Dirilis

24 Juni 2019

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Apa hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk menjadi seorang pelaku usaha? Ada banyak opsi sebenarnya. Salah satunya adalah dengan membuat Business Model Canvas (BMC). Kenapa?

BMC biasa digunakan dalam merencanakan sebuah usaha. Metode ini bisa membantu Anda memetakan usaha yang akan dibuat, sebagai panduan dalam melakukan riset sebelum memulai atau mengembangkan usaha, panduan dalam merancang strategi mengadapi persaingan, dan tentu saja, agar Anda mempunyai gambaran, bagaimana usaha yang akan Anda bangun itu dapat menghasilkan produk unggulan dan menguntungkan.

Simulasi BMC
BMC diciptakan oleh Osterwalder dan Pigneur pada tahun 2010. Pada dasarnya, BMC terdiri atas sembilan elemen yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini :




Untuk mempermudah pemahaman Anda mengenai BMC, artikel ini akan melakukan simulasi membuat BMC dengan contoh kasus berikut: seorang calon pelaku usaha ingin membuka usaha menggunakan bahan baku utama tepung singkong, atau saat ini dikenal sebagai tepung mocaf.

1. Customer Segments (Target Konsumen)
Kolom target konsumen dapat membantu menentukan siapa target penjualan Anda, dan mendeskripsikan permasalahan apa saja yang dirasakan oleh mereka.

Nah, dalam hal ini, kira-kira apa yang bisa dilakukan si calon pelaku usaha olahan tepung mocaf itu?

Sebelum berjualan, dia melakukan riset mengenai bahan baku utama, yaitu tepung mocaf. Hasil riset menunjukkan bahwa tepung mocaf memiliki kandungan gizi yang sangat baik apabila dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus, autis, dan penderita obesitas.

Dari hasil riset kandungan bahan baku, kemudian dia melakukan survei pasar, yang dapat dikelompokkan lagi berdasarkan: permasalahan, kebutuhan, faktor ekonomi, usia, dan jenis kelamin calon konsumen. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pasar olahan tepung mocaf masih besar, dan apakah calon konsumen membutuhkan olahan tepung mocaf untuk dikonsumsi sehari-hari.

Setelah dilakukan survei kembali, ternyata pasar olahan tepung mocaf masih luas, dan target konsumen di awal juga memberikan respon yang positif.

Berdasarkan survei pasar dihasilkan poin-poin customer segments sebagai berikut :




2. Value Propositions (Nilai yang Ditawarkan)
Nilai yang ditawarkan adalah poin-poin berisi kelebihan atau keunggulan produk Anda, yang membedakan antara produk tersebut dengan produk pesaing.

Dalam kasus ini, ada beberapa nilai yang ingin ditawarkan si calon pelaku usaha camilan olahan tepung mocaf, salah satunya menjual dalam bentuk cookies.

Nah, cara untuk mengisi nilai yang ditawarkan bisa dengan menggunakan format di bawah ini:




3. Channels (Metode Penjualan)
Metode penjualan digunakan untuk mengetahui cara menyampaikan nilai produk yang Anda tawarkan kepada target konsumen.

Dalam menyampaikan produk ke konsumen ada dua cara, yaitu :
  1. Direct (penjualan dilakukan secara langsung): Seperti memiliki toko sendiri, melakukan penjualan di website atau media sosial.
  2. Indirect (penjualan dilakukan secara tidak langsung): Di sini Anda menjual produk dengan bantuan perantara, agar produk sampai ke konsumen. Misal menitipkan produk ke retailer, atau bekerjasama dengan e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, Shoppe, dan lain sebagainya.

Pada tahap ini, biasanya pelaku usaha juga sudah memberikan merk kepada produk yang ingin dijual. Nah, ceritanya, si pelaku usaha memberi nama cookies olahan tepung mocaf ini, Mookis.

Contoh metode penjualan dari usaha Mookis ada di bawah ini :




Kesimpulan
Si pelaku usaha di atas, telah mengisi tiga kolom yang tersedia. Jika dimuat ke dalam BMC, maka bentuknya akan seperti di bawah ini:




Untuk enam kolom lainnya, akan di bahas dalam artikel BMC selanjutnya.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Sutie Rahyono

Praktisi & Pendamping Usaha Kecil