Dirilis

29 Oktober 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Meraih kebebasan finansial dan lepas dari pekerjaan, dalam waktu yang lebih cepat dari biasanya, semakin banyak dipilih. Tidak seperti generasi sebelumnya yang cenderung menunggu masa pensiun hingga tepat pada waktu yang ditentukan, bahkan masih terus berkarier di usia pensiun, pilihan berhenti kerja total sebelum usia 55 sampai 65 tahun usia standar pensiun di Indonesia kian banyak dilirik.

Apabila rencana untuk pensiun lebih awal terlintas di benak Anda, sebuah perencanaan sebaiknya segera dibuat. Pensiun bukanlah sebuah tindakan impulsif yang bisa dilakukan karena dorongan emosi sesaat. Tanpa mengecilkan upaya perusahaan, persiapan pensiun akan jauh lebih matang jika merencanakannya lima tahun sebelum rencana akan dilaksanakan dan hindari terlalu bergantung pada program persiapan pensiun dari kantor Anda.

Kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk menggantungkan sepatu kerja Anda lebih awal? Ada beberapa kondisi yang patut jadi pertimbangan Anda.

1. Kondisi kesehatan Anda menurun
Memburuknya kesehatan akan memberikan pengaruh besar kepada produktivitas kerja Anda. Selain itu, bekerja dalam kondisi sakit-sakitan akan membuat mental Anda turut hancur karena stres kerja memperuncing posisi Anda. Anda mungkin takut jika pensiun lebih awal, karena akan kehilangan proteksi kesehatan yang disediakan oleh kantor. Masalah ini dapat diatasi dengan menyediakan jaring pengaman lain, berupa asuransi kesehatan di luar jaminan kesehatan dari kantor. Periksalah pula, apakah stres kerja berandil kepada penurunan kondisi Anda? Jika benar, berarti rehat panjang akan memberikan kesempatan Anda untuk pulih. Ingatlah bahwa kesehatan merupakan harta yang tidak ternilai, dan jauh lebih berharga dari materi finansial.

2. Hubungan dengan keluarga memburuk akibat karier
Istilah “Anda tidak dapat memenangkan segalanya” kerap terlihat pada sederet tokoh yang sukses dalam karier atau punya ambisi besar dalam pekerjaannya. Salah satu yang dikorbankan adalah hubungan pribadi dengan keluarga. Waktu lebih banyak di kantor, membuat Anda memiliki sedikit waktu untuk bercengkrama dengan keluarga. Anda melewatkan masa-masa penting, tidak  banyak melihat pertumbuhan anak, waktu berkualitas dan bermesraan dengan pasangan pun hilang demi pemenuhan kewajiban dan tanggung jawab mencari nafkah. Waspadai goyahnya keluarga, karena Anda meletakkan mereka tidak lagi sebagai prioritas hidup. Berkonsultasilah pada konselor keluarga dan mulai pertimbangkan opsi pensiun dini. Jangan cemas, Anda masih dapat menekuni passion dan minat termasuk menambah penghasilan, dengan tensi lebih ringan, selepas pensiun nanti.

3. Prospek pekerjaan Anda tak lagi menjanjikan
Disrupsi kuat di dunia ekonomi dan industri, mampu melibas banyak sektor pekerjaan dan menghilangkan prospek mereka di pasar tenaga kerja mendatang. Bila kondisi ini melanda bidang usaha dari pekerjaan Anda sekarang, tidak ada salahnya jika lebih baik memutuskan untuk berhenti bekerja. Bisnis yang berjuang untuk bertahan akan memberikan dampak besar kepada para karyawannya. Motivasi bekerja sangat mungkin akan menurun. Anda kehilangan alasan untuk berusaha di luar batas kemampuan dan tekanan pun tampak tidak sepadan dengan kesuksesan hasil yang diterima. Sebelum pekerjaan Anda akhirnya benar-benar punah ditelan dinamika zaman, berhentilah selagi belum ikut tergerogoti terlalu banyak hingga ke akarnya.

Alasan untuk pensiun dini tidak melulu soal pundi-pundi. Jika alasan untuk pensiun sudah sedemikian kuat, sementara target dana belum terpenuhi sempurna, tidak perlu risau. Anda dapat menyeimbangkan dengan merombak gaya hidup dan mengatur pengeluaran ketat. Opsi lain adalah menekuni hobi dan kegemaran yang bisa menghasilkan tambahan uang. Berkarya tidak selamanya harus dilakukan di bawah panji-panji korporasi atau entitas besar berjenjang karier. Dengan memiliki alasan tepat dan perencanaan matang di balik pensiun dini, Anda dapat merasakan faedahnya bagi peningkatan kualitas hidup.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

4.7

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS