Dirilis

26 Desember 2021

Penulis

Muhamad Arham Amarulhaq, Shafira Rahma Faridiana, Fajar Aji Pamungkas

Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing dengan kehadiran kafe atau kedai kopi yang terus berjamur di lingkungan perkotaan. Saat ini, kedai kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup milenial. Bagi milenial, tiada hari tanpa menyeruput secangkir kopi baik itu sendiri, bersama pasangan, hingga rekan kerja. Euforia kedai kopi terus meningkat bersama dengan perkembangan tren kopi yang semakin meluas. Sepanjang tahun, pertumbuhan kedai kopi terus meningkat sebesar 14% dengan hadirnya merek baru dan pembukaan kedai baru. Tentu, hal tersebut disambut baik oleh para pelaku bisnis food and beverages. Didukung oleh tren-tren baru seperti tren kopi susu hingga kopi dalgona, bisnis kedai kopi kian bertumbuh sepanjang 2018-2021. TOFFIN, salah satu coffee business platform untuk pembelian bahan dan peralatan untuk industri kopi mencatat, per tahun 2019 terdapat 2.950 kedai kopi. Angka tersebut kian meningkat melihat jumlah kedai kopi pada tahun 2016 hanya mencapai 1.000 kedai saja.




Pertumbuhan itu tentu diwarnai oleh persaingan ketat antara kedai kopi. Dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan pemasaran kedai kopi. Tanpa kreativitas pemasaran yang mumpuni, penikmat kopi tidak akan mendapatkan feel dari secangkir kopi. Salah satu teknik yang digunakan pertama kali untuk menumbuhkan feel penikmat kopi adalah melalui media sosial.
Media sosial sebagai wajah pertama dari bisnis berperan penting dalam mengambil hati dari calon pelanggan. Umumnya, generasi milenial terbiasa mencari informasi melalui media sosial sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk. Tak heran, media sosial seperti Instagram, YouTube, dan Tiktok menjadi sasaran media pemasaran para pelaku bisnis kedai kopi. Kopi Kenangan contohnya, kedai kopi kekinian yang telah berdiri sejak tahun 2019 memiliki serangkaian strategi pemasaran yang terbukti meningkatkan engagement dari kedai kopi tersebut.

 

Tips Pemasaran dari Kedai Kopi yang Bisa Ditiru


 

1. Menentukan nama yang sederhana tapi bermakna

Nama yang singkat, sederhana dan bermakna lebih mudah diingat dan diucapkan, popularitas kedai kopi mudah melejit. Kita bisa belajar dari brand kopi Janji Jiwa. Janji Jiwa mengambil filosofi memberikan ‘janji dari hati’ dalam menyediakan tiap cangkir kopi.

 

2. Menentukan menu yang unik dan menggugah selera

Salah satu merek kopi dengan nama yang unik adalah Kopi Kenangan. Menunya antara lain seperti kopi kenangan mantan, kopi milosaurus, dan yang belum lama ini muncul sultan boba dengan brand ambassador Hotman Paris. Edward, co-founder Kopi Kenangan, menuturkan bahwa kopi kenangan fokus untuk mencapai strategi pemasaran word of mouth (WOM) dimana para pelangganlah yang menjadi perpanjangan mulut dari Kopi Kenangan sehingga bisa menekan biaya iklan sosial media.
Melalui serangkaian strategi pemasaran tersebut, Kopi Kenangan membuktikan kesuksesannya dengan meningkatnya penjualan sebesar 50% dan membangun 800 gerai baru sepanjang pandemi 2020-2021. Kedepannya, Kopi Kenangan akan berencana melantai di bursa efek Indonesia pada tahun 2022.

 

3. Manfaatkan layanan ojek daring

Senada dengan Kopi Kenangan, Janji Jiwa memiliki target pasar dan konsep yang mirip. Janji Jiwa mengusung konsep grab and go dan menyasar milenial perkotaan. Namun, Janji Jiwa memiliki strategi pemasaran yang berbeda dengan Kopi Kenangan.



Dalam pengembangannya, Janji Jiwa fokus pada peningkatan variasi produk kopi dan non-kopi. Janji Jiwa juga melebarkan sayapnya dalam bisnis kedai roti toast melalui Janji Toast. Selain itu, pada sisi pemasaran, Janji Jiwa fokus pada pemasaran melalui penyedia layanan ojek daring seperti Grab dan Gojek. Janji Jiwa memanfaatkan kedua platform tersebut untuk memberikan promosi diskon maupun promo lainnya dengan mencantumkan kode kupon.

Baca juga: Meningkatkan Penjualan di Masa Pandemi

 

Pengembangan Strategi Pemasaran Lainya yang Dilakukan

 

1. Kerjasama dengan influencer

Janji Jiwa menggunakan strategi kolaborasi dengan influencer mikro untuk meningkatkan brand awareness. Kerjasama yang dilakukan oleh Janji Jiwa dengan influencer adalah melakukan kampanye yang diusung perusahaan seperti kampanye ‘Kopi, Musik Cerita Jiwa’.

Baca juga: 3 Tips Mencari Influencer Marketing Agar Pendapatan Meningkat 2x Lipat


 

2. Bangun kedekatan dengan pelanggan

Janji Jiwa dan Kopi Kenangan berpendapat sama bahwa sosial media merupakan bagian penting dari pemasaran. Karena itu, penting bagi perusahaan menciptakan kedekatan antara pelanggan dengan membalas komentar dari tiap unggahan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari teknik pendekatan sehingga pelanggan merasa diperhatikan dan dekat dengan merek kedai kopi tersebut.
Jadi, begitulah tips dan trik agar usaha kedai kopi Anda semakin bertumbuh dan melesat naik baik popularitas merek maupun jumlah penjualannya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dibutuhkan konsistensi, evaluasi, serta perbaikan terus menerus. Selamat mencoba, semoga sukses.


Jika Anda memiliki pendapat lain atau masukan, silakan sampaikan di kolom komentar. Apabila Anda memiliki kesulitan ataupun ingin bertanya lebih lanjut mengenai pemasaran digital untuk menaikkan usaha Anda, silakan konsultasikan dengan expert kami di fitur Tanya Ahli.  Pastikan Anda mendaftar melalui daya.id dan dapatkan akses ke beragam informasi seputar bisnis dan info lainnya yang tepercaya.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Rhein Mahatma

Digital Marketing Expert

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS