Dirilis

26 April 2021

Penulis

Tim Penulis Daya

Sebetulnya, dalam menjalankan sebuah usaha dan mengembangkannya, Anda akan bertemu dengan istilah-istilah penting dalam dunia bisnis, yang tak jarang pula berkaitan dengan bidang ekonomi atau keuangan. Salah satunya adalah utility atau utilitas pada Bahasa Indonesia. Secara garis besar, utility adalah mengacu pada kebermanfaatan produk bagi penggunanya. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Anda bisa menyimaknya pada pembahasan kali ini.
 

Pengertian Utility dalam Dunia Usaha


utility adalah

Seperti telah sedikit diungkap sebelumnya, bahwa utility akan berkaitan dengan manfaat produk sebuah usaha. Dengan kata lain, utility adalah kemampuan produk dalam sebuah usaha, baik barang maupun jasa dalam memberi manfaat, kegunaan ataupun kepuasan bagi konsumennya. Maka semakin tinggi utility, akan semakin baik pula minat masyarakat, yang berate barang atau jasa tersebut semakin diinginkan.

Namun, perlu diketahui bahwa utility memiliki sifat relatif. Yang artinya, berguna, bermanfaat atau dibutuhkan seseorang dan belum tentu demikian pada orang maupun pihak lainnya. Jumlah kepuasan ataupun manfaat yang diperoleh dan dirasakan konsumen dari barang atau jasa tersebut, akan coba untuk mereka beri atau menempatkan nilai berdasarkan kepuasan yang diperoleh. Konsumen akan memberikan nilai moneter suatu produk, misal produk A senilai Rp500.

Karena ingin memaksimalkan kepuasannya, masyarakat atau konsumen kemudian akan membandingkan kepuasan yang dirasakan atau didapatkan tersebut dengan harga barang maupun jasa. Dimana hasilnya, konsumen yang rasional akan menggunakan barang atau jasa hanya jika kepuasan yang dirasakan lebih besar dari, atau sama dengan, harga yang sudah mereka rasakan tersebut.
 

Jenis-Jenis Utility dan Contohnya

pengertian utility adalah
Dalam ilmu ekonomi, utility dibagi ke dalam 4 jenis, yaitu:

1. Time Utility

Yang artinya nilai yang diciptakan oleh suatu usaha dengan menyediakan atau menciptakan produk pada waktu tertentu. Jadi, yang menjadi patokannya adalah waktu. Contohnya: produksi terompet ketika menjelang pergantian tahun. Ketika pergantian tahun, banyak orang yang membutuhkan terompet untuk meramaikan suasana dan semarak tahun baru. Nah, produk terompet akan sangat dicari karena banyak dibutuhkan ketika pergantian tahun tersebut.

Contoh lain adalah penggunaan baju dari kain wol akan jauh lebih tinggi saat musim dingin dibandingkan musim panas. Waktu musim dingin inilah yang menjadi utilitas dari produk baju kain wol yang dijual.

2. Place utility

Utilitas tempat merupakan nilai yang diciptakan oleh sebuah bisnis, dimana pelakunya akan menyediakan produk di tempat yang diinginkan customer. Misalnya: membuka resto khas Sunda di Ibu Kota, dimana banyak masyarakat yang berasal dari tanah Sunda yang merindukan makanan khas tempat asal mereka, namun kondisinya masyarakat tersebut sedang ada di perantauan.

3. Possession utility - ownership utility

Hal ini berkaitan dengan kepemilikan. Possession utility adalah nilai yang tercipta dengan kepemilikan produk tersebut. Yang artinya, ketika seseorang telah membeli atau memiliki sebuah produk, ia  bisa menggunakannya secara bebas atau memiliki kontrol penuh atas barang tersebut, sehingga dikenal pula dengan sebutan ownership utility.

Contoh dari utilitas ini bisa dilihat dari kepemilikan sebuah raket tenis. Raket tenis tentu akan lebih bernilai dan berharga jika dimiliki oleh pemain tenis atau orang yang punya hobi melakukan olahraga tenis dibandingkan dengan orang yang tidak familiar dengan olahraga tersebut.

Contoh lain adalah penggunaan dan kepemilikan transportasi truk yang tentu lebih relevan jika digunakan untuk perusahaan logistik dibanding orang biasa. Perusahaan logistik tentu butuh transportasi besar dalam pengantaran jasanya, sementara orang biasa tidak membutuhkan truk jika hanya digunakan sebagai sarana transportasi biasa.

4. Form utility

Form utility adalah nilai yang diciptakan oleh sebuah bisnis dengan menggabungkan komponen ataupun bahan-bahan tertentu demo terciptanya sebuah produk. Misalnya: penggunaan bahan kayu, lem, dan peralatan lainnya, juga tenaga tukang untuk menghasilkan sebuah produk furniture.

Penerapan konsep form utility ini pada bidang pemasaran adalah guna meningkatkan daya jual produk dengan mengubah karakteristiknya, seperti: bentuk, ukuran, style, warna dan lain sebagainya. Contohnya adalah nilai utilitas dari sebuah kayu yang tentu jauh lebih besar ketika sudah dibentuk menjadi furniture. Bisa juga mengambil contoh dari penggunaan bauksit yang lebih bernilai ketika sudah diubah sebagai kerangka kendaraan bermotor.

Itulah pengertian, jenis-jenis, dan contoh penerapan utility pada usaha. Utility adalah kemampuan produk dalam sebuah usaha, baik barang maupun jasa dalam memberi manfaat, kegunaan ataupun kepuasan bagi konsumennya. Anda juga bisa berkonsultasi dengan praktisi & trainer usaha dari Daya.id seputar penerapan utility yang benar pada sebuah usaha selengkapnya.

Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga
 

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS