Dirilis

12 November 2020

Cara menghitung laba sangat penting untuk dikuasai para pebisnis. Mengapa begitu? Sebab semua aktivitas bisnis yang dicari utamanya adalah keuntungan atau laba ini. Sehingga apabila Anda kurang teliti dalam perhitungan laba tersebut, tentu bisa berbahaya karena berurusan langsung dengan uang dan perkembangan masa depan bisnis Anda selanjutnya.

Adapun laba terdiri dari 2 jenis, yakni, laba bersih dan laba kotor. Masing-masing mempunyai perhitungan beserta rumus yang berbeda. Jika salah hitung, tentu artinya bisa salah.

Misalnya soal cara menghitung laba bersih. Biasanya, kekeliruan yang terjadi dalam cara perhitungan laba bersih terletak pada angka yang seolah-olah menunjukan adanya untung dalam usaha yang sedang dijalankan. Padahal sebenarnya usaha justru sedang mengalami kerugian tanpa disadari. 

Hal tersebut bisa fatal bukan? Sebab itu perlu ketelitian maksimal bila Anda ingin jadi pengusaha yang profesional.

Anda juga bisa mempelajari tentang cara menghitung keuntungan usaha di video ini, dan mendownload file latihan: 
Cara Menghitung Laba Rugi Penjualan


 

Cara Menghitung Laba Bersih Beserta Rumus yang Benar

Kita mulai dengan menghitung laba bersih. Bila Anda lupa dalam memasukkan elemen yang tidak diikutkan dalam perhitungan, maka cara menghitung laba bersih pun jelas bisa keliru, dan harus diulang dari awal lagi. Pengertian dari laba bersih sendiri ialah merupakan selisih dari adanya laba kotor, yang sudah dikurangi dengan seluruh biaya yang telah keluar, termasuk pula biaya operasional dan non operasional.

Biaya operasional ini mencakup adanya biaya penyusutan, biaya administrasi, dan biaya pemasaran. Lalu untuk biaya non operasional sendiri mencakup adanya biaya pajak dan bunga. 

Nah, lalu bagaimana rumus yang harus dipergunakan secara runtut dalam menemukan laba bersih? Baca selengkapnya:

1. Ketahui Rumus Hitung Laba Kotor

Step pertama dalam cara menghitung laba bersih ini, Anda harus mencari laba kotor, yang merupakan selisih dari adanya hasil penjualan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapat maupun menghasilkan produk, baik barang ataupun jasa. Bila dituliskan dengan rumus maka sebagai berikut:

Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan


 

2. Dapatkan Angka dari Penjualan Bersih Terlebih Dahulu

Dalam perhitungan laba kotor, maka Anda perlu mencari angka dari penjualan bersih terlebih dahulu. Lalu bagaimana caranya? Yang pertama, kurangi pendapatan usaha Anda dengan semua biaya yang sudah keluar untuk transaksi penjualan. Contoh pada bagian ini adalah bila terdapat biaya atau ongkos kirim barang, program diskon, terdapatnya barang yang rusak, dan lain-lainnya.

Penjualan bersih ini sebenarnya tak selalu dalam bentuk kas, namun bisa juga berupa piutang yang disebabkan oleh adanya penjualan yang memang tidak memakai transaksi tunai. Jadi di sini penjualan kredit pun diakui pula sebagai suatu penjualan, ya. Bila dicatat sebagai rumus, maka seperti ini:

Penjualan bersih = Penjualan – Potongan Penjualan – Retur Penjualan


Baca Juga: Simulasi Perhitungan Target Penjualan

 

3. Temukan Nilai Angka pada Harga Pokok Penjualan

Setelah beres menemukan angka penjualan bersih, cara menghitung laba selanjutnya adalah menentukan harga pokok penjualan supaya bisa ditemukannya laba kotor. Harga pokok penjualan ini pun bisa termasuk pada seluruh biaya pembelian barang dagang, yang juga termasuk pula adanya persediaan barang dagang yang telah dibeli pada periode sebelumnya, atau yang sudah lewat. Rumusnya yakni:

Harga Pokok Penjualan = Persediaan Awal – Pembelian Bersih – Persediaan Akhir


 

4. Masukkan Semua Angka Dalam Rumus dan Hitunglah Laba Bersih!

Setelah semua angka telah siap, maka masukkanlah nilai penjualan bersih maupun harga pokok penjualan, yang nantinya digunakan untuk mencari laba kotor terlebih dahulu. Setelah hasil perhitungan laba kotor keluar, maka kurangilah dengan adanya beban usaha (biaya operasional dan non operasional), untuk mendapatkan hasil akhir dari laba bersih. Berikut rumusnya:

Laba Bersih = Laba Kotor – Beban usaha (Biaya Operasional + Non operasional)


 

5. Hasil Akhir Laba Bersih

Bila sudah selesai dan dikerjakan secara runtut, maka Anda boleh teliti lagi catatan pengeluaran supaya tak ada lagi yang tertinggal, termasuk pajak. Sebab laba bersih ini adalah penghasilan bersih yang akan Anda peroleh baik dari luar usaha pokok maupun usaha pokok itu sendiri selama satu periode.
 


Dengan memahami cara menghitung laba yang benar, maka hasil laba atau keuntungan dari usaha Anda akan dapat dihitung dengan benar. Selain itu, apabila Anda membutuhkan nasehat atau pelatihan terkait bisnis ini, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli pelatihan bisnis

Untuk informasi lain terkait investasi maupun produk keuangan lain, Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan tersebut bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. 

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

3.7

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS