Dirilis

23 Mei 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Usaha es kelapa muda ternyata bisa sangat menguntungkan. Dengan menjual Rp12.000 per gelas saja, Anda berpeluang mendapat keuntungan hingga Rp9.000.000an per bulan. Kok bisa?

Tentu saja ada faktor lain yang bisa mempengaruhi sehingga usaha es kelapa muda Anda akan untung atau malah rugi. Tapi untuk membantu Anda melihat gambaran usaha tersebut, berikut ini kami sajikan perhitungannya.

BAHAN BAKU DAN PERLENGKAPAN
Ini adalah hal dasar yang perlu disiapkan untuk berjualan. Jumlah dan bentuknya bisa Anda sesuaikan.

1. Bahan Baku
Bahan baku utama tentu saja kelapa muda. Bisa Anda beli di pasar atau langsung ke pemasok, dengan kisaran harga antara Rp6.500-Rp8.000 per buah. Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan gula pasir atau gula merah sebagai bahan pemanis, serta es batu.

2. Perlengkapan Usaha
Anda perlu menyiapkan tempat untuk meletakan barang dagangan. Paling tidak, meja berukuran sekitar 2x2 meter. Meja ini cukup untuk meletakan 3-4 buah wadah berisi es kelapa muda siap jual. Anda juga membutuhkan 1-2 buah toples berukuran sedang untuk menyimpan air gula, golok untuk membelah kelapa, gelas, sendok, sedotan, dan plastik pembungkus. Silakan sediakan juga meja dan kursi untuk pembeli yang ingin minum di tempat.

Nah, berapa biaya yang perlu Anda siapkan untuk membeli semua perlengkapan tersebut?
  • Toples, Rp50.000-Rp100.000
  • Wadah es kelapa (termos es), Rp200.000-Rp300.000
  • Golok, Rp30.000-Rp50.000
  • Gelas dan sendok, Rp100.000-Rp200.000
  • Meja dan kursi, Rp100.000-Rp200.000
  • Peralatan lain, Rp300.000-Rp600.000

BIAYA OPERASIONAL
Agar usaha ini bisa berjalan, Anda perlu menyiapkan modal untuk membeli dan membayar beberapa hal. Di dalamnya, Anda perlu memperhitungkan biaya penyusutan dan biaya variabel, yang nantinya akan membentuk biaya operasional.

1. Biaya Penyusutan

Sebelum menghitung biaya penyusutan, Anda perlu mengetahui asumsi masa pakai dan nilai investasi. Apa itu? Hal ini berlaku terutama untuk perlengkapan usaha. Kualitas perlengkapan usaha akan berkurang seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya tidak bisa dipakai lagi. Ini yang kita sebut asumsi masa pakai. Sementara itu, Anda tetap saja harus membelinya. Itu yang kita sebut sebagai nilai investasi. 

Berikut ini contoh asumsi masa pakai dan nilai investasi:

Jika sudah, barulah Anda bisa menghitung berapa biaya penyusutan tetap yang perlu Anda keluarkan.



2. Biaya Variabel (Per Bulan)
Secara sederhana, biaya variabel adalah biaya yang harus Anda keluarkan, tapi jumlahnya bisa bervariasi. Misalnya, harga gula hari ini bisa saja berbeda dengan bulan depan.

3. Biaya Operasional (Per Bulan)
Setelah mengetahui berapa biaya penyusutan dan biaya variabel (per bulan), Anda bisa menghitung, kira-kira berapa total biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap bulan. Caranya cukup dengan penambahan.

 
Jika berdasar perhitungan sebelumnya, maka biaya yang perlu Anda keluarkan kira-kira:
Rp8.050.000 + Rp37.149 = Rp8.087.149

PEMASUKAN DAN KEUNTUNGAN
Setelah Anda menyiapkan semuanya, kira-kira berapa keuntungan yang akan Anda dapatkan? Untuk itu Anda perlu menentukan harga jual, sehingga mendapatkan pemasukan dan tentu saja keuntungan usaha.

1. Harga Jual
Es kelapa muda bisa Anda jual dengan harga Rp12.000 sampai Rp15.000 per gelas. Dari mana perhitungannya? Coba baca artikel Cara Menentukan Harga Es Kelapa Muda, untuk menentukan harga yang sesuai.

2. Pemasukan (Per Bulan)
Asumsinya per hari terjual 50 gelas es kelapa muda. Per gelasnya Anda jual Rp12.000. Maka pemasukan yang akan Anda dapat adalah: 50 gelas x Rp12.000 x 30 hari = Rp18.000.000

3. Keuntungan (Per Bulan)
Laba atau keuntungan adalah hasil pengurangan antara pemasukan per bulan dengan total biaya operasional per bulan.

 
Jadi, jika berdasar perhitungan di atas, maka keuntungan Anda adalah: Rp18.000.000 – Rp8.087.149 = Rp9.912.851

Wah, jika melihat perhitungan di atas, usaha es kelapa muda ternyata cukup menguntungkan juga ya. Mengingat rasanya yang manis dan sensasinya yang menyegarkan, mungkin Anda bisa menjualnya sebagai sajian berbuka puasa selama Ramadan ini. Langsung saja Anda cek lokasi yang sesuai. Jika ternyata hasilnya menjanjikan, kenapa tidak Anda lanjutkan saja ke bulan-bulan berikutnya. Selamat berjualan.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

indrabk

31 Mei 2019

cobain ahh..

Balas

. 0

Lucky Lombu

15 Oktober 2018

Menarik banget nih tipsnya...

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS