Dirilis

20 November 2022

Penulis

Alin Kristiasti Fohan

Sebagai pemilik usaha, tentu Anda ingin banyak customer datang ke tempat usaha Anda dan membeli produk ataupun jasa yang Anda tawarkan. Kalau perlu, sebanyak-banyaknya. Makin laris, makin untung kan. Namun, bagaimana kalau orang yang datang ke tempat usaha Anda belum yakin untuk membeli alias hanya melihat-lihat?

Beberapa dari Anda mungkin merasa sebal, dan tidak ingin membuang-buang waktu melayani customer tersebut. Bahkan bisa jadi Anda mengusir mereka secara halus. Tapi tahukah Anda, ketika calon customer datang ke tempat usaha Anda, baik online maupun offline, mereka sudah menjadi “setengah pembeli” lho! Ibaratnya, “sebelah kaki” mereka sudah tertarik dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Tapi barangkali masih ada hal yang menahan mereka untuk memutuskan membeli. Hal inilah yang menjadikan mereka customer potensial yang justru sayang sekali kalau Anda lewatkan.

Biar tidak menyesal, yuk simak 7 tips menghadapi customer yang cuma lihat-lihat agar bisa meyakinkan mereka untuk membeli:

 

1.    Sapa customer dengan sopan dan ramah

Jangankan meyakinkan customer untuk membeli, yang sudah mau beli saja bisa batal kalau Anda menyambut mereka dengan jutek.  Sebaliknya, sapalah customer dengan ramah, jawab pertanyaan mereka dengan sopan dan jangan lupa untuk menawarkan bantuan agar customer  merasa pelayanan Anda sangat baik dan menyenangkan sehingga mengurangi keragu-raguan mereka untuk membeli. Jangan ragu untuk menawarkan bantuan

Bonusnya, kalaupun pada akhirnya mereka tetap tidak jadi membeli di hari itu, mereka tidak akan ragu untuk datang lagi di kemudian hari karena teringat keramahan Anda.

 

2.    Gali kebutuhan customer

Alih-alih menebak-nebak apa yang sedang di cari oleh customer, coba tanyakan langsung apa yang sedang mereka butuhkan agar Anda bisa memberikan rekomendasi produk yang mungkin sesuai dengan yang mereka cari.

Misalnya, customer Anda mencari kado ulang tahun untuk keponakannya. Anda bisa tanyakan berapa usia si keponakan, jenis kelamin, dan kesukaannya. Dari jawaban customer, Anda bisa merekomendasikan beberapa produk yang mungkin cocok dengan kriteria tersebut.

 

3.    Jelaskan keunggulan produk

Persaingan bisnis menjadikan produk yang Anda tawarkan bukan satu-satunya yang ada dipasaran, makanya customer bisa dengan mudah menemukan produk serupa di tempat lain. Namun, jangan khawatir. Mumpung customer sedang berada di tempat usaha Anda, jelaskan keunggulan produk yang Anda miliki yang tidak dimiliki oleh kompetitor, seperti kualitas, harga, varian produk dan sebagainya.

Berikan informasi yang jelas dan jujur ya! Jika memang produk memiliki kekurangan, sebaiknya customer tetap diberi tahu. Misalnya ada bagian produk yang cacat.

 

4.    Biarkan customer mencoba

Seperti kata-kata bijak “Anda tidak akan pernah tahu jika Anda tidak mencobanya”, sebagian besar orang memang baru percaya pada sebuah produk jika sudah pernah mencobanya. Jika produk Anda makanan atau minuman, pastikan Anda menyiapkan tester dalam kemasan mini. Pastinya customer ingin tahu apakah kue atau makanan yang akan dibeli benar-benar enak sebelum membayarnya.

Nah, untuk Anda pemilik bisnis fashion, Anda bisa menyediakan fittingroom  sederhana dan tertutup di sudut ruangan agar customer bisa mencoba beberapa potong pakaian yang ditaksir. 

 

5.    Tunjukkan testimoni 

Untuk Anda pemilik bisnis yang produk atau jasanya tidak bisa dibuatkan tester seperti bisnis salon atau toko elektronik, Anda tetap bisa kok meyakinkan pelanggan dengan menunjukkan testimoni dari customer setia Anda. Apalagi, jika Anda memiliki testimoni dari kalangan public figure, pasti lebih powerful deh! Bagaimanapun, testimoni dari pengalaman positif lebih berdampak bagi customer baru daripada memperkenalkan produk secara berlebihan. 

 

6.    Beri garansi


Memberi garansi biasanya ampuh untuk meyakinkan customer yang galau untuk segera melakukan transaksi. Misalnya, garansi uang kembali, proses retur yang mudah, atau Anda juga bisa tawarkan promo potongan harga berupa voucher atau cashback jika customer bertransaksi di jam tertentu. 

Sebelum memberi garansi, pastikan produk Anda benar-benar berkualitas dan layak diberi garansi yah… Jangan sampai Anda memberi garansi uang kembali untuk produk yang berkualitas rendah, malah rugi deh!

 

7.    Beri space kepada customer

Sudah lakukan point 1-6 tadi? Ini saatnya Anda memberi space kepada customer. Meskipun maksud Anda baik, intervensi terus-menerus bisa saja malah dianggap memaksa dan mengganggu. Jika customer sudah menunjukkan gelagat tidak ingin diganggu, segera sampaikan Anda ada disekitarnya dan customer bisa memanggil Anda jika perlu bantuan.

Nah, itulah 7 tips menghadapi customer yang cuma lihat-lihat. Ingat, tidak perlu mengikuti kemanapun customer berjalan karena hal tersebut bisa membuat mereka tidak nyaman dan malah mengurungkan niat berbelanja. Sayang kan… 

Ada yang perlu ditanyakan? Silakan daftarkan juga diri Anda dan ajukan pertanyaan di kolom Tanya Ahli.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.7

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS