Dirilis

29 Maret 2018

Saat didirikan tahun 2004, Facebook hanyalah proyek kecil di kamar asrama kampus, dengan karyawan kurang lebih 10 orang. Kini Facebook telah menjadi salah satu perusahaan raksasa dunia dengan karyawan mencapai lebih dari 20.000 orang. Kok bisa?

Tentu banyak faktor yang memengaruhi kesuksesan Facebook hingga menjadi seperti sekarang, yaitu budaya perusahaan. Facebook percaya bahwa budaya perusahaan sangat memengaruhi performa kinerja pegawai. Dengan membangun budaya yang mengedepankan kesejahteraan, para pegawai akan merasa dihargai sehingga terpacu untuk terus memberikan yang terbaik. Dan mereka menyadari betul bahwa budaya perusahaan sangat dipengaruhi oleh para petinggi atau pemimpinnya. Tidak mengherankan pada pertengahan tahun 2017 Facebook mendapatkan penghargaan Best Place to Work dari Glassdoor, sebuah situs penyedia informasi lowongan pekerjaan.

Pertanyaannya, bagaimana cara membangun budaya perusahaan ala Facebook? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Fokus kepada Misi Komunitas
Orang-orang di Facebook paham betul bagaimana para pengguna menggunakan platform media sosial mereka untuk membentuk suatu komunitas. Konsep membentuk komunitas ini juga dilakukan di dalam tim Facebook, sifatnya internal. Misi mereka adalah untuk terus menghasilkan produk-produk yang mampu mendukung perkembangan komunitas internal tersebut.

Nah, budaya perusahaan yang fokus terhadap misi ini salah satunya diterapkan melalui proses rekrutmen yang transparan. Setiap merekrut pegawai baru, mereka selalu menjelaskan bagaimana rasanya bekerja di Facebook dan hal-hal penting apa saja yang dijunjung dalam perusahaan. Dengan begitu para kandidat bisa memutuskan apakah hal-hal penting tersebut juga termasuk radar perhatian mereka.

2. Memberi Pegawai Kebebasan Berinovasi
Sama seperti perusahaan pada umumnya, Facebook juga memiliki target-target tertentu yang ingin dicapai. Namun untuk mencapainya, para pegawai diberi kebebasan menentukan sendiri caranya. Otorisasi semacam ini dapat mengingatkan pegawai tentang value dari kontribusi yang mereka berikan kepada perusahaan.

Penerapan budaya tersebut dapat Anda lihat dari dukungan besar Mark Zuckerberg kepada tim engineer. Zuckerberg memberi izin kepada mereka untuk mencoba berbagai software baru yang telah dibuat. Baginya bila suatu hal tidak berisiko untuk menghancurkan perusahaan, maka ia membiarkan tim engineer untuk menguji produk buatan mereka. Zuckerberg percaya bahwa ia dan timnya dapat belajar banyak dari hal tersebut. Selain itu tim engineer juga bisa terus mengeksplor hasil karyanya, hingga menjadi lebih baik lagi.

3. Memberi Pekerjaan yang Menyenangkan
Kunci penting lain dalam membangun budaya perusahaan ala Facebook adalah fokus terhadap kelebihan pegawai. Dalam memberikan tugas atau proyek, Facebook memastikan agar peran yang diemban pegawai tak hanya mampu mengoptimalkan kemampuan mereka, tetapi juga menyenangkan sehingga mereka dapat menikmatinya. Ketika pegawai menikmati apa yang ia kerjakan, maka mereka akan menghasilkan sesuatu yang benar-benar dibanggakan sehingga berkontribusi kembali terhadap misi perusahaan secara keseluruhan.

Agar dapat mengenali kelebihan dan kemampuan masing-masing karyawan, salah satu caranya adalah dengan memahami downfall atau titik jatuh mereka. Namun untuk bisa sukses besar seperti Facebook, perusahaan harus bisa merangkul kegagalan para pegawainya dan pegawai harus terbuka terhadap feedback. Setiap pegawai harus jujur satu sama lain untuk memberikan masukan sejujur mungkin sehingga dapat bekerja lebih baik lagi.

4. Komunitas dalam Komunitas
Jika bekerja di Facebook, Anda secara otomatis akan langsung menjadi bagian dari komunitas berisi lebih dari 20.000 orang. Dalam komunitas besar tersebut masih terdapat beberapa komunitas lain yang saling berkaitan. Misalnya ada komunitas besar berisi seluruh karyawan Facebook dan komunitas kecil yang terbagi berdasarkan divisi masing-masing. Ada pula komunitas ibu-ibu pekerja (working mom), hingga komunitas bersepeda yang biasanya berolahraga bersama saat weekend.

Bahkan tak jarang tercipta komunitas yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan, contohnya seperti komunitas olahraga atau komunitas buku. Terciptanya komunitas-komunitas ini menjadikan Facebook sebagai tempat spesial bagi para pegawainya. Setiap pegawai mendapat “tempat” dan bisa merasakan sense of belonging yang kuat selagi bekerja di Facebook.

5. Bergerak dengan Cepat
Zuckerberg pernah diwawancarai oleh situs Fast Company untuk membahas tentang budaya perusahaan. Ia mengaku, bahwa semakin besar skala perusahaan, semakin susah pula tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan budaya perusahaan. Menurutnya, budaya bisa berubah seiring berjalannya waktu. Facebook memang memegang nilai-nilai tertentu yang hingga kini diterapkan dalam menyediakan layanan untuk audiens mereka. Namun Zuckerberg berkata bahwa, untuk menerapkan nilai-nilai tersebut caranya berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Kini Facebook sedang berusaha untuk bergerak cepat dengan meminimalisir kesalahan hingga sesedikit mungkin. Zuckerberg menyadari bahwa kini Facebook sudah mencapai titik di mana ketika kesalahan terjadi, kembali ke proses awal untuk memperbaiki kesalahan justru akan lebih memperlambat proses daripada mempercepatnya. Oleh karena itu, Zuckerberg menerapkan strategi “move fast with stable infrastructure” atau bergerak cepat dalam infrastruktur yang stabil dalam budaya perusahaannya.

6. Mendukung Kehidupan di Luar Pekerjaan
Setiap pegawai pasti ingin memiliki keseimbangan antara kehidupan kerja dan personal. Melalui budaya perusahaannya, Facebook benar-benar mewujudkan hal tersebut. Mereka tidak pernah ragu memberikan dukungan kepada para pegawai saat mereka sedang dilanda masalah atau kesusahan.

Demi mendukung hal tersebut, per Januari 2017 lalu, Facebook secara resmi menerapkan kebijakan dua puluh hari cuti berbayar bagi pegawai jika ada anggota keluarga dekat yang meninggal dunia. Sedangkan apabila saudara jauh yang meninggal, cuti berbayar diberikan selama sepuluh hari. Jumlah hari cuti berbayar tersebut jauh lebih banyak dari yang ditawarkan kebanyakan perusahaan.

Facebook bisa menjadi contoh baik mengenai budaya perusahaan. Silakan terapkan sesuai dengan keunikan perusahaan Anda sendiri.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Nawawi

19 July 2024

Informasi yang sangat bermanfaat.

Balas

. 0

Sonia Rahelga

16 July 2024

Informasi yang sangat bermanfaat.

Balas

. 0

januar rusdianto

04 April 2018

Setuju banget... tempat kerja yang menyenangkan merupakan kunci dari produktifitas karyawan

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS