Dirilis

12 Desember 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Ketika bekerja semua karyawan tentu mengharapkan kompensasi yang setimpal. Tidak hanya promosi jabatan, namun mereka juga mengharapkan akan adanya kenaikan gaji. Jika ingin memberikan penghargaan atau ingin mempertahankan karyawan, kenaikan gaji bisa menjadi salah satu langkah yang tepat. Tidak hanya itu, peningkatan gaji juga bisa mendorong tingkat kepuasan karyawan dan membuat mereka rasa aman bekerja di perusahaan secara finansial.

Namun, apakah menaikkan gaji karyawan memang merupakan langkah yang tepat? Harus sekarang atau bisa ditunda dengan penilaian lebih lanjut? Jika masih memiliki banyak pertimbangan dalam menaikkan gaji karyawan, coba perhatikan beberapa hal berikut. Apakah karyawan memenuhi sebagian besar kriteria ini?

Karyawan Bekerja Melampaui Ekspektasi
Salah satu yang bisa menjadi pertimbangan untuk menaikkan gaji karyawan adalah apabila karyawan tersebut mampu melampau ekspektasi Anda. Karyawan mampu memenuhi semua target yang dihadapkan padanya dan bahkan bisa mendatangkan hasil yang melebihi target. Nilai plus lagi jika karyawan bisa menghasilkan kontribusi yang sifatnya memberi manfaat bagi divisi lain. Secara tidak langsung, karyawan Anda memiliki creation value pada perusahaan. Jika memiliki karyawan dengan kriteria seperti ini, pertimbangkan untuk membicarakan kenaikan gaji.

Memiliki Nilai Ownership
Selain kualitas kerja, perhatikan juga karakter tiap karyawan. Adakah yang memiliki ownership atau rasa kepemilikan pada perusahaan? Bukan berarti karyawan tersebut harus ikut menjadi pemilik perusahaan, ya. Nilai ownership ini lebih kepada rasa ikut memiliki perusahaan, yang membuat karyawan ini bertindak dan berpikir seperti si pemilik perusahaan itu sendiri. Nilai ownership ini mungkin terkesan sepele, tapi jangan remehkan hal ini. Rasa kepemilikan merupakan dasar dari kesetiaan dan kerja keras. Karyawan ini tidak mudah putus asa dan akan selalu memberikan yang terbaik demi kemajuan perusahaan. Tanpa rasa kepemilikan yang tinggi, seseorang akan mudah berpindah perusahaan karena diiming-iming penawaran ekstra.

Tambahan lagi, rasa kepemilikan yang memang hadir secara alami akan membentuk rasa tanggung jawab dan integritas tinggi pada diri karyawan tersebut. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang bisa dilatih dengan cepat. Nah, jika memiliki karyawan dengan karakter seperti ini, pertahankan dan berilah apresiasi.

Kualitas Kerja yang Tidak Terbantahkan
Kalau masih bingung, apakah ada tipe karyawan seperti ini di perusahaan? Cobalah jawab pertanyaan berikut. Kalau karyawan A berhenti dari perusahaan, apakah Anda bisa menemukan karyawan baru dengan kualitas setara? Ketika karyawan A tidak ada, mampukah karyawan lain mengerjakan tugas sebaik dia? Perhitungkanlah kualitas kerja seseorang dari hasil yang dia berikan setiap hari dan hasil yang ada ketika dia (mungkin) tidak lagi bersama perusahaan. Jika kinerja seorang karyawan hampir tidak bercela dan pekerjaan yang dia hasilkan sangatlah membantu perusahaan, maka pastikan karyawan seperti ini tetap berada di perusahaan.

Ada Kemampuan Untuk Berkembang
Ketika berencana untuk menaikkan gaji, Anda juga perlu memperhatikan kriteria ini. Apakah dia sudah berkembang pesat selama bekerja di perusahaan? Apakah dia memiliki kemampuan untuk berkembang lebih jauh lagi? Pencapaian apa saja yang sudah didapat oleh karyawan ini. Ingatlah mengenai situasinya ketika dia pertama kali menginjakkan kaki di perusahaan dan waktu yang dia butuhkan untuk mencapai posisi sekarang. Jika dibandingkan dengan rekannya yang lain dan dia adalah yang paling menonjol di tim, karyawan ini bisa saja layak mendapat kenaikan gaji. Pengembangan diri yang pesat bisa menjadi indikator kesuksesan seseorang, yang juga bisa membawa kesuksesan bagi suatu perusahaan.

Berhasil Meningkatkan Penjualan dan Menciptakan Keuntungan Bagi Perusahaan
Nah, kriteria ini tentu sangat butuhkan karena terkait dengan kelangsungan hidup perusahaan. Namun, bukan berarti hanya karyawan dari divisi Sales atau Penjualan yang bisa dengan cepat meniti karier dan memperoleh kenaikan gaji. Peningkatan penjualan dan keuntungan perusahaan tidak hanya didapat dari penjualan atau cara melobi klien. Ada banyak kualitas dan posisi strategis yang juga sama-sama berperan dalam kemajuan perusahaan.

Misalnya saja, tim Social Media yang bisa dikategorikan divisi Marketing Communication. Mereka adalah garda terdepan ketika perusahaan menghadapi customer. Pendekatan dan gaya berkomunikasi yang mereka ramulah yang menentukan loyalitas customer pada perusahaan. Cara mereka ‘membujuk’ customer untuk tertarik dengan produk pun juga menjadi penentu keberhasilan penjualan, bukan? Begitu juga dengan tim Content. Jika Anda bekerja di industri media, konten yang berkualitas akan menjadi tolok ukur yang baik untuk menjalin kerja sama dengan berbagai brand terkemuka. Nah, adakah karyawan yang memberikan hasil seperti ini?

Punya Inisiatif dan Ide Tak Terbatas
Karyawan yang punya inisiatif tinggi biasanya akan membuat perusahaan bergerak ke arah yang lebih baik dan efisien. Begitu juga dengan karyawan yang selalu memiliki ide-ide brilian. Mereka tidak akan segan untuk mengambil alih pelaksanaan ide tersebut, meski hal tersebut bukanlah tanggung jawab atau bagian dari divisinya. Lantas, bagaimana cara Anda melihat bahwa karyawan tertentu memiliki karakter ini? Cara paling mudah untuk memastikan hal ini adalah melalui pertemuan atau meeting internal yang membutuhkan diskusi mendalam mengenai pengembangan ide.  

Selain beberapa kriteria tersebut, Anda juga harus mempertimbangkan kriteria administratif berikut.
  • Masa kerja karyawan – Karyawan yang sudah bekerja cukup lama dan memiliki catatan kerja bagus juga bisa menjadi pertimbangan untuk mendapat kenaikan gaji. Meski begitu, nilai kenaikan gaji yang diberikan haruslah sesuai dengan ketetapan perusahaan. Umumnya, standar nilai kenaikan gaji minimum ada di angka 7%.
  • Standar gaji untuk posisi serupa – Meski posisi tersebut bukanlah posisi Anda, namun tetap harus mengetahui standar gaji yang ditetapkan perusahaan lain. Berapa gaji yang biasanya ditawarkan perusahaan lain untuk posisi setara dengan posisi karyawan Anda? Apakah angkanya lebih besar atau sama saja? Nah, kalau beberapa perusahaan memiliki nilai yang lebih besar, pertimbangkan lagi untuk menaikkan gaji karyawan tersebut. Meski suasana kerjanya menyenangkan dan mendukung peningkatan jenjang karier, namun kebutuhan finansial juga menjadi pertimbangan para karyawan. Bisa saja dia berpindah ke perusahaan lain karena gaji yang Anda tawarkan jauh lebih kecil.
  • Kondisi ekonomi – Kenaikan gaji juga tidak melulu karena performa kerja karyawan. Jika situasi ekonomi suatu negara sedang goyah dan menyebabkan adanya inflasi ekonomi, hal ini tentu memengaruhi biaya hidup masyarakat, termasuk karyawan. Untuk melihat tingkat inflasi negara, bisa mengunjungi situs Bank Indonesia atau menghitungnya sendiri menggunakan rumus IHK (Indeks Harga Konsumen). Umumnya, kenaikan inflasi ada di angka 6% tiap tahunnya dan laju pertumbuhan ekonomi nasional ada di angka 5%. Bicarakan dengan divisi Keuangan mengenai besaran kenaikan yang pantas untuk mengatasi kondisi inflasi.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS