Dirilis

07 Januari 2022

Penulis

Qodri Perdana

Setelah sekian lama menjalankan usaha, Apakah Anda pernah mendengar istilah aset tetap dan inventory?

 

Pengertian, Sifat, dan Tipe Aset Tetap

Aset tetap adalah barang atau peralatan yang dimiliki serta digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan usaha agar menghasilkan pendapatan. Aset tetap bersifat jangka panjang dan tidak diharapkan untuk dijual kembali atau dikonversi menjadi uang tunai dalam jangka waktu pendek.

 

Aset tetap memiliki beberapa macam sifat tertentu, yaitu:

  1. Terlihat wujud fisiknya
  2. Barang atau peralatan tidak ditujukan untuk dijual kembali seperti layaknya barang dagangan, 
  3. Memiliki nilai secara rupiah, sehingga untuk harga pada aset tetap tersebut akan mempunyai nilai rupiah yang cukup signifikan. Aset tersebut bisa jadi akan bernilai jual tinggi seiring dengan berjalannya waktu, misalnya tanah, dan bangunan. Ataupun penurunan nilai jual rendah seperti mesin, kendaraan, dan lain sebagainya.
  4. Akan bernilai ekonomis dalam jangka waktu minimal 1 tahun.


 

Aset tetap dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:

• Aset Tetap Berwujud
Aset tetap berwujud atau bisa juga disebut sebagai tangible assets merupakan aset tetap berwujud yang memiliki sifat relatif permanen dan digunakan dalam suatu operasional perusahaan. Aset tetap berwujud dapat berupa gedung yang digunakan sebagai kantor, tanah, kendaraan operasional, mesin-mesin industri dan masih banyak lagi.

• Aset Tetap Tidak Berwujud
Aset tetap tidak berwujud atau intangible assets adalah jenis aset yang berumur lebih dari satu tahun dan tidak berbentuk fisik, namun lebih kepada pengakuan atau hak cipta. Sebagai contoh aset yang berbentuk sebuah lisensi, merek dagang, hak sewa, nama franchise atau waralaba.

Baca juga : Jadilah Franchisee yang Disukai Franchisor

 

Pengertian dan Jenis Inventory

Nah, setelah memahami apa itu fixed asset atau asset tetap, sekarang mari bersama kita lihat istilah lainnya dalam menjalankan usaha, yaitu inventory.

Secara umum, inventory mengacu kepada semua barang dagangan, bungkus, bahan dasar yang dimiliki oleh pengusaha untuk dijual agar mendapatkan keuntungan.

Contoh: Jika agen bakso menggunakan mobil untuk mengirimkan baksonya ke pedagang eceran, hanya bakso-baksonya yang akan dianggap sebagai inventory. Mobil akan dianggap sebagai aset.

Inventory tidak hanya berlaku pada bidang usaha manufaktur saja, namun juga dapat berlaku dibidang usaha jasa. Contoh: Untuk perusahaan audit, inventaris bisa jadi terdiri dari semua informasi yang dikumpulkan untuk audit pada bisnis tersebut. Dalam industri perhotelan, kamar kosong dapat menjadi inventory bagi si pemilik hotel.

 

Jenis-Jenis Inventory dalam Usaha

Seperti yang didiskripsikan di atas, pengertian dan jenis inventory bisa berubah tergantung pada dengan industrinya. Sekarang, mari kita lihat beberapa jenis inventory yang ada dalam usaha.
Agar dapat lebih mudah dipahami, mari kita lanjutkan dengan contoh agen bakso:

 

•    Bahan baku

Bahan baku terdiri dari semua bahan-bahan yang diproses agar mendapatkan produk akhir. Pada agen bakso, bahan bakunya terdiri dari garam, dan tepung, daging dan bahan dasar lainnya untuk digunakan dalam berbagai tahap pembuatan bakso.

 

•    Sedang dalam proses pengerjaan atau work in progress

Jika bahan pokok yang telah dikirim untuk diproses tetapi belum berupa barang jadi, tahapan inilah yang disebut sebagai sedang dalam proses pengerjaan. Pada usaha agen bakso, bakso yang sedang menunggu pemeriksaan kualitasnya namun belum dikirimkan dianggap sedang dalam proses. Sederhananya, kategori “sedang dalam proses pengerjaan” terdiri dari semua barang yang sudah dibuat tetapi belum dikirim untuk dijual.

 

•    Barang jadi

Barang jadi merupakan barang akhir yang siap diterima oleh pembeli. Barang-barang tersebut sudah melewati tahapan-tahapan pembuatan dan pengecekan kualitas barang. Jadi bagi si agen bakso, paket terakhir bakso yang dikirim ke pedagang ecer untuk dijual setelah menjalani pemeriksaan kualitas disebut sebagai barang jadi.

 

•    Inventory MRO

MRO merupakan singkatan dari Maintenance Repairing and Operating supplies, dapat diartikan sebagai perawatan, pemeliharaan barang atau mesin dalam menjalankan operasional perusahaan. Jenis inventaris ini sebagian besar terdapat pada industri manufaktur. MRO mempunyai peranan penting dalam pekerjaan sebuah usaha.Sebagai contoh MRO adalah pelumas, alat pendingin, seragam dan sarung tangan, mur, baut, dan lain sebagainya.

 

•    Cycle inventory

Cycle inventory atau persediaan siklus dapat dideskripsikan barang yang dipesan dalam ukuran lot dan pada musim tertentu. Dalam usaha agen bakso, Persediaan siklus biasanya merupakan bahan yang langsung digunakan dalam memproduksi bakso di musim tertentu untuk memenuhi permintaan pasar.

 

•    Decoupling inventory 

Terdiri dari barang atau peralatan yang disimpan sebagai cadangan untuk digunakan oleh pemilik usaha jika ada peralatan lainnya rusak.

Dalam contoh agen bakso misalnya, setelah adonan dibuat, si agen menggunakan alat timbang untuk mengukur berat atau cetak bakso-bakso. Untuk mencegah kerusakan pada salah satu alat yang dapat menunda proses produksi, si agen mungkin akan menyimpan cadangan alat timbang lainnya saat mesin sedang diperbaiki.

Melalui informasi di atas, mari mulai dari sekarang kita melihat kembali mana yang menjadi aset dan mana yang menjadi inventory, sehingga kita dapat mendapatkan keuntungan lebih banyak. Anda juga dapat berkonsultasi terkait dengan pengelolaan operasional dengan mitra ahli kami.

Untuk informasi lainnya terkait tips usaha. Anda bisa medapatkan nya secara gratis di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan sangat mudah dan kapan saja. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS