Dirilis

30 November 2020

Budidaya ikan lele bisa menjadi salah satu solusi bagi Anda yang sedang bingung untuk menentukan jenis usaha apa yang ingin dibangun dan dikelola. Bisnis ini merupakan salah satu aktivitas yang cukup menjanjikan karena mampu membawa keuntungan pada pemiliknya asalkan mau tekun dan bekerja keras, mengingat lele adalah salah satu jenis ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. 

Rasanya yang gurih dan nikmat, harganya yang masih tergolong murah juga terjangkau, serta berbagai kandungan gizi yang terdapat pada lele, menjadikan ikan ini sebagai salah satu menu masakan favorit. Oleh karenanya, permintaan ikan lele dipasaran bisa terus meningkat setiap tahunnya.

Teknik Budidaya Ikan Lele

Sebelum memulai bisnis, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu teknik dan trik sukses memulai bisnis budidaya ikan lele yang akan membantu kita dalam pelaksanaan juga pengelolaan usaha nantinya. Berikut merupakan beberapa cara dan tahapan budidaya ikan lele dengan media terpal, yaitu:

1. Pahami Syarat Hidup Ikan Lele

Untuk mengawali bisnis budidaya ikan lele ini, kita bekali dulu pengetahuan mengenai ikan lele dan kehidupannya, seperti:

  1. Lele mampu bertahan hidup di suhu 20 derajat celcius, dengan suhu optimal antara 25 sampai 28 C. Dan untuk larvanya antara 26 sampai 30 derajat celcius.
  2. Air yang digunakan untuk budidaya ikan lele ini tidak boleh tercemari limbah industri, terkandung kadar minyak, merkuri, dan berbagai bahan lain yang dapat mengganggu kehidupan bahkan menyebabkan kematian pada ikan lele.
  3. Ikan lele dapat bertahan hidup di perairan yang agak tenang dan kedalaman yang cukup
  4. Sebaiknya pilih perairan yang tidak rawan banjir juga mengandung zat yang berguna bagi ikan lele
  5. Jangan terlalu menutupi permukaan perairannya oleh tumbuhan atau daun-daunan hidup, apalagi oleh sampah

2. Pahami Segmen Budidaya Ikan Lele

Pada usaha ikan lele ini, terdapat dua segmen yang harus diketahui, yaitu pembenihan dan pembesaran. Pada pembenihan, tentunya bertujuan untuk menghasilkan benih dari ikan lele dan segmen pembesaran, tujuannya untuk menghasilkan ikan lele yang siap untuk dikonsumsi.

A. Budidaya Benih atau Bibit Ikan Lele

Dilakukan dengan menyatukan induk betina dan pejantan hingga terjadinya pemijahan dan penetasan telur.

B. Budidaya Ikan Lele Untuk Dikonsumsi

Dimulai dengan pengisian kolam yang tidak terlalu dalam, seiring berjalannya waktu dan perkembangan ikan tersebut, kedalaman air bisa ditambahkan. Biasanya, pada usia lele yang sudah menginjak atau lebih dari satu bulan akan dilakukan pemisahan berdasarkan ukurannya, karena pertumbuhan satu ikan dengan yang lainnya berbeda.

Hal ini bertujuan agar setiap ikan mendapat asupan makanan yang sama, karena jika tetap berada di kolam yang sama, ikan lele dengan ukuran lebih kecil, bisa kalah saing saat mencari makanan.

Pada umumnya, budidaya ikan lele dapat dilakukan pada kolam galian biasa, namun untuk menghindari risiko seperti adanya banjir, kolam terpal bisa menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan tersebut. Gambaran posisi kolam terpal ini berada di atas tanah, dengan dinding kayu, dan tentunya dilapisi oleh terpal.

3. Membuat Kolam Ikan Lele

Langkah berikutnya tentu adalah membuat kolam untuk budidaya. Berikut cara serta alat dan bahan yang harus dipersiapkan:

  1. Gali tanah, minimal 50 cm
  2. Gunakan kayu atau bambu untuk membuat rangka kolam
  3. Memastikan rangka dengan posisi galian kolam
  4. Masukan terpal secara hati-hati pada kerukan atau galian kolam dan pastikan sudah terpasang dengan benar
  5. Masukkan air (untuk air PAM harus diendapkan terlebih dahulu selama 1-3 hari, supaya kaporit menguap)

4. Menyiapkan Pakan Ikan Lele

Pakan ikan lele adalah pellet, yang diberikan sesuai dengan usia ikan lele. Ada pula pakan alami seperti bekicot, kerang, keong mas, rayap dan lainnya. Pemberian makan pada ikan lele yaitu sebanyak dua kali sehari.

Makanan lele harus diperhatikan agar perkembangannya cepat dan maksimal. Selain itu, kita sebaiknya mengganti air sebanyak 10-30% setiap minggu, untuk menghindari kolam yang terlalu kotor dan bau yang juga dapat menimbulkan penyakit.

Dengan perawatan yang tepat, panen ikan lele bisa dilakukan 3-4 bulan setelah proses budidaya dimulai. Jika Anda ingin menjalankan usaha budidaya lele, akan tetapi terkendala modal, Anda bisa mengajukan pinjaman berjangka. Dengan begitu, usaha budidaya ini bisa segera terealisasi. 

Untuk tips usaha lain, seputar budidaya maupun jenis bisnis lainnya bisa Anda dapatkan dari Daya.id. cukup dengan mendaftar di Daya.id semua informasi perihal usaha dan bisnis bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. 

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS