Dirilis

27 Juli 2021

Penulis

Adhiyat Thoriq

Bagi sebagian orang, pivot bisnis bisa jadi strategi pengembangan bisnis yang berisiko. Karena dengan melakukan pivot bisnis, berarti mereka harus mengubah model bisnis demi pengembangan bisnis. Tapi nyatanya ada beberapa pelaku usaha yang bisa menerapkan dengan baik. Dailysocial.id mencatat startup seperti Kedai Sayur, Medigo, dan Izy bisa menjaga eksitensinya saat pandemi COVID-19 karena melakukan pivot bisnis.

Nah, jika Anda juga berpikir untuk melakukan pivot bisnis, ada baiknya Anda lebih dulu melakukan evaluasi terhadap produk yang telah Anda pasarkan ke masyarakat. Apakah produknya sudah sesuai dengan pasar atau belum?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan feedback dari konsumen melalui survei konsumen.



 

Evaluasi Produk Sebelum Pivot


Untuk mendapatkan feedback yang sesuai harapan, survei yang dilakukan sebaiknya berisi pertanyaan yang spesifik. Misalnya:
Apa yang dirasakan apabila Anda tidak dapat menggunakan produk ini?
  1. Sangat kesal
  2. Agak kecewa
  3. Tidak kecewa
  4. Saya tidak lagi memakai produk ini

Sean Ellis pendiri Qualaroo, seperti dikemukakannya pada halaman Medium Chargify, menjelaskan, apabila lebih dari 40% koresponden memilih pilihan nomor 1, artinya produk Anda telah sesuai dengan kebutuhan pasar. Produk tersebut sudah stabil untuk skala bisnis. Tapi apabila di bawah 40%, artinya produk Anda perlu ditingkatkan lagi.

Selain memberikan pertanyaan yang spesifik, Anda dapat juga dengan memberikan Net Promoter Score (NPS). Cara kerja NPS dengan memberikan pertanyaan ke konsumen menggunakan skala. Contohnya dengan memberikan pertanyaan seberapa jauh keinginan mereka untuk merekomendasikan produk ke koleganya dalam skala 1 sampai 10.

Baca juga: Merancang Anggaran Ketika Bisnis Sedang Lesu

Alex Turnbull, CEO Groove memberikan pandangan lain, yaitu dengan menemui langsung konsumen. Pihaknya Groove kerap aktif bertanya langsung kepada setiap konsumen yang melakukan transaksi di tempatnya.

 

Pivot Sebagai Cara Pengembangan


Direktur Pelaksana Techstar Berlin, Jens Lapinski mendefinisikan pivot sebagai strategi mengubah target konsumen, proposisi produk, pemasaran, penjualan, atau perubahan model bisnis secara signifikan.

Baca juga: 6 Keuntungan Menggunakan Akun Instagram Bisnis Untuk Usahamu

Lapinski mengatakan, berdasarkan pengalamannya, pivot bisa dilakukan untuk Anda menemukan produk yang pas, tapi pivot bisa juga membuat bisnis menjadi gagal apabila salah dalam pelaksanannya.

Sementara itu, penulis blog The Only Thing That Matters, Marc Andressen, mengatakan lakukan apapun untuk menghasilkan produk yang sesuai permintaan pasar. Untuk memperolehnya Anda bisa mekukan berbagaimacam hal, bisa dengan membuat ulang produk, mengganti target pasar, atau lainnya. Lakukan apapun yang dianggap perlu.

Brian Balfour, pendiri Boundless,juga berpendapat bahwa produk yang sesuai pasar bisa diperoleh bila menggunakan konsep “trifecta,” yakni non-trivial top line growth, retention, dan meaningful usage.

Brian Balfour mencontohkan Snapchat sebagai salah satu produk yang menggunakan konsep tersebut. Setelah beberapa kali diluncurkan, Snapchat mencatatkan perolehan yang fantastis, dengan diunduh 200.000 kali, pengguna harian mecapai 100.000 pengguna, dan rata-rata pengguna harian mengirimkan 1 juta foto per harinya.

PayPal adalah contoh lainnya. Awalnya PayPal pada awalnya tidak berjalan sesuai ekspektasi. Pada perjalanannya sang pendiri akhirnya melakukan pivot. Perubahan yang terjadi pada PayPal adalah memberikan fitur pengiriman uang secara elektronik kepada penggunanya.

Ketika PayPal ditemukan eBay, kedua perusahaan ini melakukan pivot lagi, hasilnya PayPal menjadi pilihan pembayaran pengguna eBay.



Akibat pivot yang terakhir tersebutlah membuat orang-orang kenal PayPal saat ini yaitu menawarkan transaksi pembayaran yang aman via internet.

Baik perubahan kecil atau besar saat melakukan pivot, asalkan tujuannya untuk perubahan yang signifikan pada produk dan dijamin cocok dengan kebutuhan pasar, Anda bisa melakukannya.

Kesuksesan pivot adalah selalu menggunakan apa yang selama ini dipelajari dari konsumen yaitu hasil dari survei jajak pendapat dengan konsumen.

Brian Balfour juga mengatakan bahwa “Proses memilih strategi tidak akan berakhir karena pasar terus bergerak dengan cepat. Pada saat pasar bergerak, produk yang Anda miliki juga harus bergerak mengikutinya.”

Baca juga: Meningkatkan Penjualan Di Masa Pandemi

Jadi tetap lakukan evaluasi terhadap produk Anda dan terus lakukan perbaikan agar produk Anda selalu mengikuti keinginan pasar. Apabila Anda ingin mengetahui tips lainnya tentang pengembangan usaha dan gaya hidup dapat mengunjungi Daya.id dan segera daftarkan diri Anda untuk dapat memperoleh lebih banyak manfaat lagi. Apabila Anda masih bingung untuk bagaimana cara memulai usaha dan ingin berdiskusi lebih banyak lagi mengenai usaha dapat berdiskusi dengan ahli usaha di fitur Tanya Ahli.

 

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

4.5

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS