Dirilis

30 Desember 2021

Penulis

Christie Stephanie Kalangie

Pemerintah Indonesia memberlakukan aturan agar masyarakat berkegiatan di rumah saja sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona, terlebih sejak World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan status wabah Covid-19 atau virus corona menjadi pandemi.
Bagi pengusaha yang usahanya bergerak di industri ritel, tentu saja keputusan ini berdampak besar. Hal ini ditandai oleh menurunnya pengunjung pusat perbelanjaan hingga 50%, berdasarkan pengakuan Dewan Penasehat Hippindo, Tutum Rahanta, pada Selasa (17/3/2020) silam. Konsumsi masyarakat hanya terpusat pada kebutuhan pokok dan alat kebersihan. Berita buruknya, sektor seperti perangkat elektronik, kosmetik, dan pakaian menjadi sepi pelanggan.

 

Baca Juga: Manajemen Stok Barang yang Efektif, Efisien, dan Ekonomis

 

Menurunnya pendapatan sebagian kelompok konsumen karena adanya pemutusan hubungan kerja menjadi salah satu alasan penjualan di sektor tersebut turun drastis. Ketidakpastian yang menyelimuti masyarakat konsumen selama pandemi ini pun juga dirasakan oleh para pengusaha ritel, terlebih dalam hal mengelola inventory bisnis mereka.
 

 

4 Tips Mengelola Inventory Bisnis Ritel Selama Pandemi

Jika Anda salah satu pemilik bisnis ritel atau retailer, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengelola inventory, demi menjaga keberlangsungan bisnis di tengah pandemi dan memaksimalkan penjualan. 


1. Memaksimalkan Penjualan Produk Secara Online

Bukan menjadi rahasia lagi jika pasar online dianggap sebagai pasar yang sangat potensial di masa depan. Hal ini didukung oleh internet yang memberikan banyak sekali peluang usaha yang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia.
Di tengah masa pandemi ini, banyak masyarakat yang pada akhirnya menjadi terbiasa untuk tidak berinteraksi di tempat terbuka, mereka lebih memilih mencari cara alternatif untuk bisa memenuhi kebutuhannya tanpa harus keluar rumah. Transaksi e-commerce di Indonesia pun meningkat dengan pesat.
Oleh karena itu, pelaku usaha sebaiknya juga beralih fokus strategi pada penjualan online sehingga mengelola strategi pun dapat terlaksana dengan baik. Tips ini bisa menyelamatkan inventory bisnis ritel Anda dari kerugian akibat turunnya penjualan di toko offline. 

 

2. Memfokuskan Penjualan Pada Produk yang Paling Laku

Strategi ini berlaku untuk para retailer yang memproduksi barang dagangannya sendiri dan tidak berlaku untuk retailer barang yang paling dibutuhkan saat pandemi seperti masker, hand sanitizer, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, sebab penjualan barang tersebut harus dibatasi dan dijaga kestabilan harganya demi mencegah penimbunan.
Dengan terganggunya alur rantai pasokan, maka Anda harus berhati-hati pada semua proses produksi. Anda bisa menekan produksi dan penjualan pada produk yang paling laku untuk menghemat biaya secara keseluruhan agar tetap efektif. Dengan begitu, kenaikan harga material atau kelangkaan bisa tertutupi dengan penjualan yang maksimal.

 

Baca Juga: 6 Langkah Mengelola Persediaan Barang untuk Bisnis Manufaktur

 

3. Memberlakukan Program Promosi Produk

Program promosi produk merupakan cara termudah yang sudah dilakukan para pebisnis dari banyak industri dalam menghadapi pandemi Covid-19 untuk menstimulasi penjualan. Jenis promosi yang bisa Anda tawarkan dapat berupa bebas ongkos kirim, potongan harga, perpanjangan durasi pengembalian barang, dan lain sebagainya.
Selain itu, Anda mungkin harus menggunakan strategi program promosi yang menarik ini berdasarkan preferensi atau riwayat belanja pelanggan, dalam jangka waktu yang lebih lama. Jadi, Anda dapat memastikan kontrol margin penjualan setiap produk secara efektif.

4. Mengatasi Overstock atau Understock

Istilah understock maupun overstock sangat dihindari oleh pebisnis. Mengapa? Karena bila overstock terjadi, maka Anda akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan produk terbaru. Bila understock terjadi, maka pelanggan bisa beralih dan mencari toko online yang lebih siap.
Oleh sebab itu, inventory perlu diperhatikan dan dikelola dengan baik dengan cara mengukur ketersediaan produk perlu diperiksa lagi secara berkala. Bahkan, jika perlu diaudit untuk setiap bulan, per tiga bulan, atau per enam bulan.

 

Baca Juga: Kenali Apa Itu Inventaris dan Cara Mengelolanya untuk Usaha

 

Ketika Anda telah mengetahui kiat-kiat mengelola inventory dengan baik, maka Anda dapat dikatakan sebagai pebisnis yang handal. Selain itu, penting juga agar Anda memerhatikan perkembangan metode pembayaran yang sesuai dengan preferensi pelanggan.


Itulah beberapa tips mengelola inventory bisnis selama pandemi yang penting untuk diketahui oleh pengusaha ritel. Dalam beberapa hal, prediksi dan perkiraan permintaan selama COVID-19 juga menjadi kunci terjaganya stok barang. Karena itu, bila Anda butuh saran lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli bisnis dan usaha di Daya.id
Dengan Daya.id, informasi lain terkait usaha, bisnis, dan keuangan bisa Anda peroleh dengan mudah. Apalagi, semua informasi seputar kewirausahaan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah dengan mendaftar di Daya.id. Tunggu apa lagi? Yuk, segera kunjungi, daftarkan diri Anda di Daya.id, dan temukan manfaatnya!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 10 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS