Dirilis

30 Agustus 2022

Penulis

Yulinda Sari

Istilah startup biasanya sematkan terhadap perusahaan rintisan yang mengembangkan produk atau layanan yang relatif belum pernah ada, atau perusahaan yang menggunakan inovasi untuk mendisrupsi produk atau jasa yang sudah ada. 

Perusahaan startup memiliki sifat yang tergolong inovatif dan distruptif. Oleh karena itu, perusahaan startup memiliki banyak tantangan untuk bertahan. Sehingga tidak heran memiliki risiko kegagalan yang tinggi juga.  

Tentunya walau ada risiko kegagalan yang tinggi, tetap tidak menutup kemungkinan sebuah perusahaan startup bisa berhasil, hingga bisnisnya bertahan dan berkembang lebih baik. 

Di Indonesia sendiri, perusahaan startup yang berhasil menyandang status unicorn sudah relatif banyak, diantaranya Go-Jek, Bukalapak, dan Tokopedia. Namun di balik sudah banyaknya perusahaan yang berhasil menyandang status unicorn, tentunya banyak juga perusahaan startup yang mengalami kegagalan.  

 

Belajar dari Kegagalan Startup


Pengalaman perusahaan startup yang mengalami kegagalan ini, sudah sepatutnya Anda jadikan sebuah pelajaran, agar Anda yang sedang membangun perusahaan startup, bisa bertahan dan berkembang. 

Apa aja sih yang menjadi kesalahan sehingga menyebabkan kegagalan bagi perusahaan startup. Berikut beberapa kesalahan dalam membangun startup:

 

1.    Perencanaan yang tidak jelas

Ketika membangun sebuah startup, tentunya perlu perencanaan yang jelas. Meskipun memiliki ide yang brilian, jika tidak memiliki perencanaan yang jelas, maka perusahaannya akan berjalan tanpa arah. Untuk itu, perlu perencanaan yang matang, mulai dari visi misi, konsep, hingga target pasar, biar ke depannya bisa menghadapi berbagai tantangan yang muncul.

 

2.    Kesalahan dalam penentuan harga pasar

Perusahaan startup sudah seharusnya bisa mengidentifikasi harga pasar dengan baik, biar harga yang ditetapkan tidak terlalu tinggi atau tidak terlalu rendah. Jika salah dalam penentuan harga, tentunya akan menyebabkan perusahaan merugi bahkan bisa gulung tikar, karena ternyata biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan.

 

3.    Solusi yang diberikan tidak begitu dipedulikan 

Ketika membangun startup, tentunya ada inovasi yang memberikan solusi tepat bagi masalah yang dihadapi banyak orang. Namun, jika solusi yang diberikan tidak begitu dipedulikan, bisa menyebabkan kegagalan, yang akhirnya kehilangan motivasi untuk terus menjalankan perusahaannya.

 

4.    Memiliki rekan pendiri yang tidak terlalu dikenal

Membangun perusahaan startup tentunya bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, memutuskan bekerja dengan siapa perlu diperhatikan, agar bisa menjalin kecocokan dan keterikatan yang baik. Membangun kecocokan dan keterikatan pastinya melalui proses yang lama, sehingga akan sangat menyenangkan apabila memilih rekan pendiri yang sudah dikenal, baik karakter dan cara kerjanya. Agar masa-masa sulit bisa dihadapi dan terasa lebih ringan sehingga menunjang keberhasilan.

 

5.    Sesama pendiri tidak saling terbuka

Membangun kecocokan dan keterikatan antar sesama pendiri sudah seharusnya dilakukan jika ingin berhasil membangun sebuah startup. Oleh karena itu, sudah sepantasnya sesama pendiri mengkomunikasikan semua hal secara terbuka dan transparan. Jika kualitas hubungan sesama pendiri tidak baik akan berpotensi pada pertengkaran sehingga membahayakan keberlangsungan perusahaan startup.

 

6.    Gagal berkompetisi

Kesalahan berikutnya yang perlu diperhatikan adalah gagal berkompetisi dengan pesaingnya. Sudah seharusnya perlu memperhatikan dan mengamati apa yang sedang dilakukan oleh pesaing. Banyak perusahaan startup memiliki model bisnis yang mirip meskipun konsepnya dikemas dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, agar bisa bersaing harus memiliki value atau keunikan akan produk atau jasa yang ditawarkan.

 

7.    Tidak paham kebutuhan pasar

Kesalahan berikutnya yang bisa menyebabkan kegagalan adalah tidak paham terhadap apa yang dibutuhkan oleh pasar. Jika hal ini terjadi, maka akan menjadi masalah besar karena produk atau layanan yang ditawarkan akan sia-sia. Oleh karena itu, sebelum memulai membangun startup perlu dilakukan riset siapa yang menjadi target pasarnya. 

 

8.    Memiliki manajemen prioritas yang tidak baik

Kesalahan berikutnya adalah memiliki manajemen yang buruk. Pendiri perusahaan startup tidak hanya focus pada investor, tentunya harus focus juga terhadap pendapat pasar terhadap produk atau layanan yang ditawarkan. Artinya sudah seharusnya pendiri startup mampu mendorong terciptanya produk atau layanan sesuai dengan kebutuhan pasar. Agar hal ini tercapai bisa dilakukan dengan memberikan kesempatan untuk pasar mengenali produk atau layanan, mengevaluasi, memperbaiki kekurangannya dan kembali ke pasar. 

Itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika membangun startup. Bagaimana? Apakah Anda pernah melakukan salah satunya? Jangan khawatir, semua bisa diperbaiki untuk menjadi lebih baik. 

Untuk Anda yang masih ingin tahu lebih lanjut mengenai topik ini, Anda bisa bertanya kepada para praktis di Tanya Ahli. Anda juga bisa mengakses artikel lainnya di Daya.id. seperti artikel Apa yang Sebaiknya Anda Perhatikan Sebelum Berjualan. Dan bagi Anda yang masih ingin tahu mengenai apa saja yang ada di daya.id, silakan daftar dan log in ya.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

6 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ilham saputra

06 Desember 2022

Tks infonya

Balas

. 0

M yusuf hutasuhut

31 Agustus 2022

👍👍👍

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS