Dirilis

16 Januari 2020

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Sebagian orang beranggapan dengan memiliki asuransi jiwa berarti mengharapkan kematian datang lebih cepat dan mendahului kehendak Tuhan. Bahkan ada yang bilang, asuransi jiwa akan membuat suami atau istri yang ditinggalkan akan nikah dengan orang lain. Asuransi jiwa itu buat orang yang sudah tua. Apakah Anda termasuk yang demikian?

Dan apakah Anda termasuk orang yang memandang punya asuransi jiwa tidak penting?

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti dikutip Kontan (April 2019), tingkat penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai sekitar 6% dari total populasi penduduk tahun 2018. Kemudian, yang memiliki asuransi baru sekitar 1%. Boleh diasumsikan bahwa, belum semua masyarakat memiliki asuransi, bahkan memiliki asuransi jiwa. Belum semua masyarakat mengerti asuransi jiwa dan menyadari pentingnya asuransi jiwa.

Setujukah Anda? Dikala salah satu anggota keluarga meninggal, terutama yang menjadi sumber nafkah bagi keluarga. Umumnya keuangan keluarga akan mengalami goncangan, dan bahkan situasi tersebut dapat berlangsung lama?

Bagaimana mengantisipasi dan meminimalkan masalah tersebut? Ya, sejak dini Anda perlu memiliki asuransi jiwa. Lho, kok bisa? Begini penjelasannya.


Asuransi Jiwa

Apa itu Asuransi Jiwa?
Asuransi jiwa adalah sebuah layanan keuangan yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap hilangnya pendapatan seseorang atau keluarga akibat adanya kematian anggota keluarga (tertanggung) yang biasanya menjadi sumber nafkah bagi keluarga tersebut. Kematian tersebut bisa disebabkan oleh karena kecelakaan, gangguan kesehatan, ataupun penyebab lainnya karena memang sudah waktunya dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa.

Apakah Fungsi Asuransi Jiwa?
Setidaknya ada 4 fungsi asuransi jiwa, yang bisa dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat atau ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan.

1. Dana darurat
Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.

Agar asuransi jiwa mampu menjalankan fungsinya sebagai dana darurat atau pengganti penghasilan yang hilang, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap. Minimal bisa mengcover biaya-biaya untuk setahun. Sehingga ada persiapan bagi yang ditinggalkan untuk mencari alternatif penghasilan.

2. Meminimalkan beban utang
Mungkin rumah yang kita tempati, motor atau mobil yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki seperti smartphone, lemari es, televisi, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari utang. Utang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Utang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya.

Agar asuransi jiwa berperan membebaskan keluarga dari utang, maka UP jiwa minimal harus sama besar dengan utang yang dimiliki keluarga itu.

3. Menjadi dana warisan untuk anak-anak
Banyak orang tua bingung, akan memberikan warisan anak apa? Ada yang bilang memberikan warisan berupa menyekolahkan anak sudah cukup. Namun kalau kita bisa memberikan lebih, kenapa tidak? Dengan cara apa? Ya, membeli asuransi jiwa tentunya.  

Ilustrasinya seperti ini. Misalnya Kang Rudi yang usianya baru 28 tahun, ia membeli asuransi jiwa dengan uang pertanggungan Rp1 milyar, dan untuk hal tersebut ia membayar premi Rp800.000 sampai dengan usia 55 tahun. Maka apabila ia belum meninggal sampai dengan usia 55 tahun, maka uang sebesar Rp1 milyar dapat diklaim dan dijadikan warisan untuk anak-anaknya kelak.  Namun bila, sebelum usia 55 tahun sudah dipanggil Yang Maha Kuasa, uang Rp1 Milyar tersebut dapat juga untuk dijadikan warisan bagi anak-anaknya.

Mungkin betul orangtua telah berhasil melewati masa-masa membesarkan anak, dan kini semua anak-anaknya sudah mandiri. Tapi sudah mandiri bukan berarti kaya dan banyak uang. Mungkin saja penghasilan mereka masih pas-pasan, sehingga belum dapat membeli rumah atau kendaraan. Sekarang harga rumah semakin mahal, mungkin mereka sanggup membayar cicilannya, tapi uang mukanya tidak.

Adanya warisan, dari uang pertanggungan asuransi jiwa, akan sangat membantu mewujudkan kebutuhan ataupun keinginan mereka suatu saat. Kalaupun UP jiwa tidak cukup untuk beli rumah secara kontan, minimal bisa buat uang mukanya. Yakinlah, anak-anak akan sangat berterima kasih kepada orangtua yang tetap mengasuransikan jiwanya walaupun mereka telah dewasa.

4. Pengganti biaya-biaya kematian
Meninggal dunia itu butuh biaya. Untuk upah orang yang memandikan, untuk pemakaman, makanan ringan untuk orang-orang yang melayat, untuk tahlilan, mencetak buku Yasin, mengurus sertifikat kematian, dan lain-lain. Apalagi di perkotaan, tanah pemakaman harganya mahal, bisa jutaan rupiah hanya untuk sewa selama tiga tahun. Dan biaya tahlilan itu, bagi yang melaksanakannya, lebih mahal lagi. Bahkan di beberapa daerah, adat terkait kematian membutuhkan biaya yang sangat besar. Misalnya di Bali, Batak, dan Toraja.

Pilihannya ada dua, apakah mau menyuruh anak-anak untuk membayar semua biaya itu, atau mempersiapkan sendiri mumpung masih hidup. Asuransi jiwa dapat dipandang sebagai salah satu cara mempersiapkan biaya terakhir hidup kita.




Cinta Keluarga Miliki Asuransi Jiwa
Jadi kalau membaca keempat fungsi di atas, sangat masuk akal dan sangat logis memiliki asuransi jiwa bukan?

Bahkan memiliki asuransi jiwa dapat menjadi bukti bahwa Anda betul-betul bertanggung jawab dan mencintai keluarga Anda.  

Jadi, tunggu apa lagi? Bagi yang belum memiliki, segeralah membeli. Bagi yang sudah membeli, cobalah hitung kembali, apakah uang pertanggungan Anda, kira-kira cukup untuk masa depan keluarga Anda.  Bagaimana menghitung kecukupan uang pertanggungan? Tanyakan ke agen-agen asuransi atau Bancassurance di bank yang Anda kenal, atau konsultasikan dengan mitra ahli perencana keuangan kami melalui fitur Tanya Ahli.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS