Dirilis

27 Pebruari 2019

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Dalam menjalankan bisnis tidak semua hal selalu berjalan lancar. Tidak jarang dalam bisnis terjadi pengeluaran tidak terduga, dan mengharuskan Anda memutar otak agar bisnis tetap terjaga keuangannya. Pengeluaran tidak terduga biasanya muncul mendadak, tapi tidak semua hal atau pengeluaran yang mendadak dikategorikan tidak terduga.

Beberapa contoh pengeluaran tidak terduga dalam bisnis antara lain keputusan resign dari karyawan unggulan dalam bisnis Anda, adanya sarana-prasana yang rusak, atau bahkan adanya bencana alam yang mengganggu aktivitas bisnis Anda. Oleh karena itu, agar keuangan dan bisnis Anda secara umum stabil, perlu dipersiapkan untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga. Simak tips-tips di bawah ini.

Siapkan budget tersendiri di awal
Seperti yang diketahui bersama, bahwa pengeluaran yang sifatnya tidak terduga dapat muncul kapan saja. Oleh karena itu, sediakan dana darurat bisnis dari awal atau sedini mungkin. Sisihkan sekian persen dari kas bisnis Anda, bisa jadi 1-3 % dari kas untuk dialokasikan sebagai budget dana darurat ini.

Dana darurat ini tidak jauh berbeda dengan tabungan dana darurat pribadi, tidak perlu besar budget-nya namun yang terpenting selalu ada dan konsisten disediakan. Seiring berjalannya waktu, dana darurat tersebut akan sangat berguna bagi bisnis Anda.

Tentukan prioritas
Penentuan skala prioritas berbagai hal dalam bisnis Anda, akan mempermudah pengambilan keputusan dan strategi bisnis. Contohnya, ketika ada perangkat pendukung bisnis seperti komputer dan printer perusahaan yang rusak sudah pasti dana darurat akan segera dialokasikan untuk menanggulangi kerusakan tersebut. Kemudian, keputusan yang dibuat adalah berjaga-jaga jangan sampai ada perangkat lain yang rusak

Penggunaan dana darurat
Dana darurat perlu diatur penggunaannya. Tidak semua pengeluaran mendadak diatasi dengan menggunakan dana darurat. Namun, tetap yang perlu dipahami dengan benar oleh Anda yakni, bahwa dana atau anggaran rutin tidak boleh digunakan sebagai dana darurat, karena akan menyebabkan terganggunya kinerja bisnis. Kapan waktunya menggunakan dana darurat kembali pada skala prioritas yang sudah ditentukan.

Upayakan untuk memisahkan rekening tabungan dana darurat dengan rekening dana rutin perusahaan Anda. Cara demikian, setidaknya akan menahan penggunaan dana darurat untuk pengeluaran yang bukan pengeluaran tidak terduga. Penyimpanan dana darurat pada rekening tabungan pada umumnya juga akan memudahkan perusahaan Anda tanpa perlu memohon pinjaman dana ke pihak lain yang bersuku bunga tinggi.

Rencana keuangan bisnis dan pengeluaran tidak terduga
Rencanakan anggaran untuk setiap titik pengeluaran bisnis, dengan mempertimbangkan hal apa yang pasti akan terjadi di masa mendatang dan hal apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Perbedaan siasat keuangan bisnis ini akan berpengaruh besar pada se-urgent apa pengeluaran tidak terduga pada bisnis Anda dan seberapa besar pengeluaran tersebut.

Salah satu contoh pengeluaran mendadak yang pasti akan terjadi di masa mendatang yakni pergantian suku cadang kendaraan perusahaan (ban, oli, atau spare parts lainnya). Namun yang disayangkan adalah masih banyak pebisnis yang mengategorikan contoh tersebut sebagai hal yang ‘mungkin terjadi’ di masa depan. Padahal hal demikian pasti sudah dapat diperkirakan akan terjadi. Jika begini terus, bisa-bisa pengeluaran tidak terduga malah membludak.

Jaga skor kredit
Skor kredit perusahaan perlu dijaga dan diperhatikan. Karena riwayat pinjaman dana dan pengembaliannya dicatat oleh Bank Indonesia. Dan ini menjadi skor kredit perusahaan Anda. Pengajuan pinjaman dana tentu akan semakin sulit jika skor kredit perusahaan Anda tidak baik.

Makanya, pinjaman dana yang membutuhkan skor kredit seperti ke Bank sebaiknya dijadikan pilihan alternatif untuk membayar pengeluaran tidak terduga. Gunakan terlebih dulu dana darurat yang Anda punya untuk meminimalisir risiko.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS