Dirilis

07 November 2018

Penulis

Dimas Prasojo

Memang tidak ada rumus pasti dalam membangun startup atau merintis sebuah bisnis. Namun, dari berbagai kisah sukses yang dialami oleh para pelaku bisnis startup, tentunya ada beberapa poin atau hal yang menjadi suatu faktor yang perlu diperhatikan saat awal-awal merintis sebuah bisnis.

Saat ini telah banyak bisnis startup yang mulai membesar seperti halnya Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan perusahaan lainnya yang sudah mengantongi modal jutaan dari investor. Jika Anda adalah salah satu dari mereka yang sedang dalam pencarian nasihat untuk merintis sebuah startup, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ini.

1. Ide startup yang berguna untuk masyarakat
Saat ini Anda sudah mengantongi beberapa ide di dalam otak, namun apakah ide-ide tersebut merupakan ide yang tepat untuk dijalankan? Ya, dalam hal membangun startup, ada baiknya Anda tidak membangun perusahaan tersebut hanya demi memenuhi hobi saja. Ide yang Anda miliki haruslah sesuatu yang dapat bermanfaat bagi masyarakat di kehidupan nyata.

Jika tidak memperhatikan hal ini, siapa yang akan Anda jadikan target pengguna nantinya? Ide yang dimiliki memang tidak harus besar dan rumit. Startup yang mulai besar seperti Gojek saja berawal dari ide untuk membantu pengguna ojek agar lebih mudah. Oleh karena itu, pada saat memikirkan sebuah ide startup, cobalah untuk melihat ke sekitar dan mencari tahu masalah apa yang ada di sekitar lalu temukan solusinya.

2. Perhatikan kembali soal tujuan membuat startup
Sekarang, apa tujuan Anda membangun startup? Jika membangun startup agar bisa cepat kaya, rasanya lebih baik ubahlah tujuan tersebut. Perlu diingat, membangun startup bukanlah suatu hal yang mudah. Sama halnya dengan usaha lainnya, startup tidak bisa sukses secara instan. Perlu proses dan waktu.

Bukan berarti startup tidak bisa memberikan Anda keuntungan finansial, tetapi sifatnya yang tidak instan, perlu Anda perhatikan agar tetap bekerja keras dalam membangun usaha tersebut. Butuh waktu dan jatuh bangun untuk Microsoft atau pun Google bisa menjadi sebesar sekarang dengan keuntungan berlimpah, begitu juga dengan startup Anda.

3. Tentukan target pasar yang ingin dicapai
Selanjutnya, jika sudah memiliki ide startup yang bisa memecahkan masalah di masyarakat dan sudah bersama dengan tim Anda, memilih target konsumen menjadi hal lain yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah bisnis. Siapa yang ingin Anda jadikan konsumen? Jenis konsumen seperti apa yang Anda harapkan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat penting untuk diperhatikan agar Anda bisa memiliki target pasar yang jelas. Dengan begitu, Anda pun bisa dimudahkan dalam mengambil keputusan terkait dengan produk yang akan dijual ke masyarakat.

4. Perhatikan juga kompetitor Anda
Jika ide dan rancangan startup yang telah Anda buat sudah merasa terbaik, maka Anda salah besar. Jika memiliki pemikiran yang seperti itu, bisa jadi hal tersebut akan membuat  startup  hancur seberapa pun kuatnya.

Hal tersebut bisa berbahaya jika tidak mempedulikan bagaimana kejamnya dunia startup tersebut. Persaingan ada dimana-mana dan kita baiknya tetap waspada, serta memperhatikan kompetitor yang ada. Ketika membangun startup, dan menemukan celah dari kompetitor, kita bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan

5. Buatlah tim yang hebat
Tim yang hebat akan menjadi modal awal yang sangat tepat. Hal ini sangat penting jika Anda tidak bisa membangun usaha startup sendirian. Anda harus membentuk tim yang baik dan bisa berjuang bersama-sama untuk merintis sebuah usaha dari bawah.

Bekerja samalah dengan mereka yang kompeten di bidangnya. Meskipun tim yang Anda miliki saat membangun startup ini kecil, Anda harus bisa memaksimalkan tim tersebut untuk meraih hasil yang besar. Dan yang pasti Anda harus berusaha terus memotivasi tim jika diperlukan karena merintis bisnis bisa jadi tidak semudah yang pernah dipikirkan.

6. Pengaturan keuangan
Dalam membangun startup, mengatur keuangan dengan sebaik mungkin adalah hal yang penting untuk dilakukan. Bukan rahasia lagi jika startup itu layaknya mahasiswa yang kebanyakan dompetnya tipis, karena itu harus pandai-pandai dalam mengatur keuangan terutama soal pengeluaran.

Pada saat masih merintis, startup akan fokus dalam masalah public awareness atau kesadaran masyarakat akan adanya perusahaan tersebut jadi keuntungan pun belum bisa diharapkan. Oleh karena itu, pengaturan dan laporan keuangan yang ada harus diperhatikan benar-benar agar bisnis startup yang Anda bangun tidak berhenti ditengah jalan sebelum membuahkan hasil.

7. Terus membangun jaringan dengan orang lain
Apalah arti sebuah bisnis jika Anda tidak memiliki networking. Semakin luas jaringan yang Anda miliki, tentu akan semakin banyak pula kemungkinan untuk mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.
Dengan terus membangun interaksi bersama orang baru, Anda juga akan bisa mendapatkan inspirasi dan informasi lainnya yang bisa berguna bagi bisnis yang Anda jalani tersebut. Dan siapa tahu juga Anda bisa menemukan seseorang yang bisa diajak bekerjasama juga.

8. Pastikan bisnis terus berkembang
Selalu pastikan bahwa startup yang Anda kembangkan tersebut tetap berkembang. Jangan mudah puas dengan perusahaan yang hanya berjalan saja tanpa ada masalah. Tetapi cobalah untuk berpikiran ke depan dan berusaha untuk membuatnya terus berkembang.

Dengan memiliki pemikiran demikian, Anda tidak akan kemana-mana dan tetap akan berjalan di tempat. Dan jika demikian, mungkin tinggal menunggu waktu saja Anda untuk menunggu giliran startup yang Anda operasikan tersebut bangkrut.

9. Jangan malu untuk belajar
Anda harus terus belajar dan belajar. Terutama belajar dari kesalahan dan pendahulu. Pastinya setiap orang pernah melakukan apa yang disebut dengan kesalahan. Jangan malu untuk belajar dari kesalahan yang terjadi pada bisnis kita maupun dari orang lain.

Berbicara mengenai orang lain, saat membangun startup, kita juga bisa belajar dari kesalahan dan juga keberhasilan yang dialami orang lain. Dengan belajar dan terus belajar, tentu kita akan semakin berpengalaman dan dapat membuat keputusan yang tepat untuk startup yang kita jalani tersebut.

10. Legalitas
Hal yang tidak kalah penting lagi adalah terkait legalitas. Apa jadinya jika sebuah startup tidak memiliki legalitas yang jelas? Tentu akan menjadi pertanyaan para pelanggan. Selain itu, dengan adanya legalitas, akan banyak manfaat yang bisa diambil dan mengurangi risiko yang bisa saja terjadi jika startup tersebut tidak legal.

Untuk mengetahui aspek-aspek legal apa yang perlu diperhatikan dalam membangun start-up bacalah artikel “Perhatikan Masalah Legalitas Ini Sebelum Memulai Bisnis Startup”.

Sumber:

Dimas Praasojo

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Dimas Prasojo

Pakar Hukum dan Perizinan

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS