Dirilis

01 Januari 2022

Penulis

Yulinda Sari

Tahun 2021, pemerintah sempat menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) khususnya di daerah Jawa dan Bali. Anda masih ingat bagaimana penerapan PPKM ini berdampak pada kegiatan masyarakat khususnya para pelaku usaha UMKM? Ya, hal ini terlihat dari adanya pembatasan jam operasional usaha serta pembatasan pelaksanaan kegiatan usaha.  

Selama PPKM, pusat pembelanjaan seperti mall dilarang beroperasi sementara usaha yang menjual makanan atau kebutuhan sehari-hari seperti toko kelontong tetap beroperasi namun hanya sampai jam 21.00 waktu setempat, hanya menerima pembelian take away, dan maksimum pengunjung hanya 50 persen.

 

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari PPKM 2021

Nah, pembatasan jam operasional dan pelaksanaan kegiatan ini membuat para pelaku usaha harus memutar otak untuk memiliki strategi keuangan yang bagus sehingga dapat bertahan dan tidak bangkrut.  

Adapun beberapa hal yang bisa kita pelajari agar usaha berjalan efisien dari era PPKM 2021, yaitu:

 

1. Beralih ke Marketplace


Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa penjualan online meningkat tajam hingga 480% dari Januari 2020 hingga April 2020. Berdasarkan data tersebut, para pelaku usaha dituntut untuk bisa beradaptasi dan beralih membuka toko secara online.  Toko online ini bisa menjadi etalase bagi para pelaku usaha dengan memajang produk yang ingin dijual. Selain itu, dalam toko online ini perlu dipastikan setiap produk yang dipasang diberi deskripsi yang lengkap dan menarik sehingga pembeli mendapatkan informasi yang jelas.

Membuka toko secara online memiliki beberapa keuntungan, diantaranya bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memberikan kemudahan dalam rekapitulasi data penjualan, proses penjualan tidak memakan banyak tenaga, dan promosi  lebih mudah diakses oleh pelanggan. Melihat beberapa keuntungan tersebut, para pelaku usaha bisa mencoba bergabung dengan marketplace utk bisa meningkatkan penjualan sehingga dapat bertahan di era PPKM.

 

2. Menggunakan Pemasaran Secara Digital

Situasi pandemi sekarang memaksa orang untuk beralih ke dunia digital sehingga para pelaku usaha bisa memaksimalkan pemasaran secara digital. Pemasaran tidak hanya dilakukan melalui marketplace tetapi bisa menggunakan aplikasi pesan, digital ads, dan media sosial seperti Instagram, TikTok, Whatsapp, Facebook.  Melalui pemasaran digital ini dapat membantu pelaku usaha dalam menghitung konversi dan mengukur keberhasilan strategi pemasaran yang dilakukan. Selain itu, dengan pemasaran digital dapat memudahkan untuk melakukan analisis perilaku dan kebutuhan target pasar.

Untuk itu, sebagai pelaku usaha seharusnya lebih rajin melakukan pemasaran secara digital khususnya di media sosial. Hal ini dilakukan karena media sosial lebih banyak diakses sehingga dapat menarik perhatian orang banyak. Sebagai saran, pemasaran bisa dilakukan tiga kali dalam sehari yaitu dengan memposting foto produk di pagi hari, siang hari dan malam hari.

Baca juga:  Pengertian Bisnis Digital Marketing, Fungsi dan Cara Kerja

 

3. Memanfaat Jasa Antar Pesan


Efek pandemi memberikan peningkatan pada layanan digital khususnya dalam jasa layanan pesan antar. Dengan peningkatan ini, para pelaku usaha bisa memanfaatkan jasa layanan pesan antar sehingga mendukung operasional toko onlinenya. selain itu, pemanfaatan  jasa layanan pesan antar ini juga mendukung kebijakan pemerintah selama PPKM yang melarang adanya pembelian dine in (makan di tempat).  Untuk bisa memanfaatkan jasa ini cukup mudah dilakukan. Pelaku usaha hanya mendownload aplikasi jasa layanan pesan antar dan mendaftarkannya.

 

4. Mengutamakan Menjual Produk yang Dibutuhkan Selama PPKM

Menjual produk yang dibutuhkan selama PPKM berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar. Adapun produk yang dibutuhkan adalah barang yang banyak dicari oleh masyarakat seperti makanan dan minuman, produk kesehatan, tanaman hias, perlengkapan dekorasi rumah, serta produk kecantikan.

 

5. Perhatikan Kondisi Keuangan

Para pelaku usaha lebih memperhatikan kondisi keuangan agar relevan dengan kondisi usaha selama PPKM, sebelum membuat strategi digital. Selain itu dengan kondisi PPKM, para pelaku usaha memanfaatkan teknologi dan membatasi interaksi tatap muka, termasuk dalam melakukan pembukuan dan operasional usaha. Dengan pemanfaatan teknologi berupa aplikasi pendukung usaha, para pelaku usaha tidak perlu khawatir untuk mengetahui kondisi kesehatan usahanya. 

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kita pelajari dari masa PPKM 2021. Mulai dari bergabung dengan marketplace, menggunakan pemasaran digital, memanfaatkan layanan jasa pesan antar, mengutamakan menjual produk yang dibutuhkan dan memperhatikan kondisi keuangan. 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang mengatur keuangan usaha, Anda bisa juga membaca artikel berikut ini 5 Cara Mengatur Keuangan Usaha.

Dan jika masih ada yang ingin ditanyakan Anda bisa langsung berkonsultasi dengan Ahli Usaha di kolom Tanya Ahli. Segera daftar sebagai pengguna daya.id, dan dapatkan informasi selengkapnya untuk pengembangan usaha serta gaya hidup sehat yang tepercaya. 

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Rudi haryono

10 Januari 2022

Keren

Balas

. 1

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS