Pemakaian kartu kredit nasabah menjadi salah satu penilaian yang dilakukan. Nah, kartu kredit yang melebihi limit akan mengurangi peluang Anda untuk mendapatkan pinjaman dana dari bank. Idealnya, penggunaan kartu kredit tidak boleh melebihi 70% dari limit yang diberikan. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap penilaian kredit.

Oleh karena itu, apabila Anda berencana mengajukan pinjaman dana ke bank untuk keperluan bisnis, usahakan agar penggunaan kartu kredit Anda berada dalam status yang aman. Jangan sampai melebihi 70% atau bahkan lebih dari total limit yang diberikan.

Verifikasi gagal

Saat mengajukan kredit, biasanya pihak bank akan meminta Anda untuk mengisi formulir berisi data diri, termasuk nomor telepon yang bisa dihubungi. Pastikan bahwa Anda menuliskan nomor telepon tersebut secara benar dan bisa dibaca dengan jelas oleh pihak bank. Pasalnya, bank akan menghubungi nomor telepon tersebut untuk melakukan verifikasi. Di sinilah masalah bisa muncul dan menyebabkan pengajuan kredit Anda ditolak, yakni ketika nomor telepon tersebut tidak bisa dihubungi setelah dicoba beberapa kali.

Namun, verifikasi gagal bukan hanya disebabkan oleh nomor telepon yang tidak dapat dihubungi. Alasan lain bisa karena data yang Anda tulis di formulir tidak sesuai, jumlah penghasilan yang dicantumkan pada formulir tidak sesuai dengan keterangan dari hasil verifikasi ke pihak HRD, Anda tidak bekerja di perusahaan yang tertulis di formulir, atau adanya unsur pemalsuan lain dalam dokumen. Jika hal-hal tersebut terjadi, bisa dipastikan pihak bank tidak akan meloloskan pengajuan kredit Anda.

Rekomendasi pihak ketiga

Ada cara lain yang biasanya dilakukan bank untuk melakukan verifikasi selain berdasarkan data dari formuli aplikasi, yakni dengan melakukan survei atau menghubungi pihak ketiga. Dalam hal ini, pihak ketiga tersebut bisa merupakan rekan kerja, atasan, tetangga, orang tua, atau supplier Anda. Hasil survei ini sangat menentukan keputusan bank nantinya. Jika misalnya Anda sering kasbon ke kantor untuk melunasi utang atau beberapa kali dikunjungi debt collector ke rumah, bukan tak mungkin pihak bank akan menolak pengajuan pinjaman dana Anda.

Kemampuan membayar cicilan pinjaman

Setiap bulannya, berapa jumlah total cicilan yang harus Anda bayar? Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap penentuan lolos tidaknya pengajuan kredit Anda. Idealnya, total cicilan kredit dalam sebulan tidak boleh melebihi 30% dari total penghasilan bulanan. Ketentuan ini juga akan menjadi patokan bank dalam menentukan jumlah pinjaman yang akan diberikan kepada Anda.

Misalnya, katakanlah Anda memiliki penghasilan Rp10 juta per bulan. Maka, jumlah  cicilan maksimal yang bisa Anda bayar agar mendapat persetujuan pinjaman bank adalah Rp3 juta per bulan. Jadi, apabila ternyata penghitungan bank menunjukkan bahwa total cicilan per bulan Anda melebihi ketentuan 30% tersebut, mereka punya alasan untuk menolak pengajuan kredit Anda.

Terjadi penipuan atau fraud

Penyebab satu ini masih berhubungan dengan faktor kegagalan saat verifikasi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, verifikasi bisa gagal karena data yang dicantumkan pada formulir aplikasi tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Artinya, nasabah telah melakukan penipuan atau fraud.

Biasanya, nasabah yang melakukan hal seperti ini ingin menutupi track record finansial atau penggunaan kredit yang kurang baik sehingga mereka “terpaksa” menipu. Bisa dipastikan bank akan langsung menolak pengajuan kredit Anda jika terjadi fraud seperti ini. Oleh sebab itu, usahakan untuk memberikan data dan informasi yang benar dan sesuai kenyataan.

Tidak ada yang salah dalam mengajukan pinjaman dana untuk mendirikan atau mengembangkan bisnis. Namun, pihak bank berhak melakukan verifikasi dan penilaian untuk memastikan bahwa Anda berhak menerima kredit tersebut. Dengan mengetahui berbagai penyebab penolakan pengajuan di atas, semoga Anda bisa menghindarinya sehingga peluang untuk mendapat pinjaman dana bisnis semakin meningkat. Good luck!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS