Sukses Kembangkan Bisnis Spa ala Indra Krisna

Dirilis

15 Februari 2023

Penulis

Majalah Franchise Indonesia (Mitra Strategis Program Daya Sejak 2014)

Pengusaha

Indra Krisna

Jenis Usaha

Pemilik franchise Wave Spa

Sebagian orang yang memiliki karier bagus di perusahaan besar biasanya sudah merasa nyaman secara finansial, sehingga tidak terpikir untuk meninggalkan kariernya. Namun, lain halnya dengan Indra Krisna. Salah seorang profesional di salah satu perusahaan besar di Indonesia ini justru memilih memulai bisnis saat masih berkarier. Wah, supersibuk dong ya.

Meski disibukkan dengan pekerjaan, Indra memutuskan memulai bisnis spa dan refleksi bersama rekannya pada 2008. Bisnis ini dipilih berdasarkan hasil riset yang ia lakukan, dan  ia yakini merupakan bisnis yang peluangnya bagus. Apalagi, saat itu masyarakat Indonesia sudah masuk segmen menengah, sehingga kebutuhan yang ingin dipenuhi tidak hanya kebutuhan primer.  

Dengan modal awal Rp100 juta, Indra dan rekannya membuka gerai pertama di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta. Respon pasarnya pun cukup baik hingga Indra berhasil membuka cabang. 

Rupanya, mengelola bisnis yang mulai berkembang tidak sesederhana ketika masih mengelola bisnis utama. Setelah membuka cabang, Indra harus memikirkan konsep rekrutmen karyawan, standarisasi gerai, SOP, menyusun struktur organisasi, dan sebagainya. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama menjaga agar turn over karyawan tidak tinggi. 

Menyadari bisnisnya mengandalkan tenaga manusia, Indra percaya pengelolaan SDM merupakan faktor yang penting. Makanya ia mengembangkan budaya kerja dengan filosofi memanusiakan manusia. Makanya, 60% omzet bisnis diinvestasikan untuk pengembangan SDM. 

“Kebetulan saya bukan tipe orang yang mudah marah-marah. Kita menjaga agar karyawan betah dan bisa bekerja secara maksimal. Untuk itu, ada briefing, doa bersama dan menjadikan usaha ini sebagai keluarga kedua setelah di rumah,” katanya.  
Kendala lainnya yang dialami adalah kerjasama yang terjalin antara Indra dan rekan bisnisnya berakhir sampi pecah kongsi. Masih berbasis di Yogyakarta, Indra lalu memilih membangun bisnisnya sendiri pada tahun 2019, masih di bidang yang sama, dengan nama De WAVE Spa & Reflexology dengan sistem kemitraan. Layanan yang ditawarkan adalah one stop shopping yaitu spa, salon, massage dan refleksi. Produk yang digunakan standar BPOM dan harganya juga terjangkau. 

Untuk membuat customer nyaman, Indra tidak main-main mendesain eksterior dan interiornya. Dengan menggaet desainer yang berpengalaman mendesain hotel berbintang, Indra menyuguhkan konsep elegan, clean dan instagramable, sehingga customer bisa menikmati suasana tempat yang bagus, nyaman dan tentu saja diiringi musik yang menenangkan. Wah, pasti rileks banget ya.

Lulusan Teknik Sipil dan S2 Magister Management Atmajaya ini juga menerapkan standarisasi treatement bagi semua terapis, agar setiap customer yang datang mendapat pelayanan yang sama sesuai standar tanpa harus pilih-pilih tenaga terapis. “Terapis kita juga memakai masker dan tutup kepala, kursi steril dan peralatan mudah dicuci, sehingga customer merasa lebih nyaman dan tenang. 

 

Mengubah Segmen Pasar di Masa Pandemi

Sebenarnya Indra sudah berencana membuka 1 cabang baru pada Maret 2020, namun ternyata harus tertunda karena pandemi COVID-19. Tidak hanya itu, bahkan cabang yang beroperasi terpaksa tutup karena bisnis yang dijalankan tidak bisa menerapkan social distancing

Namun alih-alih menyerah, Indra tetap mengupayakan agar bisnisnya tidak berhenti. Pada Juni 2020 ia mulai melakukan restruktur organisasi, menawarkan paket nutrisi kulit dan vitamin untuk membantu meningkatkan imun tubuh, bahkan sampai mengubah segmentasi pasar. “Kita optimalkan media sosial dan ubah segementasi.  Sebelum pandemi, segmentasi pasar kita di usia 35 tahun ke atas. Diubah menjadi kisaran usia 20-35 tahun sehingga promosi yang dilakukan berbeda dan tentunya lebih kekinian,” jelas pria kelahiran Jogja 1979 ini. 

Menurutnya, segmentasi pasar yang baru lebih cocok untuk pendekatan melalui promosi online. Salah satu strategi yang paling memungkinkan untuk dilakukan saat pandemi. Apalagi, saat itu rentang usia yang lebih muda dianggap memiliki sistem ketahanan tubuh yang lebih baik, sehingga mengurangi risiko sakit, sehingga diharapkan tetap mau datang untuk melakukan treatment.

Di sisi lain, tentu saja Indra dan tim berusaha sebaik mungkin menerapkan protokol kesehatan sangat ketat di tempat usahanya untuk meyakinkan dan membuat customer lebih nyaman.

Saat ini De WAVE Spa & Reflexology memiliki 21 cabang yang tersebar di Bekasi, Jakarta, Pamanukan, Kudus, Yogyakarta, Magelang, Pangandaran, dan Makassar dengan total 300 karyawan. Ke depannya, Indra berencana membuka cabang baru di Bogor, Semarang, Purwakarta, dan Palembang. 

Bagi yang berminat menjadi franchisee, De WAVE Spa & Reflexology menawarkan investasi senilai Rp150 juta, sudah termasuk sistem bisnis, desain, media sosial, manajemen, dan sistem promosi. “Calon mitra bisnis harus mau survei lokasi dahulu agar BEP tercapai di bawah 2 tahun,” jelas Indra.  

Indra Krisna adalah salah satu pebisnis yang sukses membangun bisnis dengan sistem kemitraan. Tertarik mengikuti jejaknya? Konsultasikan dengan pakar franchise di Daya.id agar usaha yang Anda jalankan semakin matang dan sukses.

Yuk daftar dan kunjungi Daya.id sekarang juga untuk  baca kisah sukses pengusaha inspiratif lainnya!

Penilaian :

5.0

21 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS