Dirilis

20 Februari 2021

Penulis

Tim Penulis Daya

Break Even Point adalah salah satu istilah yang pasti akan Anda jumpai dalam kondisi keuangan suatu perusahaan. Terlebih dalam sebuah perusahaan besar. Para investor akan menggunakan BEP ini sebagai acuan apakah ia akan menginvestasikan dananya ke perusahaan tersebut. Lalu sebenarnya, apakah BEP itu?

 

Pengertian dan Komponen Dasar dalam Perhitungan Break Even Point



BEP atau Break Even Point adalah titik impas dimana besarnya laba yang didapatkan memiliki nilai sama dengan biaya yang dibutuhkan untuk produksi. Atau dengan kata lain BEP merupakan kondisi dimana jumlah pendapatan yang diperoleh seimbang dengan biaya yang dikeluarkan sehingga tidak mendapatkan keuntungan dan juga tidak mengalami kerugian.

Kondisi tersebut bisa terjadi jika perusahaan hanya mampu menggunakan biaya tetap dalam operasionalnya. Perusahaan hanya mampu menjual produknya sebesar biaya tetap serta biaya untuk variabel lainnya. BEP memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting dalam keuangan dan akuntansi perusahaan. BEP juga digunakan untuk melakukan kalkulasi pada saham.

Sebagai salah satu bagian dari akuntansi perusahaan tentu saja BEP harus memuat informasi-informasi penting yang dibutuhkan di dalamnya. Dalam penyusunan BEP ada beberapa komponen yang harus dimasukkan. Inilah beberapa komponen dasar yang diperlukan dalam menghitung BEP perusahaan.

 

1. Fixed Cost (Biaya Tetap)

Fixed cost atau biaya tetap adalah biaya konstan yang akan timbul pada perusahaan tanpa melihat apakah produksi atau operasionalnya berjalan atau tidak. Contoh dari fixed cost atau biaya tetap yaitu gaji karyawan, biaya penyusutan mesin dan lainnya.

 

2. Variable Cost (Biaya Variabel)

Variable cost merupakan biaya per unit yang dipengaruhi oleh volume produksi sehingga sifatnya dinamis. Semakin banyak produksi maka variabelnya juga akan semakin besar. Contoh dari biaya variabel ini misalnya bahan baku, biaya listrik dan sebagainya.

 

3. Selling Price

Komponen terakhir yang akan mempengaruhi perhitungan BEP adalah selling price, yaitu harga jual produk per unit. Produk bisa berupa barang ataupun jasa/ pelayanan.

 


Tujuan dan Fungsi Perhitungan dan Analisa BEP

Melakukan analisa BEP tentu saja dilakukan perusahaan bukan tanpa tujuan. Tujuan analisa BEP tersebut berkaitan erat dengan fungsinya bagi perusahaan, yaitu :
 


1. Membantu Perusahaan Menentukan Kapasitas Produksi Selanjutnya
Dengan melakukan analisis BEP maka perusahaan akan lebih mudah mengevaluasi dan mengetahui berapa seharusnya kapasitas produksi selanjutnya agar mendapatkan laba maksimal.

 
2. Membantu Menentukan Langkah Efisiensi Perusahaan
Melalui BEP, perusahaan akan mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan agar proses produksi perusahaan bisa berjalan lebih efisien dari segi waktu dan biaya. Misalnya, pergantian tenaga kerja yang digantikan dengan mesin. Dengan adanya pergantian ini maka akan terjadi perubahan pada biaya tetap dan biaya variabel. Sebab, biaya variabel yang awalnya berasal dari biaya tenaga kerja digantikan dengan biaya tetap yang dalam hal ini berupa mesin atau teknologi.

 
3. Mengetahui Nilai Laba Jika Harga Produk Berubah
BEP juga akan membantu perusahaan untuk memperkirakan berapa keuntungan yang bisa didapatkan kalau harga jual produknya dirubah. Misalnya berapa keuntungan maksimal yang akan didapatkan oleh perusahaan jika menjual produk dengan harga dinaikkan 1%.

 
4. Mengetahui Nilai Kerugian yang Dialami Perusahaan
Selain untuk membantu dalam perhitungan masalah keuangan seperti yang disebutkan di atas BEP juga akan berfungsi untuk melihat seberapa besar kerugian yang dialami. Dengan mengetahui nilai kerugian tersebut maka diharapkan pengusaha bisa mencari alternatif dan antisipasi agar jumlahnya bisa diperkecil.

 

Manfaat Analisis BEP untuk Usaha


Sebagai bagian dari sistem keuangan dan akuntansi perusahaan maka BEP pastilah memiliki manfaat yang cukup krusial. Manfaat BEP bagi perusahaan antara lain adalah:

 

1. Pedoman bagi pengusaha atau perusahaan untuk memberikan nilai investasi secara tepat agar bisa diperoleh keseimbangan dengan biaya produksi awal.

2. Bahan analisa bagi pengusaha dan perusahaan untuk membuat rencana anggaran dan proyeksi keuangan selanjutnya. BEP juga dijadikan sebagai bahan analisis untuk menentukan nilai saham perusahaan.

3. Memberikan patokan pada perusahaan untuk membuat margin yang tepat agar tidak terjadi kerugian sehingga bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

 
Dari semua penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa Break Even Point adalah pedoman bagi perusahaan untuk membuat kebijakan selanjutnya agar memperoleh keuntungan secara maksimal. Analisis BEP ini memiliki fungsi dan manfaat yang besar untuk usaha. Jadi, jangan lupa untuk membuat analisis BEP ini untuk melihat kondisi perusahaan Anda. Anda juga bisa berkonsultasi dengan business coach dari Daya.id seputar masalah perusahaan.

Selain itu, untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS