Dirilis

23 Pebruari 2022

Penulis

Qodri Perdana

Di tengah perjuangan para pemain industri ritel menghadapi COVID-19, bisnis kosmetik serta kecantikan malah melejit. Menurut The NPD Group, sebuah perusahaan yang fokus kepada market research, bisnis kosmetik telah memberikan 45 persen keuntungan industri ritel tahun lalu. 

Bisnis kosmetik masih diprediksi tetap akan menjadi tren terdepan di dalam industri ritel pada beberapa tahun ke depan. Artinya, hal ini dapat menjadi kesempatan emas bagi Anda yang tertarik memulai bisnis ini.  

Namun, tanpa disertai strategi, memulai bisnis kosmetik dapat menjadi boomerang. Ditambah lagi sekarang banyak brand kosmetik bermunculan, yang mempunyai konsep serta dikemas dengan keunikan dan kreatifitas. 

 

Tip Merencanakan Bisnis Kecantikan 

Supaya bisa memenangkan persaingan antar bisnis kosmetik, Anda harus membuat perencanaan yang matang. Berikut ini adalah beberapa tips yang kami rangkum untuk menemani perjalanan Anda dalam membangun bisnis kosmetik dan kecantikan.   


 

1. Siapkan Konsep dan Pahami Kebutuhan Konsumen 

Membangun bisnis kecantikan akan sulit jika Anda tidak mempersiapkan konsep dan mengikuti perkembangan tren. Anda dapat berlangganan di bermacam-macam website kecantikan yang tepercaya dan ulasan yang bagus untuk mendapatkan inspirasi produk. 

Jangan lupa juga untuk mengikuti dan membaca rubrik fashion, mencari video tentang kecantikan dan makeup di YouTube, serta mengikuti berita terbaru seputar kecantikan di media sosial. Cara ini akan mendukung Anda dalam mengembangkan ide produk kecantikan yang dibutuhkan dan digemari oleh calon konsumen. 

Anda juga mungkin membutuhkan survei atau hasil riset konsumen dalam mencari tahu produk kecantikan apa yang dibutuhkan saat ini, ataupun hal apa yang belum konsumen dapatkan dari produk kecantikan saat ini. 


 

2. Tentukan Target Pasar yang Tepat  

Di setiap bisnis, target pasar merupakan hal utama yang perlu diperhatikan. Karena hal ini akan mempengaruhi campaign yang Anda sajikan, harga yang Anda tawarkan, bahkan package yang dipilih. Bahkan pemilihan target konsumen yang tepat dapat berpengaruh kepada konten promosi yang Anda kreasikan. Salah dalam memilih target konsumen dapat sangat fatal dalam kelangsungan bisnis Anda. Pahami dan perdalam demografi konsumen, seperti umur, pekerjaan, jenis kelamin bahkan lokasi. 


 

3. Ciptakan indentitas yang Ingin Anda Tampilkan pada Produk Anda 

Jika seseorang mendengar produk Anda, kesan seperti apakah yang Anda harapakan? Apakah Anda ingin menampilkan kesan elegan, kesan mahal, atau kesan terjangkau dengan mudah? Citra seperti inilah yang perlu Anda pikirkan dan dibangun dengan matang.  

Saat ini, konsumen sedang tertarik dengan produk yang memperhatikan isu-isu sosial, budaya bahkan mulai peduli dengan lingkungan. Jadi Anda sebaiknya mulai memperhatikan di sekitar Anda, isu apa yang sedang berkembang dan utama, melalui hal tersebut Anda bisa menunjukkan rasa peduli Anda terhadap isu-isu terkini melalui brand Anda. 


 

4. Apa Yang Menjadi Keunikan dari Produk Anda? 

Jumlah produk kecantikan yang bertebaran di pasaran sudah terlalu banyak bahkan nyaris  dapat dihitung. Semuanya selalu berlomba-lomba dalam menghadirkan produk yang terasa dan terlihat berbeda dari brand lain agar dapat berbeda dan bersaing. Mulailah riset dengan apa yang sudah dilakukan oleh produk kecantikan lain agar Anda dapat mengkreasikan ide segar Anda.  

Anda bisa mendapatkan inspirasi dari produk kosmetik dari Rihanna, Fenty Beauty. Pada saat brand lain menawarkan foundation dengan warna terang lebih banyak, Fenty Beauty justru membuat gebrakan segar dengan menerbitkan warna make up berbentuk foundation dengan lebih banyak ragam warna gelap dan dapat dicocokan ke banyak warna kulit  

Fenty Beauty bahkan menawarkan hingga 40 warna foundation, dimana produk dari brand lain belum pernah menawarkan hal seperti ini sebelumnya. 

Rihanna memahami produk yang belum ditawarkan dari merek lain dan yang paling dicari oleh sebagian besar konsumen. Fenty Beauty mendengar keluhan konsumen yang berkulit gelap dalam mencari foundation


 

5. Permudah Konsumen Dalam Menemukan Produk Anda


Di zaman dimana konsumen sudah sangat familiar dengan teknologi, yang artinya konsumen Anda akan banyak di generasi millennial yang tidak bisa dipisahkan dengan teknologi. Oleh karena itu, pastikan Anda memberikan kemudahan konsumen dalam menjangkau produk Anda secara online

Meniru apa yang telah diterapkan oleh Elizabeth Arden. Brand terkenal yang sudah bertahan di industri kecantikan yang eksis lebih dari 100 tahun. Produk yang lebih dikenal dengan merek kecantikan teruntuk wanita dewasa, namun kini mereka mulai juga memfokuskan konsumen dengan usia lebih muda melalui promosi di situs e-commerce yang mereka miliki serta media sosial, contohnya instagram. Anda juga dapat mencoba bekerja sama dengan aplikasi yang dapat mendukung produk seperti aplikasi makeup YouCam App. 

 

6. Prioritaskan Keamanan pada Produk Kecantikan Anda 

Hal yang paling penting dan tidak boleh terlewatkan adalah jaminan keamanan dalam produk kecantikan Anda. Pastikan produk kecantikan Anda sudah memenuhi standar keamanan serta harus mendapatkan izin dari BPOM. Dalam hal tersebut, penting sekali untuk melakukan tahap uji produk kecantikan Anda sebelum dipasarkan ke masyarakat. Perhatikan ingredient yang berbahaya dalam komposisi produk kecantikan yang Anda buat. Konsultasikan kepada ahlinya, bukan hanya melihat komposisi yang murah. Keamanan dan kesehatan konsumen harus menjadi konsen utama. 

 

7. Memilih Brand Ambassador Yang Mewakili Citra Produk Anda

Memilih influencer yang bisa diajak kerja sama dan menjadikan brand ambassador yang dapat mewakili image brand Anda. Dengan demikian Anda akan lebih mudah dalam memasarkan produk yang Anda miliki. Anda perlu memperhatikan apakah brand ambassador tersebut memiliki reputasi yang baik dan sesuai dengan target konsumen Anda. 

Tidak bijaksana juga memilih brand ambassador hanya berdasarkan popularitas mereka saja. Namun perhatikan potensi resiko reputasi yang dalam mempengaruhi citra produk Anda secara jangka panjang. 

 

8. Jangan Lupa Mengajukan Perizinan  

Bisnis kecantikan tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan konsumen kepada Anda. Mendapatkan perizinan secara legal sangat diperlukan dalam segi integritas dan kredibilitas produk Anda. Jika perizinan belum didapatkan, jangan memaksakan diri untuk memasarkan produk kecantikan Anda. Jika produk Anda berisiko kepada konsumen, maka Anda terancam mendapatkan hukuman.  


 

Nah, itu 8 tips yang bisa Anda coba untuk memerecanakan bisnis kecantikan. Tapi pengetahuan tanpa tindakan untuk memulai, tidaklah cukup. Jadi, segera mulai bisnis Anda. Jika Anda butuh saran lebih lanjut, Anda dapat bertanya kepada ahli kami di Tanya Ahli

Untuk informasi lainnya terkait tips keuangan dan usaha. Anda bisa medapatkannya secara gratis di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan sangat mudah dan kapan saja! Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!  

Sumber:

Berbagai Sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS