Dirilis

20 September 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Jika Anda memiliki tangan yang terampil dan memiliki hobi memasak, bisnis kuliner bisa jadi pilihan untuk memulai usaha. Tidak perlu dengan modal yang besar, Anda bisa memproduksi secara kecil-kecilan di awal, dan memutar keuntungannya untuk produk yang lebih banyak lagi.

Asyiknya berbisnis di rumah, Anda dapat menekan pengeluaran produksi di awal dan berfokus kepada pemasaran produk, serta menjaring pasar terlebih dahulu. Tertarik? Berikut ini beberapa tips memulai usaha kue rumahan yang bisa Anda coba:

1. Tentukan Target Pasar dan Lakukan Riset
Siapa yang kira-kira akan menyukai makanan Anda? Anak-anak, remaja, atau orang dewasa? Untuk memudahkan merancang produk dengan lebih matang, tentukan target pasar sejak awal secara spesifik. Bagaimana bentuk kemasan dan pengemasannya, seperti apa pemasarannya serta aspek lainnya, semua tergantung dari target pasar yang Anda tentukan di awal.

Jika jenis usaha kuliner yang Anda sasar memang sudah memiliki kompetitor kuat, maka sangat penting untuk melakukan riset lebih jauh lagi untuk melihat seperti apakah selera pasar di luar sana. Mintalah beberapa kerabat atau keluarga untuk mencoba produk Anda. Mintalah kepada mereka opini yang jujur, baik dari segi kualitas rasa, kuantitas produk hingga kemasan. Ini semua penting dilakukan di awal untuk pembelajaran bisnis Anda.

2. Rencana Bisnis (Tentukan Modal dan Rencana Penjualan)
Berapa modal yang Anda butuhkan? Dari mana dana tersebut berasal? Segala hal mengenai persiapan awal membangun usaha, perlu Anda persiapkan dengan matang. Tidak hanya sampai di situ, Anda juga harus merencanakan strategi penjualannya. Bagaimana distribusi penjualan, strategi mencari pelanggan dan lain sebagainya.

3. Persiapkan Peralatan Mumpuni
Jika di awal usaha peralatan dapur pribadi Anda sudah cukup untuk memproduksi, Anda dapat melewatkan bagian ini. Akan tetapi biasanya peralatan rumah tangga terbatas untuk digunakan memproduksi dalam jumlah banyak. Tetapi akan lebih baik jika berinvestasi dengan peralatan yang berkualitas bagus dan dapat memenuhi kebutuhan produksi yang sudah dirancang.  

4. Tentukan Harga Jual
Mahal bukan berarti produk Anda tidak akan dilirik oleh pelanggan. Jika memang bahan yang digunakan dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang sepadan, tidak usah khawatir. Hal itu dikarenakan Anda pasti memiliki pasar tersendiri. Namun, tentu penentuan harga jual tidak semata ditentukan dari bahan baku yang digunakan. Banyak komponen lain yang perlu diperhitungkan seperti biaya listrik, penyusutan peralatan,biaya kemasan dan distribusi, biaya karyawan (jika ada) dan berapa besar keuntungan yang ingin Anda tetapkan ditiap produknya. Jangan lupa menghitung investasi tenaga dan usaha Anda, ya!

(Baca juga: https://daya.id/usaha/artikel-daya/Keuangan/berapa-harga-yang-cocok-untuk-produk-saya-)

5. Fokus Pada Kualitas
Penjualan seringkali berfokus pada keuntungan sebanyak-banyaknya. Namun satu hal yang terpenting, khususnya bagi bisnis kuliner, adalah soal kualitas. Jangan sampai mengorbankan kualitas demi produksi yang besar-besaran. Produksi secara terbatas, namun dengan kualitas baik yang tetap terjaga tentu akan membuat produk Anda terkesan ekslusif dan diminati banyak orang.

6. Bermain Pada Pengemasan
Pengemasan adalah salah satu cara berkreasi agar dilirik oleh calon pelanggan. Baik itu desain kemasan yang menarik, hingga pemasaran di sosial media yang unik, bagaimana cara Anda mengemas produk bisa jadi selling poin dan membuat orang tertarik mencoba produk Anda.

7. Jangan Takut Berinovasi
Jangan karena penjualan terlihat positif,  lalu Anda merasa nyaman. Ketatnya persaingan di bisnis kuliner membuat pelaku usaha harus terus berinovasi pada produknya. Baik itu soal rasa, tampilan, atau pengembangan produk lain, inovasi akan membuat produk Anda selalu ditunggu-tunggu.

8. Urus Perizinan
Jika memang diperlukan, akan lebih baik jika produk yang Anda jual memiliki perizinan dan sertifikasi dari lembaga terpercaya. Misalnya memiliki perizinan edar dari instansi pemerintah atau pihak berwenang. Jika bisa, Anda juga dapat mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak dan mengurus perizinan di Kementrian Kesehatan hingga sertifikasi halal.

Nah, jangan berpikir terlalu lama. Jika memasak adalah passion Anda, maka bisnis kuliner patut Anda jajal. Kapan lagi Anda bisa melakukan sesuatu yang disukai, menjalankan dengan nyaman dan tanpa beban, lalu menghasilkan uang dari kegiatan tersebut?

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Sutie Rahyono

Praktisi & Pendamping Usaha Kecil

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS