Dirilis

25 Mei 2021

Penulis

Tim Penulis Daya

Animo masyarakat untuk belajar bahasa jepang terus mengalami peningkatan, terutama bagi pelajar atau mahasiswa. Kondisi ini membuka peluang yang cukup lebar bagi Anda yang menguasai bahasa Jepang untuk membuka kursus. Membuka kursus ini sangat menjanjikan dan berpeluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Supaya usaha kursus yang Anda jalani bisa sukses, simak beberapa tipsnya dibawah ini.
Tips Memulai Usaha Kursus Bahasa Jepang dari Awal 


1. Menguasai Bahasa Jepang dengan Baik dan Siapkan Modal 


keahlian dan modal kursus bahasa Jepang
Tips pertama yang harus dilakukan untuk memulai usaha ini adalah harus menguasai bahasa jepang dengan sangat baik. Dalam mempelajari bahasa ini Anda tidak hanya harus menguasai kosakatanya tetapi juga harus bisa menulis huruf hiragana dan huruf kanji. Seperti yang diketahui jika huruf kanji cukup rumit dan sulit dipelajari. 

Sebelum membuka usaha kursus ini sebaiknya Anda terlebih dahulu harus mencari metode terbaik untuk mengajarkan murid. Misalnya metode untuk mempermudah murid dalam menulis huruf kanji yang terkenal sangat rumit. Selain penguasaan terhadap bahasa Jepang, Anda juga membutuhkan modal untuk usaha ini. Inilah kisaran modal yang Anda butuhkan: 

Sewa tempat                                Rp 10.000.000
Beli perlengkapan                           Rp   1.500.000
Beli peralatan                                Rp        500.000
Bayar listrik                                   Rp       100.000
Biaya promosi                                Rp   1.000.000
Biaya transportasi                          Rp      150.000
Biaya lain-lain                                Rp    1.000.000 +
Total                                          Rp  14.250.000
Jadi modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha ini kurang lebih sebesar Rp 14.250.000. Jumlah modal ini bisa jadi lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada implementasi usaha Anda. Misalnya jika harga sewa tempat yang Anda dapatkan lebih rendah, maka modal yang Anda harus keluarkan bisa lebih kecil dari angka tersebut. 

2. Pilih Berpartner atau Menjalani Usaha Kursus ini Sendirian 


Menjalankan usaha kursus tidak bisa dijalankan begitu saja karena ada proses perizinan yang harus dilakukan. Sebelum menjalankan proses perizinan diharuskan untuk menentukan usaha kursus ini akan dijalankan dengan berpartner atau sendirian. Hal ini harus segera ditentukan karena mempengaruhi proses perizinan.
Apabila Anda memilih untuk menjalankan usaha kursus ini sendirian maka harus mengajukan izin mendirikan kursus di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau lebih tepatnya di Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Subdinas Pendidikan Luar Sekolah (Dikmenti). Sedangkan jika berencana akan berpartner maka harus mengajukan di untuk membentuk CV, PT atau Yayasan. Proses perizinan diajukan kepada Dikmenti bukan Dinas Perindustrian. 

3. Mengajukan Perijinan Mendirikan Kursus 

pengajuan izin pendirian kursus bahasa Jepang
Setelah menentukan pilihan, langkah selanjutnya Anda harus mengajukan perijinan mendirikan kursus di Dikmenti. Berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi:
1.    Mengisi Formulir
2.    Melampirkan foto copy akta notaris bagi yang akan membentuk yayasan
3.    Melampirkan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik maupun penyelenggara, penanggung jawab teknis edukatif dan tenaga pendidik
4.    Melampirkan fotocopy ijazah bagi pemilik maupun penyelenggara, penanggung jawab teknis edukatif dan tenaga pendidik
5.    Melampirkan daftar riwayat hidup pemilik maupun penyelenggara dan penanggung jawab teknis edukatif
6.    Melampirkan surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian (untuk pemilik maupun penyelenggara)
7.    Melampirkan kurikulum jenis kursus yang bersangkutan.
8.    Melampirkan surat rekomendasi dari DPC HIPKI
9.    Melampirkan tata tertib khusus
10.    Melampirkan denah atau peta lokasi kursus
11.    Melampirkan pas foto pemilik maupun penyelenggara dan penanggung jawab teknis edukatif ukuran 4 x 6 masing-masing 5 lembar
12.    Melampirkan materai Rp 6000 sebanyak 1 buah
13.    Melampirkan surat keterangan domisili usaha dari kecamatan

Apabila Anda memilih menjalankan usaha kursus ini dalam bentuk perorangan menggunakan nama sendiri maka hanya cukup dengan membuat surat keterangan domisili usaha dan memenuhi syarat-syarat diatas. Sebaliknya jika ingin membentuk kursus bahasa jepang dalam bentuk CV, PT atau yayasan maka harus melalui prosedur pendirian CV, PT atau yayasan yang standar dahulu lalu mengajukan izin tersebut.  Proses pengajuan izin ini tidak dikenakan biaya atau gratis. Setelah proses perizinan selesai dilakukan maka kursus sudah bisa beroperasi. 

4. Lakukan Promosi

Tips terakhir yang harus Anda lakukan adalah melakukan promosi untuk memperkenalkan usaha kursus tersebut. Promosi bisa dilakukan secara online maupun offline. Caranya dengan menyebar brosur, memasang spanduk atau banner dan bisa juga mendatangi sekolah-sekolah. Anda juga bisa melakukan promosi dengan memanfaatkan keberadaan media sosial. Dengan begitu, jangkauan calon pengguna kursus bahasa Anda bisa menjadi lebih luas lagi. 

Nah itulah informasi tentang tips memulai usaha kursus bahasa jepang. Diharapkan penjelasan diatas bisa membantu Anda yang berencana akan membangun tempat kursus bahasa Jepang. Anda juga bisa berkonsultasi dengan praktisi & trainer usaha dari Daya.id seputar cara memulai usaha di bidang jasa yang baik dan benar.

Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga! 
 

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

4.9

7 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS