Dirilis

04 September 2023

Penulis

Liza Rahayu

Gas rumah kaca adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gas pada atmosfer bumi yang dapat menangkap panas dan menyebabkan efek pemanasan global. Sebagai bagian dari masyarakat global, ada baiknya Anda juga memahami apa dampak gas rumah kaca terhadap Anda dan masa depan anak-cucu kita. Harapannya, Anda bisa ikut mengambil peran dalam mengurangi dampak buruk gas rumah kaca.

Baca juga: 3 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Pemanasan Global


 

Pengertian Gas Rumah Kaca 

Tingkat perubahan iklim global dan dampaknya terhadap planet menjadi perhatian utama dalam beberapa dekade terakhir. Dikutip dari situs Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa kenaikan pemanasan global semakin memprihatinkan. Salah satu isu yang menyumbang peningkatan pemanasan global adalah emisi gas rumah kaca. 

Gas rumah kaca adalah sekumpulan gas yang dapat menahan panas matahari di bawah atmosfer, yang dapat membuat kondisi suhu di Bumi menjadi panas. Gas tersebut menciptakan seperti "rumah kaca" di atmosfer yang memungkinkan peningkatan suhu bumi. Dimana gas tersebut seperti yang ada di dalam rumah kaca yang sesungguhnya yang biasa digunakan untuk menumbuhkan tanaman. Sinar Matahari bisa menembus masuk ke dalam rumah kaca namun panas sinar matahari tidak bisa kembali keluar, sehingga membuat tempat tersebut memiliki suhu yang lebih panas. 

Emisi gas yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia di bumi ke atmosfer menimbulkan efek rumah kaca. Efek kaca rumah yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan suhu rata-rata bumi (pemanasan global), perubahan pola cuaca yang ekstrim, peningkatan permukaan air laut, dan dampak negatif lainnya pada ekosistem dan kehidupan manusia. Pemanasan global juga dapat menyebabkan kerusakan di bumi yang berdampak pada kepunahan keanekaragaman hayati. 

Efek rumah kaca sebenarnya merupakan proses alami yang diperlukan untuk keberlangsungan hidup di Bumi, seperti membantu bumi agar dapat menjaga suhu tetap hangat. Gas rumah kaca pun secara normal biasa dihasilkan dari siklus alam namun dalam kondisi terkontrol dengan baik. Akan tetapi, karena aktivitas manusia yang tidak terkontrol, seperti penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi, dan pengalihan lahan, membuat konsentrasi gas rumah kaca yang dihasilkan dan dilepaskan ke atmosfer menjadi meningkat secara berlebihan. Gas yang dihasilkan inilah yang disebut dengan emisi gas rumah kaca.

 

Beberapa Contoh Gas Rumah Kaca

Berikut adalaah contoh Gas Rumah Kaca yang ada di atmosfer antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen dioksida (N2O), metana (CH4), dan freon (SF6, HFC dan PFC).

  1. Karbon Dioksida (CO2): Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang paling umum ditemui dan paling banyak berkontribusi terhadap pemanasan global. Gas ini dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam, serta aktivitas manusia lainnya seperti deforestasi. Pabrik dan kendaraan bermotor adalah sumber utama emisi CO2.
  2. Nitrous Oksida (N2O): Nitrous oksida adalah gas rumah kaca lainnya yang berasal dari aktivitas manusia. Gas ini terkait dengan penggunaan pupuk nitrogen dalam pertanian, Pembakaran biomassa, limbah industri, dan Pembakaran bahan bakar fosil. Nitrous oksida juga berkontribusi terhadap penipisan lapisan ozon dan mempengaruhi kualitas udara.
  3. Metana (CH4): Metana merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat meskipun konsentrasinya lebih rendah daripada CO2. Gas ini dihasilkan oleh proses alami seperti dekomposisi limbah organik di lahan pembuangan sampah, rawa, dan sistem pencernaan hewan. Selain itu, industri pertanian, produksi dan distribusi gas alam, serta penambangan batubara juga merupakan sumber emisi metana.
  4. HFCs, PFCs, dan SF6: Selain gas-gas rumah kaca yang telah disebutkan, ada juga kelompok gas lain yang dikenal sebagai hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), dan sulfur heksafluorida (SF6). Gas-gas ini digunakan dalam berbagai aplikasi industri seperti pendingin udara, insulasi, dan produksi semikonduktor. Meskipun konsentrasi mereka lebih rendah, mereka memiliki potensi pemanasan global yang sangat tinggi.


Baca juga: Cara Kreatif Hemat Energi Kurangi Gas Rumah Kaca 

Gas rumah kaca dan kontribusinya terhadap pemanasan global adalah sangat penting untuk Anda pahami, agar Anda bisa ikut berupaya dalam pengendalian perubahan iklim. Kesadaran akan sumber-sumber emisi gas rumah kaca membantu kita mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak negatifnya. 

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk ikut mengendalikan perubahan iklim akibat gas rumah kaca. Misalnya dengan penggunaan energi terbarukan di kehidupan sehari-hari, efisiensi energi, atau transportasi berkelanjutan. Anda yang bergerak di industri agraris juga bisa melakukan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. 

Jika Anda butuh info lebih lanjut, Anda juga dapat berkonsultasi gratis pada mitra ahli kami di Daya.id, dengan mendaftar terlebih dahulu di halaman registrasi. Semua informasi melalui artikel yang menarik bisa diakses dengan sangat mudah dan kapan saja! Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Foto : freepik.com

Penilaian :

5.0

4 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Hendratno

10 September 2023

Keren infonya

Balas

. 0

M yusuf hutasuhut

05 September 2023

Informasi yang bermanfaat

Balas

. 0

Yanda Darojatun

04 September 2023

Mantap dan luar biasa ilmu yang di bagikan

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS