Dirilis

12 Maret 2021

Penulis

Tim Penulis Daya

Usaha ternak lele merupakan jenis usaha budidaya yang layak dicoba karena prospeknya cukup bagus. Lele adalah ikan air tawar yang sangat mudah diolah menjadi lauk pauk dan berbagai camilan kesukaan masyarakat. Sebut saja keripik lele, abon, dan sebagainya. Menu lele goreng ataupun bakar terbukti laris manis dijual dimanapun. Tidak heran jika permintaan lele tergolong tinggi dan bisa menjadi peluang usaha budidaya yang menarik

Tips dan Cara Memulai Usaha Ternak Lele 

Inilah tips dan cara usaha ternak lele bagi para pemula: 

1. Buat Perhitungan Modal Awal

Langkah pertama adalah hitung dulu berapa perkiraan modal awal yang Anda butuhkan untuk memulai ternak lele. Perkiraan biaya untuk membuat kolam bioflok yaitu sekitar Rp. 3 juta per buah. Selain biaya pembuatan kolam tentunya Anda juga harus menghitung harga bibit lele. Anda bisa mencari informasi dulu berapa harga dari bibit lele yang bagus.

2. Siapkan Kolam Lele

Tidak mungkin Anda memelihara lele tanpa adanya kolam bukan? Kalau ingin hasil panen lele nantinya bagus maka Anda harus menyiapkan kolam terbaik bagi lele-lele tersebut. Anda bisa menggunakan sistem bioflok yang akan membuat kolam selalu bersih sehingga tidak amis.
Kolam bioflok ini diperkenalkan oleh Menteri Susi Pudjiastuti pada tahun 2017 yang lalu. Bentuknya tidak kotak seperti kolam lele pada umumnya tetapi bulat dengan dilapisi oleh kain terpal yang berfungsi sebagai wadah airnya. Satu kolam bioflok ini bisa menampung ikan lele hingga 5000 ekor.

Selain itu sistem bioflok memungkinkan udara dalam air selalu terpenuhi yang akan membuat lele lebih cepat besar dan bisa dipanen. Hal ini disebabkan oleh adanya aerator yang berfungsi untuk menambah jumlah pasokan udara ke dalam kolam.

3. Pilih Bibit Lele Terbaik


Pilihlah bibit lele yang kualitasnya bagus dan unggul agar hasil panen juga memuaskan. Sebenarnya Anda bisa memilih bibit lele apapun karena sistem bioflok pada kolam bisa digunakan untuk semua jenis. Namun kalau Anda ingin hasilnya bagus cobalah memilih lele jenis sangkuriang yang waktu panennya bisa lebih cepat.

Bibit lele yang bagus biasanya bisa dikenali dari beberapa ciri berikut ini:
a.    Ukurannya sama rata
b.    Cenderung gesit dan agresif
c.    Warnanya terang

4. Pilih Jenis Pakan yang Tepat

Selanjutnya Anda juga harus mengetahui jenis pakan apa yang bagus untuk diberikan kepada ikan lele. Untuk menghasilkan ikan lele yang baunya tidak amis Anda bisa menggunakan rempah-rempah sebagai pakannya. Buatlah pakan yang berupa campuran kunyit, temulawak, jahe dan kencur lalu tambahkan prebiotik.

Cara membuat pakannya juga cukup mudah yaitu racik dan rendam dulu rempah dalam cairan probiotik sampai mengembang. Pakan jenis ini bisa membuat lele tidak berbau amis dan lebih hemat. Berikan pakan pada lele Anda 2x dalam sehari dengan selang 12 jam untuk sekali pemberian makanan.

5. Waktu Memanen Lele

Berapa perkiraan waktu yang dibutuhkan hingga ikan lele Anda bisa dipanen? Pada umumnya diperlukan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan untuk bisa memanen lele yang Anda ternak tersebut.  Memang Anda bisa memanennya kurang dari 3 bulan atau lebih dari 4 bulan hanya saja ukurannya mungkin kurang ideal. Untuk ukuran ikan lele yang banyak dicari konsumen waktu panennya memang 3 hingga 4 bulan.

Ternyata usaha ternak lele tidak terlalu sulit untuk dilakukan dan hasilnya juga cukup menjanjikan. Peternak ikan lele yang sudah sukses bahkan bisa meraup omzet hingga Rp. 18 juta setiap bulannya. Diharapkan trik budidaya diatas bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin memulai usaha ternak lele. Anda juga bisa berkonsultasi dengan praktisi & trainer UMKM dari Daya.id seputar usaha budidaya lele maupun ternak lainnya 

Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga! 

Sumber:

Diolah dari Berbagai Sumber

Penilaian :

4.5

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS