Kontraktor yang Banting Stir Jadi Pengusaha Kuliner

Dirilis

20 September 2023

Penulis

Majalah Franchise Indonesia (Mitra Strategis Program Daya Sejak 2014)

Pengusaha

Nur Rama Data Kapentas

Jenis Usaha

Pemilik franchise Ayam Penyet Panglima

Nur Rama Data Kapentas mengawali kariernya sebagai seorang kontraktor pengadaan barang jasa pada tahun 2015. Di tengah kesibukannya, ia iseng membuka bisnis kuliner ayam penyet dengan modal Rp25 juta, bersama rekannya yang memiliki pengetahuan tentang bisnis tersebut. Dia membukanya di daerah Cikarang, Jawa Barat. Namun ternyata hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, ia pun kembali fokus menekuni dunia konstruksi. 

Pada tahun 2017, pria yang akrab disapa Rama ini merasa sudah tidak cocok dengan karirnya sebagai kontraktor. Terinspirasi dari pengalaman sebelumnya, ia memulai kembali bisnis ayam penyet dengan merek Ayam Penyet Panglima. Tidak main-main, ia merogoh kocek sampai Rp100 juta untuk modal menyewa ruko dan mendirikan Ayam Penyet Panglima dengan konsep semi resto. Rama juga membuat badan usaha dan legal standing untuk membentuk sebuah perusahaan, bahkan berencana mengambil pinjaman dari bank untuk mengembangkan usahanya.

Tak disangka, bisnisnya kali ini terbilang sukses. Dalam sehari, Ayam Penyet Panglima mampu meraih omzet mencapai Rp10 juta di bulan Ramadhan. Karena ini, ia justru tidak perlu pinjam ke bank. "Akhirnya saya tidak jadi pinjam di bank karena sudah ada modal untuk operasional selanjutnya dan juga buka cabang," katanya.  Selain berhasil meraih omzet yang menggiurkan, Rama juga berhasil membuka cabang di daerah Depok, Serpong dan Jakarta Selatan. 

"Saat ini Ayam Penyet Panglima sudah memiliki 6 cabang yang kita kelola secara konvensional.  Tahun ini kita mulai menawarkan peluang bisnis kemitraan di Pameran Info Franchise Expo di ICE Expo BSD. Responnya sangat bagus, kita dapat 15 calon mitra potensial. Tapi yang sudah fix sekitar 6 mitra yang akan kita buka gerainya secara bertahap," ujar Rama. 

Meskipun banyak peminat, pria kelahiran Brebes ini tidak ingin asal terima investasi dan sangat selektif memilih calon mitra bisnis. "Kita perlahan lahan saja ekspansinya, tidak terlalu agresif. Sebab kita memilih mitra yang cocok dengan visi misi kita yang ingin tumbuh secara sehat dan baik dengan dukungan penuh dari manajemen Ayam Penyet Panglima," ungkap Rama. 

Manajemen Ayam Penyet Panglima tergabung dalam PT WBM, singkatan dari Wangsa Brebes Miliarder yang kantornya berlokasi di Jl. Raya Krukut no 5 Depok, Jawa Barat. "Di kantor ini kita sudah memiliki support system yang memadai seperti tim hire SDM, tim Marketing, tim training, tim survei lokasi, divisi suplai bahan baku, komunikasi, sehingga bisa mudah membicarakan progres bisnis dan mengatasi kendala. Jadi kita sudah siap full support," bebernya. 

Ayam Penyet Panglima, sambungnya, menawarkan peluang bisnis kemitraan dengan dua paket investasi: 

  1. Model kios dengan paket investasi senilai Rp253 juta. 
  2. Model ruko dengan paket investasi senilai Rp325 juta. 


Mitra bisnis sudah mendapatkan semua perlengkapan bisnis termasuk biaya sewa kios dan ruko. "Jadi mitra bisnis tinggal jalan saja. Bedanya model kios dan ruko hanya pada kelengkapan menu saja. Menu di ruko lebih komplit ada paket iga. Sementara kalau di kios hanya paket ayam, bebek, lele dan es teh manis," jelasnya. 

Untuk paket ayam, lele, dan bebek harga menunya mulai dari Rp15 ribu sudah termasuk es teh manis. Sedangkan menu paket iga beserta es teh manis dibandrol Rp40 ribu. Menurut Rama, rata-rata omzet bisnis pergerai Rp 1,5 juta perhari . “Itu gerai yang baru buka di Serpong hanya mengandalkan pengunjung datang, belum ada pesanan luar, pesanan online dan sebagainya. Diperkirakan mitra bisnis dapat balik modal dalam waktu 15 bulan," kata Rama. 

Jika mitra bisnis belum balik modal dalam waktu tersebut, Rama siap buy back apabila mitra tidak ingin melanjutkan kerja sama. “Kita beli kembali, kita tutup sisa modal yang belum kembali. Kita berani garansi," tandas pria berusia 28 tahun ini. 

Menurut Rama, kelebihan dan ciri khas Ayam Penyet Panglima dibandingkan persaingnya ada di sambalnya. "Kita berani di sambalnya, ada tiga jenis sambal yang disajikan yaitu sambal Lamongan, sambal korek dan sambal khas Brebes. Di samping itu harga menu yang kita tawarkan sangat terjangkau mulai Rp15 ribu sudah dapat es teh manis. Kelebihan lainnya, kita sudah berbadan hukum," jelas pemilik hobi seni silat Tak Chi ini. 

Meski dinilai sukses membangun bisnis di usia muda, nyatanya proses yang Rama jalani tidak selalu mudah. Banyak suka duka yang dilalui, pernah ditipu dengan supplier nakal, bahkan jadi korban kenakalan karyawannya. "Pernah omzet sampai kompor gas dibawa kabur karyawan. Pernah juga dinakalin supplier, didatangkan ayam kurang bagus padahal sudah kontrak 4 bulan. Pelajarannya saya kini tidak pakai sistem kontrak agar ayam dengan kualitas lebih terjamin dari supplier," katanya. 

 

Sebar Proposal di Masa Pandemi 

Di samping harus mengalami penurunan omzet yang signifikan, Rama terpaksa memangkas jumlah karyawannya untuk bisa bertahan di masa pandemi. Meski begitu, ia tidak tinggal diam atas kondisi sulit yang menimpa bisnis yang baru saja didirikannya. Beruntung Rama punya koneksi dan pengalaman sewaktu bekerja menjadi kontraktor, ia mendatangi para petinggi perusahaan-perusahaan di kawasan Cikarang untuk menawarkan proposal pesanan. "Dari situ cukup banyak pesanan, rata-rata pesan 100 paket. Pesanan tersebut begitu membantu usaha saya di masa sulit," kisahnya. 

Rama juga menawarkan layanan pesan antar di masa PPKM agar pelanggan tetap bisa menikmati menu Ayam Penyet Panglima. "Pesanan dari Go Food juga membantu usaha saya sehingga alhamdulillah tidak ada gerai yang tutup di masa pandemi," pungkasnya. 

Nur Rama Data Kapentas adalah salah satu pebisnis yang sukses membangun bisnis dengan sistem kemitraan. Tertarik mengikuti jejaknya? Konsultasikan dengan pakar franchise di Daya.id agar usaha yang Anda jalankan semakin matang dan sukses.

Baca kisah sukses pengusaha inspiratif lainnya di Daya.id. Yuk daftar dan kunjungi Daya.id sekarang juga!

Penilaian :

4.9

64 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS