Dirilis

24 Oktober 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Punya usaha kedai kopi lokal sepertinya seru juga ya. Buka kecil-kecilan di depan rumah atau di pinggir jalan yang ramai. Sasarannya, para penikmat kopi atau mereka yang ingin duduk melepas penat. Dan ternyata, modal Rp1 juta sudah bisa lho memulai usaha ini.

Begini, paling tidak ada 5 hal yang bisa Anda perhatikan sebelum memulai usaha kedai kopi lokal, yaitu: modal usaha, lokasi, harga jual, peralatan, dan waktu balik modal. Ayo kita bahas satu per satu.

1. Modal untuk Memulai Usaha
Modal tergantung kepada konsep bisnis kedai kopi Anda sendiri. Pada dasarnya Anda hanya butuh kopi berkualitas dan air (panas) saja. Sebagai peralatan pendukung, Anda bisa menggunakan mesin espreso yang harganya relatif mahal atau alat seduh manual yang lebih murah.

Nah, apabila Anda sudah memiliki tempat usaha, Anda bisa memulai dengan modal sekitar Rp1 juta untuk membeli alat seduh manual dan bahan baku. Jika ingin usaha kopi yang lebih lengkap, maka Anda harus merogoh kocek sekitar Rp5 juta untuk grinder, mesin penyeduh kopi otomatis, saringan, dan sebagainya. Namun, belum termasuk tempat dan karyawan. Ingin lebih lengkap lagi? Siapkan modal awal sekitar Rp10 juta untuk peralatan kopi yang lebih canggih.

2. Lokasi yang Pas
Pilih tempat yang lokasinya belum terlalu komersil. Karena, semakin komersil suatu lokasi, maka sewa tempat dan pajak akan semakin tinggi. Semakin banyak kedai kopi di daerah perkotaan, semakin harus membuat pembedanya. Sebab, persaingan kedai kopi sudah semakin keras di berbagai kota di Indonesia. Misalnya, Bandung, Jakarta, dan Bogor.

3. Harga Jual Segelas Kopi
Ketika bisa menemukan sumber biji kopi langsung dari petaninya, maka harga jual segelas kopi di kedai kopi Anda akan semakin murah, kualitas semakin bagus, dan konsumen semakin banyak. Sebagai gambaran, harga biji kopi Arabika bila Anda langsung membeli dari petani di Jawa Barat saja saat ini pasarannya Rp80.000 per kg, dengan catatan harga tersebut untuk green bean (biji masih hijau). Bila Anda ingin biji kopi yang sudah dipanggang, harganya bisa menjadi Rp250.000-300.000 per kg. Dari satu kilogram bubuk kopi tersebut bisa dibuat hingga 50 cangkir lebih, sebab kira-kira satu gelas kopi memerlukan 15 gram kopi bubuk. Dengan demikian, Anda bisa menganalisa harga jual segelas kopi untuk dijual yang sudah termasuk harga kemasan gelas kopi, harga sewa tempat, dan lain-lain, yaitu kurang lebih Rp15.000 per gelas.

4. Masa Pakai Peralatan
Tentu saja, semua peralatan seduh kopi yang Anda sediakan di awal masa usaha ada batas waktu penggunaannya. Berikut asumsi batas penggunaan peralatan untuk kedai kopi Anda.
- Masa pemakaian mesin coffee grinder 5 tahun.
- Masa pemakaian panci 5 tahun.
- Masa pemakaian alat pengocok 3,5 tahun
- Masa pemakaian penyaring kerucut 3,5 tahun

5. Perkiraan Waktu Balik Modal
Untuk usaha kedai kopi dengan skala menengah, maka berikut perhitungan modal kembali dengan modal awal kurang lebih Rp15 juta dan menggunakan metode penyusutan barang maka Anda bisa mengharapkan modal kembali pada bulan ke 10. Dengan catatan, penjualan Anda stabil bahkan terus meningkat setiap bulan.

Masih ingat kedai kopi lokal di Jakarta yang dikunjungi Presiden Joko Widodo beberapa bulan lalu? Nah, ukuran kedai tersebut tidak besar, bahkan jumlah kursi tidak lebih dari 10. Tapi antreannya… mulai dari penikmat kopi sampai kurir via ojek online. Artinya, jangan ragu untuk memulai dari kedai kecil dan bersaing dengan jaringan kedai kopi yang sudah lebih mapan.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Sonny Hisar Hamonangan Sitompul

16 November 2021

Sangat bermanfaat dan menambah wawasan dalam memulai bisnis ini. Daya mantap

Balas

. 0

Perwitasari

05 Desember 2020

memulai usaha harus dipikirkan dengan matang.

Balas

. 0

LINDA BUDIYARTI

14 Juli 2020

Inspiring.

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS