Gagal di Bidang Usaha Lain, Pengusaha ini Justru Menikmati Sukses dari Bisnis Bakso

Dirilis

24 Mei 2022

Penulis

Majalah Franchise Indonesia

Pengusaha

Barudi Dewanto

Jenis Usaha

Bisnis Bakso

Meski berkali-kali gagal, Barudi Dewanto tidak putus asa untuk mencoba lagi bidang bisnis lainnya. Dan di bisnis bakso peruntungannya menuai hasil. Bagaimana kisah suksesnya?  

Kesuksesan tentu tidak didapat secara instan. Beberapa orang perlu waktu yang sangat lama untuk menjalani prosesnya, beberapa lainnya membutuhkan waktu yang lebih singkat. Bagi Barudi Dewanto, kesuksesan bisnis yang dicapai saat ini merupakan hasil dari proses yang sangat panjang. 

Meski saat ini dikenal sebagai pemilik franchise “Bakso Benhil” yang telah memiliki puluhan cabang, dulunya Barudi melewati berkali-kali kegagalan di berbagai bidang bisnis yang ia coba tekuni. 

Alih-alih menjadikannya menyerah, kegagalan tersebut mendorongnya untuk menjadikannya pengalaman berharga untuk lebih bersemangat lagi mencoba bisnis yang lain sampai akhirnya ia memilih bisnis bakso. 

“Bisnis yang terakhir ini tidak boleh gagal. Apa pun kendalanya, target saya bisnis bakso ini harus berhasil. Jadi harus benar-benar diperjuangkan,” tekadnya.  

 

Tidak Gentar Meski Modal Minim,  Semangat Bisnis Maju Terus 

Barudi memulai bisnis bakso dengan modal seadanya pada tahun 2010, bisa dibilang modal nekat. Yang ia yakini adalah bisnis di bidang kuliner peluangnya besar karena setiap orang butuh makan, dan kebetulan bakso adalah bisnis yang tidak kenal musim sekaligus makanan favorit banyak orang. Nama Bakso Benhil pun dipilih  agar mudah diingat orang. Warung bakso pertamanya di buka di daerah Ciputat, Tangerang Selatan.

“Strateginya adalah membuat produk yang enak yang sesuai kebutuhan konsumen. Untung kecil tidak masalah, yang penting bisnis terus jalan, dan keuntungan dipakai terutama untuk terus-menerus membuat produk yang semakin enak dan semakin sesuai selera konsumen,” bebernya.  

Pengetahuan dan keterampilan membuat bakso didapat Barudi dari orang-orang yang sudah sukses menggeluti bisnis serupa. Ia banyak bertanya dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan membuat perbaikan-perbaikan.

Karena modal awal yang sangat minim, peralatan rumah pun digunakan juga untuk bisnis. “Modal terbesar waktu awal bisnis bakso adalah sewa tempat, gerobak, peralatan masak, meja kursi,” ujarnya. 

 

Uji Coba Resep dan Membandingkan dengan Produk Bakso Lain Demi Mendapat Cita Rasa Sesuai Selera Konsumen


Proses launching produk bakso pun memakan waktu yang cukup lama. Sebelum dijual ke konsumen, Barudi menguji resep bakso buatannya terlebih dulu. Ia bahkan mencari orang-orang yang bersedia mencicipi dan memberi nilai, serta membandingkan bakso buatannya dengan produk bakso merek lain. Berdasarkan penilaian dan perbandingan tersebut, ia berusaha mengevaluasi dan memperbaiki agar benar-benar bisa mendapatkan resep yang enak dan sesuai selera konsumen nantinya.  

“Hingga suatu saat, ketika kami sudah yakin dengan resep bakso buatan sendiri, sudah jauh lebih baik dan lebih enak dibanding bakso lain, barulah kami mulai jualan bakso. Tapi proses ini pun tidak berhenti di situ. Evaluasi dan pengembangan produk tetap kami lakukan agar bisa semakin baik, semakin enak,” jelas Barudi. 

Dalam hal pemasaran, meskipun konsep bisnisnya hanya warung kecil, ia tetap melakukan promosi semaksimal mungkin. Seperti membuat brosur dan spanduk kecil dalam jumlah banyak yang disebar di sekitar warung dan dipasang di gang dan di jalan. 

 

Banyaknya Pencinta Bakso Menjadi Faktor Pendukung Sekaligus Penghambat

Menurut Barudi, penggemar bakso di Indonesia sangat banyak. Hal ini bisa menjadi faktor pendukung sekaligus penghambat. Dikatakan faktor pendukung karena bakso merupakan salah satu makanan favorit orang Indonesia, sehingga pasarnya besar. Sebaliknya, menjadi penghambat karena pemain di bisnis ini juga banyak sekali sehingga persaingannya pun lebih ketat. 

“Di mana-mana ada warung bakso, sehingga persaingan cukup ketat. Namun hambatan tersebut kami atasi dengan menempatkan Bakso Benhil pada segmen yang tepat, kemudian membuat produk dan strategi yang tepat pada segmen tersebut,” ujarnya. 

Untuk meyakinkan keamanan konsumen, Bakso Benhil pun memiliki label halal, tidak mengandung boraks atau formalin. Kadar tepung di bakso sedikit, hanya sebagai perekat daging agar bakso menjadi bulat . “Minyak relatif sedikit karena dibuat dari daging sapi pilihan dan bukan dari lemak tetelan sapi yang bergajih. Bakmi ayam buatan sendiri yang halus dan lembut, dengan taburan potongan ayam murni tanpa campuran,” ungkapnya.  

 

Mulai Program Kemitraan Hingga Memiliki 75 Cabang Di Jabotabek dan Pulau Jawa

Saat ini perkembangan bisnis Bakso Benhil sudah cukup baik. Memiliki sekitar 75 cabang di Jabodetabek dan Pulau Jawa, varian produknya pun kian berkembang. Tidak hanya bakso tetapi juga merambah ke mie ayam, ayam goreng sampai bebek bakar. “Produk kita terdiri dari bakso daging, bakso urat, bakso besar, bakso urat kasar sedang, tahu bakso, mie ayam, mie yamin, ayam goreng dan bakar, bebek goreng dan bakar,” kata Barudi. 

Selain itu, Barudi juga membuat program kemitraan sejak tahun 2015 yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra dan harapan mitra termasuk mengenai modal. “Ide awalnya karena mengenang masa lalu waktu mau mulai bisnis. Bingung dan tidak tahu mau mulai bisnis apa, mau mulai dari mana dan bagaimana caranya memulai serta menjalankan bisnis nantinya,” kata Barudi.  Dengan program kemitraan tersebut, ia berharap siapapun bisa punya bisnis bakso bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan. 

Bakso Benhil menawarkan 2 paket investasi. Pertama paket produk saja, artinya mitra bisnis bisa berjualan bakso dengan modal Rp4 juta. Sudah dapat 500-600 porsi. Namun, peralatan dan gerobak perlu beli sendiri. Kedua, paket lengkap dengan investasi sekitar Rp7-9 jutaan. Jadi mitra tinggal jualan saja, gerobak dan peralatan dan produk sudah disiapkan. Di masa pandemi, Barudi sengaja menyediakan investasi murah sebagai dukungannya terhadap wirausaha agar orang bisa berwirausaha. 

Rata-rata mitra bisnis bisa menjual 50-70 porsi perhari dengan harga jual 13 ribu perposi. Jadi bisa mencapai keuntungan bersih 7 juta perhari. Kebayang kan berapa omzet yang didapat?

 

Optimalkan Penjualan Online Saat Pandemi 

Pandemi membuat kondisi semua lini bisnis tidak dalam kondisi baik, begitupun yang dialami Bakso Benhil. Barudi pun menjelaskan “Secara umum kami berusaha mengikuti petunjuk dan arahan pemerintah terkait penanganan pandemi. Kami juga memberi arahan kepada para mitra untuk mengikuti petunjuk dan arahan pemerintah”.  

 “Kami rasa semua bisnis kuliner mengalami penjualan offline yang turun drastis, juga harus tutup sampai berbulan-bulan di awal pandemi. Ini memang sulit. Di sisi lain penjualan lewat online juga meningkat perlahan-lahan. Untuk bertahan maka perlu dilakukan hal-hal yang bisa menjaga agar bisa tetap bertahan,” lanjutnya. 

Kondisi pandemi juga mengajarkan diri Barudi untuk semakin giat melakukan penjualan online sambal tetap menjalankan protokol kesehatan. Dia kemudian menambahkan “Sehingga selepas pandemi ini pintu penjualan warung tidak hanya offline, tetapi juga online”. 

Selain itu, Bakso Benhil juga melakukan banyak adaptasi di sektor pelayanan, penjualan dengan kemasan yang lebih baik. “Tujuannya utk meningkatkan kepercayaan kepada konsumen pembeli online /digital. Juga memperbanyak video-video training untuk meningkatkan skill mitra,” katanya.

Barudi mengatakan, banyak tantangan di masa pandemi ini terutama membatasi ruangan dan jam operasional. Juga perubahan daya beli dan cara beli konsumen. Namun, diakuinya omzet sudah mulai normal meskipun tidak signifikan seperti sebelum pandemi. Sudah ada peningkatan yang baik daripada di awal pandemi yang menurun tajam dan sempat tutup beberapa bulan. 

“Masa pandemi ini mau tidak mau memaksa kita harus beradaptasi dengan situasi ini. Penggunaan media online atau digital adalah hal utama yang hrs dijalankan saat ini, baik untuk pelatihan, penjualan, pelayanan, marketing, dan sektor-sektor lainnya,” ujarnya.  

Bagi yang ingin menekuni dunia bisnis, Barudi berpesan untuk memulailah bisnis meski dengan dengan modal kecil, karena dengan modal kecil risikonyapun  cenderung kecil.

“Dengan modal sangat besar, maka resikonya juga sangat besar. Tidak ada bisnis yang mudah, semua bisnis harus diperjuangkan. Diperjuangkan dengan penuh kesetiaan,” pungkasnya.  


Barudi Dewanto adalah satu pebisnis yang sukses membangun bisnis waralaba. Anda tertarik mengikuti jejaknya? Konsultasikan dengan pakar franchise di Daya.id.

Untuk kisah sukses pengusaha inspiratif lainnya, bisa Anda baca di Daya.id. Yuk daftar dan kunjungi Daya.id sekarang juga!

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS