Dirilis

31 Maret 2023

Penulis

Alin Kristiasti Fohan

Pandemi COVID-19 membawa banyak perubahan di kehidupan manusia, baik dari segi perilaku sampai kesadaran terhadap pentingnya hidup sehat. Yap, meskipun pandemi merenggut banyak korban jiwa, di sisi lain rupanya pandemi juga berdampak positif. Selama pandemi masyarakat berlomba-lomba menjaga kesehatan, karena tubuh yang sehat akan mengurangi risiko terpapar virus. Kalaupun terpapar, tingkat keparahan akan lebih rendah dan peluang pulih lebih cepat. 

Baca Juga: 6 Tips Meningkatkan Brand Awareness Untuk Produk Ibu dan Anak di Toko Online

Nah, apakah Anda salah satu yang jadi terbiasa cuci tangan pakai sabun sebelum makan? Atau jadi terbiasa membawa handsanitizer kemana-mana?

Baca Juga: Siap Pasarkan Produk Secara Online? Simak Ini Dulu!

Dari sudut pandang bisnis, hal tersebut tentunya mempengaruhi penjualan produk kesehatan. Bahkan menurut hasil riset Sirclo dilansir dari website katadata.com, sepanjang tahun 2022 produk kesehatan seperti masker medis, vitamin, handsanitizer, suplemen diet, produk kesehatan wanita sampai perlengkapan kebersihan menjadi produk terlaris di Tokopedia dan Shopee lho!

Wah, produknya sudah laris manis, brand awarenessnya tidak perlu ditingkatkan lagi dong?

Eits, tetap perlu dong. Dengan nilai penjualan yang tinggi, persaingan bisnis menjadi semakin ketat karena banyak pebisnis yang juga berusaha mencari cuan sebanyak-banyaknya. Apalagi, dari satu jenis produk saja terdapat berbagai macam merek yang tentunya memiliki keunggulan masing-masing. Tidak mau kan produk Anda kalah populer dibandingkan produk kompetitor?

 

Brand Awareness untuk Produk Kesehatan

Yuk simak 5 tips meningkatkan brand awareness untuk produk kesehatan berikut ini:

 

1.    Kenali Audiens Anda

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali siapa audiens Anda, beberapa pertanyaan berikut ini mungkin bisa membantu :

  • Siapa target pasar Anda?
  • Bagaimana profil mereka?
  • Dimana mereka tinggal?
  • Berapa rentang usianya?
  • Value apa yang Anda tawarkan?
  • Pola hidup seperti apa yang sedang dijalani dan dicita-citakan?

Anda tentu perlu menyesuaikan strategi pemasaran untuk setiap segmen audiens, misalnya pemasaran untuk anak muda akan berbeda dengan young adult, demikian juga pemasaran untuk kalangan menengah ke bawah akan berbeda dengan kalangan menengah ke atas terkait bagaimana mereka menjalani gaya hidup dan mengelola anggaran. Setelah menentukan audiens, sesuaikan merek Anda dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka.

 

2.    Buat Identitas Merek

Merek adalah identitas, makanya sangat penting untuk menciptakan menjaga merek tetap kohesif dan konsisten. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda coba :

 

a.    Buat logo

Logo mewakili keseluruhan identitas merek Anda, namun dalam pembuatannya tidak bisa asal-asalan. Buatlah logo Anda sekreatif mungkin namun tetap harus memiliki makna. Anda juga bisa memanfaatkan jasa pembuat logo profesional untuk menciptakan logo yang lebih ciamik

 

b.    Buat guideline logo

Setelah logo dibuat, buat juga panduan singkat agar tampilan logo tersebut bisa konsisten di setiap platform yang Anda gunakan. Panduan logo tersebut biasanya mencakup jenis tulisan, warna, elemen visual utama dan aturan mengenai kapan dan bagaimana menampilkannya.

 

3.    Ciptakan “Cerita”

Setiap merek memiliki cerita yang dibangun agar diingat dan menarik audiens. Saat bercerita, pertimbangkan emosi yang ingin Anda sampaikan kepada audiens. Apakah ingin memberdayakan audiens? Memberi rasa damai atau energi positif setelah melalui hari yang panjang? Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat untuk menciptakan cerita merek Anda :

  • Transparan terhadap proses pembuatan produk
  • Jika memungkinkan, gunakan data untuk membangun kepercayaan audiens
  • Jujur, jangan pernah membumbui cerita secara berlebihan


 

4.    Optimalkan Media Sosial

Rata-rata pengguna media sosial menghabiskan lebih dari dua jam per hari untuk online, makanya pemasaran melalui media sosial diyakini lebih efektif dan berdampak. Anda bisa memanfaatkan Facebook ads, Instagram ads, atau bekerja sama dengan influencer yang sesuai dengan produk Anda. 
Setelah hubungan online dengan audiens terbentuk, Anda bisa melanjutkan ke tahap engagement dengan mengirimkan promosi-promosi berupa diskon, voucher pembelian pertama dan sebagainya.

 

5.    Kolaborasi Dengan Brand Lain

Cobalah berkolaborasi dengan brand lain yang sudah ternama. Kalau eksekusinya tepat, hal ini bisa membantu mendongkrak brand awareness produk Anda karena brand ternama biasanya sudah memiliki audiens sendiri dengan jumlah yang besar.

Pada dasarnya, yang paling penting dalam meningkatkan brand awareness produk kesehatan adalah meyakinkan audiens bahwa produk Anda asli dan berkualitas. Karena terkait dengan kesehatan, biasanya masyarakat tidak mau asal beli karena khawatir berisiko di kemudian hari. Silakan coba ke 5 tips di atas untuk membantu Anda mendapat kepercayaan audiens sekaligus meningkatkan brand awareness untuk produk Anda!

Silakan daftarkan juga diri Anda di daya.id untuk mengetahui berbagai tips dan info lainnya. Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar keuangan dan usaha, silakan ajukan pertanyaan Anda di kolom Tanya Ahli!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

8 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Herbutet BR Matondang

25 Mei 2023

Bagus

Balas

. 0

Hendro Wiyono

24 Mei 2023

Menarik

Balas

. 0

Hendro Wiyono

24 Mei 2023

Menarik

Balas

. 0

Mira Tania

23 Mei 2023

Bacaan nya menarik

Balas

. 0

SUSI ENITA

18 Mei 2023

Bagus

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 10 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS