Kenaikan harga tiket pesawat akibat situasi global bisa jadi ancaman terhadap bisnis travel Tanah Air. Tapi masih ingatkah Anda saat COVID-19 menyerang dan sempat melumpuhkan industri pariwisata, lalu kita berhasil beradaptasi dengan strategi bisnis travel yang inovatif? Misalnya: paket staycation.
Baca juga: Cara Menentukan Harga Jual Produk dan Jasa agar Cuan Maksimal
Nah, saat ini, di tengah tantangan harga tiket pesawat yang terlalu mahal, apa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga margin dan minat pasar? Paket travel dengan added value, mungkin itu salah satu yang bisa Anda tawarkan.

Mengapa Strategi Adaptasi Tiket Mahal Sangat Penting?
Sebagian konsumen dari bisnis travel bisa sangat menghargai konsep value for money, atau transparansi dari biaya paket yang Anda tawarkan. Artinya, masih ada peluang yang bisa Anda raih di balik naiknya harga pesawat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menekankan pentingnya inovasi di tengah fluktuasi harga energi global yang memicu mahalnya tiket pesawat.
"Kami mendorong para pelaku usaha pariwisata untuk tidak hanya terpaku pada satu moda transportasi. Kenaikan harga tiket pesawat adalah momentum bagi kita untuk memperkuat pariwisata domestik dengan konsep 'Quality Tourism' yang fokus pada durasi tinggal yang lebih lama dan belanja lokal yang lebih tinggi," kata Menparekraf RI.
Jika Anda tidak melakukan perubahan apapun, dan terus menggunakan struktur harga yang lama, maka bisnis travel yang Anda jalankan akan berisiko mengalami:
- Penurunan Okupansi/Booking: Klien Anda akan beralih ke kompetitor yang lebih kreatif dalam membuat paket pariwisata.
- Citra "Overpriced": Tanpa narasi yang tepat, harga paket pariwisata Anda akan terlihat tidak kompetitif dengan pesaing.
- Arus Kas Terganggu: Investasi aset yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis travel sulit tertutup karena rendahnya jumlah konsumen.
Sebaliknya, jika Anda berhasil beradaptasi, Anda bisa akan dapat beberapa keuntungan berikut:
- Mempertahankan Loyalitas Pelanggan, dengan memberikan solusi alternatif yang tetap elegan tanpa menurunkan standar layanan.
- Efisiensi Operasional, dengan mengalokasikan anggaran pemasaran ke destinasi atau produk yang lebih masuk akal secara logistik.
- Diversifikasi Produk, dengan menciptakan lini bisnis baru (seperti paket pariwisata staycation mewah atau pun road-trip eksklusif) yang tidak bergantung pada maskapai penerbangan.
Langkah Strategis Menghadapi Potensi Lesu Bisnis Travel
Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat Anda terapkan untuk menjaga bisnis travel Anda agar tetap bertahan.
1. Re-branding Menjadi "Slow Travel" & "Long Stay"
Daripada menawarkan paket pariwisata 3 hari 2 malam yang terasa mahal karena ongkos tiket pesawat, tawarkan paket pariwisata 7 hingga 10 hari. Dengan durasi lebih lama, biaya tiket pesawat yang tinggi akan "terbagi" secara psikologis ke dalam biaya per hari yang lebih masuk akal bagi klien.
Sehingga konsep pariwisata yang Anda tawarkan berupa paket wisata eksplorasi yang lebih mendalam, bukan sekadar pindah ke beberapa lokasi.
2. Diversifikasi Destinasi "Under the Radar"
Jika tiket ke destinasi arus utama (seperti Bali atau Labuan Bajo dari Jakarta) sedang melonjak, arahkan pasar Anda ke destinasi hidden gem yang memiliki akses transportasi darat mewah atau kereta api luxury. Misalnya, Jika Anda menargetkan audiens di pulau Jawa, Anda bisa beralih menawarkan paket pariwisata Luxury Train Journey di pulau Jawa atau Private Villa Retreat yang bisa dijangkau dengan berkendara (road trip mewah).
3. Implementasi "Dynamic Packaging"
Gunakan teknologi untuk memantau fluktuasi harga secara real-time. Bekerja sama dengan wholesaler tiket atau gunakan sistem GDS (Global Distribution System) untuk mendapatkan harga korporat yang lebih stabil dibandingkan harga retail di OTA (Online Travel Agent).
4. Tingkatkan Nilai Tambah (Value-Added Services)
Di saat harga tiket tidak bisa ditawar, tingkatkan layanan di sisi lain. Berikan layanan penjemputan VIP, complimentary spa, atau fine dining sebagai bagian dari paket. Hal ini membuat total biaya yang dibayar klien terasa sebanding dengan pengalaman "sultan" yang mereka dapatkan.
5. Optimasi Skema Cicilan dan Loyalty Program
Bekerjasamilah dengan bank penyedia kartu kredit high-end untuk menawarkan cicilan 0% atau penukaran miles yang lebih menguntungkan. Ini membantu meringankan beban pengeluaran tunai klien Anda dalam satu waktu.
Baca juga: Strategi Jitu Membangun Jaringan dan Relasi Bisnis yang Menguntungkan
Tantangan tiket pesawat mahal bukanlah akhir dari bisnis travel Anda, melainkan sebuah proses penyaringan, yang akan memisahkan mana pelaku bisnis travel yang reaktif dengan yang visioner.
Dengan menggeser fokus dari kuantitas paket ke kualitas layanan, serta melakukan diversifikasi paket pariwisata yang cerdas, Anda tidak hanya bertahan, tetapi bisa memimpin pasar di segmen menengah ke atas.
Mulai tinjau kembali paket pariwisata yang Anda tawarkan! Lakukan kurasi ulang destinasi, perkuat kemitraan dengan penyedia layanan transportasi darat yang berkualitas, dan komunikasikan nilai eksklusivitas kepada pelanggan Anda.
Jangan biarkan harga tiket pesawat mendikte masa depan bisnis travel Anda.
Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang cara memperbaiki performa penjualan Anda atau membutuhkan saran lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi gratis dengan Business Coach melalui website daya.id ini.
Daya.id adalah platform gratis untuk pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, dan juga gaya hidup sehat yang tepercaya. Buat akun sekarang, dan dapatkan akses informasi yang lengkap dan sesuai kebutuhan Anda. Gratis!
Jika Anda memiliki pengalaman lain, sampaikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini, dan bila menurut Anda artikel ini bermanfaat, bagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda ya!.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda