Dirilis

28 November 2020

Penulis

Perhimpunan Dokter Umum Indonesia

COVID-19 bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal batasan usia. Namun terdapat kelompok-kelompok tertentu yang lebih rentan mengalami keparahan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS COV-19 ini, salah satunya adalah individu dengan penyakit penyerta/bawaan atau yang biasa disebut dengan komorbid. Apa yang maksud dengan komorbid?
Komorbid adalah istilah dalam dunia medis yang menunjukkan penyakit penyerta selain penyakit utama. Penyakit komorbid yang dimaksud seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke, diabetes, dan gangguan pernapasan. Menurut data yang diperoleh dari covid-19.go.id, penyakit penyerta pada pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 umumnya adalah hipertensi, diabetes mellitus tipe II, penyakit jantung koroner, dan penyakit yang menyerang sistem pernapasan seperti pneumonia serta tuberkulosis paru yang dikategorikan sebagai penyakit komorbid.
Pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan menderita penyakit penyerta memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami gejala dan meningkatkan risiko kematian akibat keparahan penyakit penyerta dan COVID-19 itu sendiri. Mari sama-sama mempelajari informasi terkait penyakit komorbid.
  1. Hipertensi


American Heart Association menyatakan tekanan darah yang masuk kategori hipertensi adalah lebih dari 130 mmHg untuk tekanan sistol dan lebih dari 80 mmHg untuk tekanan diastol. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi penyakit yang pada umumnya menyerang kelompok usia lanjut ini. Selain usia, faktor riwayat kesehatan keluarga, kegemukan, aktivitas fisik, merokok, dan mengonsumsi alkohol dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi. Kondisi hipertensi pada seseorang dapat memicu berbagai penyakit lainnya seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan juga merusak organ tubuh lainnya dengan cepat. Dapat Anda bayangkan jika kondisi ini ditambah dengan COVID-19, bisa memperparah kondisi fisik individu dengan komorbid hipertensi.
  1. Diabetes Mellitus


Penyakit diabetes mellitus juga menjadi salah satu komorbid ‘populer’ pada kelompok usia dewasa dan lansia masa kini. Penyakit ini menandakan penurunan kemampuan tubuh untuk mengendalikan kadar gula darah. Umumnya, pasien dengan penyakit komorbid diabetes mengalami berbagi kerusakan pada organ tubuh yang lain. Kondisi ini dapat diperparah dengan keberadaan virus SARS COV-19.
Keterkaitan antara penyakit diabetes dengan COVID-19 berjalan dua arah. Seseorang dengan penyakit diabetes mellitus rentan mengalami gejala virus corona, dan kondisi penyakit diabetes mellitus pada orang tersebut semakin diperparah dengan keberadaan virus corona dalam tubuhnya. Jika sudah demikian, pasien dengan komorbid harus mendapatkan perawatan khusus untuk menangani penyakit komorbid dan juga COVID-19 dalam tubuhnya.
  1. Penyakit Paru- Paru

Penyakit COVID-19 menyerang sistem pernapasan. Hal ini dapat diperparah dengan keberadaan penyakit komorbid paru seperti pneumonia atau yang biasa dikenal dengan penyakit paru-paru basah. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Sama seperti COVID-19, penyakit ini juga dapat menular melalui droplet yang dikeluarkan lewat bersin atau batuk. Gejala yang dialami oleh penderita gangguan pernapasan pada umumnya serupa yakni flu, sesak napas, batuk berdahak, suhu tubuh tinggi, dan meriang. Selain pneumonia, tuberkulosis paru dan kanker paru juag merupakan penyakit komorbid yang menyerang sistem pernapasan.
  1. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit kardiovaskular atau yang berkenaan dengan jantung dan sistem peredaran darah juga menjadi penyakit penyerta yang dapat memperparah kondisi pasien positif COVID-19. Sistem imun yang melemah dapat membuat penyakit semakin meradang yang dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, hingga berujung pada kematian.
  1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang ditularkan dengan vektor nyamuk. Penyakit ini umumnya menyebabkan badan pegal-pegal, nyeri pada sendi, otot, tulang, sakit kepala, dan menggigil seiring dengan demam yang terus naik dan turun. Selain itu penderita DBD juga mengalami nyeri pada ulu hati yang sangat khas, mirip seperti maag. Penyakit komorbid DBD juga dapat memperparah dampak dari COVID-19.

     6 . Penyakit Autoimun

Penyakit lupus adalah salah satu bentuk dari penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringannya sendiri. Kondisi sistem imunitas yang terganggu karena autoimun mengakibatkan individu dengan penyakit lupus rentan mengalami kegawatan akibat COVID-19.
  1. Penyakit Keganasan (Tumor atau Kanker)

Pasien komorbid keganasan yaitu tumor maupun kanker mengalami penurunan daya tahan tubuh. Hal ini membuat tubuh tidak mampu melawan bakteri maupun virus, termasuk virus corona.
Tetap perhatikan protokol kesehatan ketika melakukan aktivitas di luar rumah dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari keramaian. Jika Anda ataupun keluarga Anda memiliki penyakit komorbid, harus lebih ekstra dalam menjaga diri dari COVID-19. Anda dapat bertanya di fitur Tanya Ahli. Salam sehat!

Sumber:

Perhimpunan Dokter Umum Indonesia

Penilaian :

4.8

8 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Ardiansyah Bahar

Dokter Umum

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS