Sebelum terjun ke dunia bisnis, Agung Pribadi berkarier sebagai officer di sebuah bank BUMN. Selama 12 tahun bekerja, ia berada di jalur karier yang menjanjikan dengan peluang promosi terbuka lebar. Namun, pertumbuhan tren bisnis minuman kopi di Indonesia terus mengusik minatnya. Menurutnya, pasar kopi memiliki market size yang terus membesar.
“Banyak orang yang senang ngopi saat ini. Tinggal melihat tren seperti apa kopi yang menjadi kesukaan masyarakat. Itulah yang membuat saya tergiur menggeluti bisnis ini. Saya optimis pasar kopi akan terus tumbuh dan sustain,” ujarnya.
Dari Karier Mapan, Ke Dunia Bisnis dengan Modal Rp14 juta
![]()
Keputusan untuk belajar pun diambilnya. Ia mengikuti kelas barista di Yogyakarta sepulang kerja dan saat akhir pekan. Biaya kursus yang mencapai Rp15 juta per kelas tidak menyurutkan langkahnya. Dari sana, ia mendalami teknik meracik kopi sekaligus memahami seluk-beluk bisnis perkopian.
Setelah merasa cukup memahami produk dan pasar, Agung mendirikan bisnis kopi pada 2019 dengan modal Rp14 juta. Konsep awalnya adalah booth sederhana di Jalan Peteran, Solo. Modal tersebut digunakan untuk membuat booth, menyewa kios, serta membeli peralatan dan bahan baku.
Awalnya, Agung menjalani bisnis ini sambil tetap bekerja di bank. Respon pasar ternyata sangat positif sehingga ia bisa membuka cabang di Pacitan. Saat itu, merek yang digunakan adalah Teman Jiwa, dan sempat berkembang hingga 8 cabang di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam rentang waktu 1 tahun, Ia melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
Dalam perjalanan bisnisnya, Agung mengaku menghadapi berbagai tantangan, diantaranya :
1. Membangun tim
Proses menemukan karyawan yang sejalan dengan visi dan misi perusahaan tidak mudah dan membutuhkan waktu, tidak heran awalnya sering kali terjadi keluar-masuk karyawan. Di sisi lain, sebagai CEO, Agung juga harus memimpin perusahaan secara menyeluruh. Ia berprinsip: bisnis harus bertumbuh setiap hari. Evaluasi dilakukan harian dengan visi pertumbuhan berkelanjutan.
2. Konsep jualan
Konsep gerobakan dengan motor Listrik memang memungkinkan menjangkau lebih banyak calon pelanggan, tetapi juga memiliki tantangan saat musim hujan. Makanya untuk menyiasatinya Agung berupaya tetap bisa menyediakan menu hangat serta memilih lokasi parkir yang tepat.
3. Persaingan ketat di bisnis kopi
Tidak bisa dipungkiri, persaingan di bisnis kopi sangat ramai, namun hal ini juga menandakan pasar yang semakin luas. Kuncinya adalah konsisten menjaga kualitas dan terus berinovasi mengikuti tren. Harga yang terlalu murah bisa menimbulkan keraguan konsumen, sementara kurangnya inovasi rasa dapat membuat pasar jenuh.
4. Masa Pandemi COVID-19
Di masa pandemi tahun 2020, dari 6 cabang yang beroperasi hanya tersisa 2 cabang yang bertahan. Alih-alih menyerah, Agung memaknai pandemi sebagai masa jeda untuk menyusun strategi baru agar ketika situasi membaik, ia bisa memastikan bisnisnya bisa melaju lebih cepat.
Strategi Bisnis Kemitraan
![]()
Salah satu hal yang Agung pertimbangkan sebagai strategi baru adalah menawarkan bisnis kemitraan untuk mendapatkan tambahan modal (fresh money) guna mempercepat pertumbuhan bisnis. Benar saja, memasuki awal 2023, Agung melihat bisnis kopi masih sangat menjanjikan terutama dengan adanya tren kopi gerobakan yang berkembang pesat. Konsep bisnis diubah menjadi kopi gerobakan dengan motor listrik yang lebih fleksibel dan menjangkau pasar menengah ke bawah. Ia pun melakukan rebranding menjadi Teman Coffee, karena nama sebelumnya berbenturan dengan merek lain.
Strategi ini rupanya berhasil, sepanjang tahun 2023 Teman Coffee berhasil membuka 150 cabang. Pertumbuhan bisnis yang signifikan ini membuatnya yakin untuk resign dari pekerjaannya di tahun 2024 dan fokus mengembangkan bisnis. Memasuki 2024, strategi pemasaran diperluas dengan mengikuti Agus juga mulai mengikuti berbagai pameran franchise untuk memperkenalkan peluang bisnis kepada calon mitra.
Agung menawarkan 2 paket kemitraan bagi calon mitra, Teman Coffee :
1. Paket gerobakan sepeda listrik dengan investasi Rp25,5 juta
Paket ini sudah termasuk sepeda listrik, SOP, pelatihan, hingga gratis ongkir produk di Pulau Jawa
2. Paket booth dengan investasi mulai Rp35,5 juta.
Dari sisi omzet, rata-rata mitra dapat meraih Rp1 juta per hari dengan penjualan 80–90 cup. BEP umumnya tercapai pada bulan keempat atau kelima, dengan potensi laba bersih Rp8–10 juta per bulan. Harga produk berkisar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu, menyasar konsumen kelas C dengan kualitas yang tetap terjaga.
Salah satu keunggulan Teman Coffee terletak pada varian kopi gula aren. Agung memanfaatkan gula aren dari petani di Pacitan dan mengembangkan empat varian rasa berbasis gula aren. Total terdapat 16 varian menu, mulai dari kopi hingga non-kopi. Untuk suplai bahan baku, Agung bekerja sama dengan pemasok kopi robusta dari Temanggung yang dikenal kualitasnya.
Kini, di bawah naungan Teman TE.Co Group, Teman Coffee telah memiliki lebih dari 300 mitra yang tersebar di Jawa Timur, Bali, Mataram, Lombok, hingga Sumatera. Kantor pusatnya berada di Solo, tepatnya di Colomadu, berbatasan dengan Karanganyar, dengan dukungan 34 karyawan. Kepada calon pengusaha, Agung berpesan agar disiplin, tidak mudah menyerah, dan adaptif terhadap perubahan. Kegagalan bukan akhir, melainkan bahan evaluasi untuk bangkit kembali.
Agung Pribadi adalah salah satu pebisnis yang sukses membangun bisnis dengan sistem kemitraan. Tertarik mengikuti jejaknya? Konsultasikan dengan pakar franchise di Daya.id agar usaha yang Anda jalankan semakin matang dan sukses.
Baca kisah sukses pengusaha inspiratif lainnya di Daya.id. Yuk daftar dan kunjungi Daya.id sekarang juga!